Bukan Pernikahan Impian.

Bukan Pernikahan Impian.
Benarkah hamil?


__ADS_3

Delapan : Benarkah hamil ?


________


________


"Kamu belum tidur?"


Ali membuka pintu kamar Prilly dan mendapati Prilly yang masih duduk di depan meja rias sambil menyisir rambut. Ia mendekati Prilly dan memeluknya.


Seketika tubuh Prilly menegang saat merasakan kedua tangan Ali yang memeluknya dari belakang. Walau ia sudah pernah melakukan lebih dari sekedar pelukan, namun tetap saja setiap bersentuhan dengan Ali maka tubuhnya akan menegang.


Ali memperhatikan Prilly di cermin depan mereka. Prilly nampak cantik dengan gaun tidur putih tipis memperlihatkan bra-nya yang berwarna merah cerah.


"Kamu cantik..."Bisik Ali di telinga Prilly.


Prilly bisa melihat dari cermin jika kedua pipinya merona marah seperti apel merah. Padahal Ali sudah biasa mengatakan dirinya cantik, namun entah kenapa kali ini Prilly merasa ada yang aneh pada dirinya.


Sudah seminggu ia menyandang istri dari Ali Farid Stevano. Tidak terlalu buruk, karna istri pertama Ali, yaitu Nikita adalah wanita yang baik bahkan Prilly sudah menganggap jika Nikita adalah kakaknya sendiri.


Rasya selalu mencari cari kesempatan untuk bersama dengan Prilly namun sebisa mungkin Prilly menghindari Rasya. Prilly tidak mau terjadi kesalah pahaman.


Kembali ke topik.


"Kenapa kamu ada disini?" tanya Prilly setelah sadar bahwa malam ini harusnya ia bersama Nikita bukan dirinya.


Begitulah jika punya istri dua, tiga hari bersama istri pertama dan tiga hari lagi bersama istri kedua dan yang sehari ia tidur di kamar tamu seorang diri. Kasian.


"Nikita mengusirku." balas Ali santai.


Hal itu membuat bulu kuduk Prilly meremang karna hembusan nafas Ali sangat terasa di bahunya karna bajunya yang sedikit tersingkap.


"Lagi?" tanya Prilly bingung.


"Ya, katanya aku harus banyak banyak bersamamu." ucap Ali.


"Kenapa begitu?"


Ali jadi gemas sendiri dengan Prilly yang banyak tanya atau cerewet. Ali mencium bahu Prilly yang terbuka, membuat Prilly menggeliat geli.


Namun Ali tidak memperdulikannya, ia malah dengan sengaja menciumi bahu Prilly. "Ali geli." ucap Prilly, ia membalikkan kepalanya untuk melihat Ali.


Namun hal itu malah membuat Ali mencium bibir Prilly. Awalnya hanya menempel namun lama lama Ali mulai ******* bibir bawah dan atas Prilly secara bergantian.


Prilly pun hanya bisa pasrah dan membalas ciuman Ali dan membiarkan akses bagi Ali memasukkan lidah nya kedalam mulutnya dan mengabsen setiap gigi giginya.

__ADS_1


Ali tersenyum di tengah tengah ciumannya saat Prilly membalas ciumannya dan tangan Prilly pin sudah menggantung indah di lehernya. Ali mengangkat tubuh Prilly tanpa melepaskan ciuman mereka dan merebahkan badan Prilly di atas ranjang.


Dengan bibir masih sibuk dengan bibir Prilly , tangannya pun tidak tinggal diam. Ali menyusupkan tangannya kedalam gaun Prilly menyentuh parudara Prilly dan meremasnya pelan.


"Ahhh..." desahan Prilly tertahan oleh ciuman Ali.


Ali melepaskan ciuman nya pada bibir Prilly dan tersenyum sayu menatap tubuh istrinya yang menggeliat di bawahnya. Ia tau Prilly menginginkan hal yang lebih dari sedekar apa yang ia barusan lakukan.


_______


Bukan pernikahan impian.


_______


Prilly pov.


Hari ini aku berniat membuat nasi goreng untuk sarapan kita semua. Sudah sebulan lebih aku menjadi istri Ali dan selama itu pula aku selalu belajar memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Walau sebenarnya itu tak perlu karna ada pelayan di rumah ini. Namun aku juga ingin seperti kakak yang bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah serta memasak untuk keluarga.


Aku mencuci muka lalu berjalan menuju dapur sambil mengikat rambutku asal. Aku membuka kulkas dan mengeluarkan bahan bahan untuk membuat nasi goreng.


Aku memotong bawang merah, cabe, sosis, tomat, wortel, udang. Setelah selesai, aku menyiapkan penggorengan menuangkan minyak.


Setelah sekiranya minyak panas aku memasukkan, bawah merah kemudian cabe, udang , wortel dan sosis. Lalu aku tumis hingga matang dan memasukkan nasi secukupnya dan mengaduknya dengan spatula (maaf kalau salah nulis).


"Hmm kurasa ini sudah enak.."gumamku pada diri sendiri.


Aku mematikan kompor dan menuangkan nasi di setiap piring yang sudah aku susun rapi di meja dapur. Aku menaruh potongan tomat di atas nadi goreng buatanku {itu nasi goreng ala gue, gak tau deh kalau kalian buat kayak gimana hihi😂😂}


"Sempurna..." aku pun menyusun piring nasi goreng ke meja makan untuk di santap.


"Selesai juga." ucapku sambil mengusap keringat di keningku dengan punggung tangan.


Tiba tiba saja aku merasakan mual pada perutku. Aku membekap mulutku dengan satu tanganku karna sepertinya aku akan muntah.


Aku berlari masuk kamar mandi yang tidak jauh dari ruang makan. "Hueeeekkk."


Tidak ada sesuatu yang keluar darri mulutnya hanya ada cairan bening. Aku membasuh mulutku lalu menatap mukaku yang kini terlihat agak pucat di cermin wastafel kamar mandi.


Aku keluar dari kamar mandi dengan sedikit terduyung karna tuba tiba kepalaku yang pusing mendadak.


"Prilly kamu kenapa?" ucap Ali yang sedang menuruni tangga.


"Tidak apa kok hanya sedikit mual dan pusing saja." balasku.


"Kamu sakit?" tanyanya lagi dan berjalan mendekatiku.

__ADS_1


"Tidak kok, mungkin kecapean aja." ucapku asal. Aku berjalan agak sedikit semboyongan namun tiba tiba saja tubuhku limbun.


______


Bukan pernikahan impian.


______


Author pov.


"Ali apa yang terjadi dengan Prilly?" tanya Nikita heran yang melihat Ali membopong tubuh Prilly yang lemas.


"Tidak tau, tadi katanya mual lalu tiba tiba dia pingsan." ucap Ali.


"Ya sudah cepat bawa dia masuk ke kamar." ucap Nikita cemas lalu mengikuti Ali.


Nikita membuka pintu kamar agar Ali mudah masuk ke dalam kamar. Ali merebahkan badan Prilly di ranjang.


"Mukanya pucat sekali..." gumam Ali.


"Ali cepat telfon dokter." ucap Nikita.


"Dokter..." ucap Ali ****.


"Iya Ali cepat telfon dokter, siapa tau Prilly hamil ini tadi dia mual mual kan?" ucap Nikita geram.


Ali masih diam mencerna ucapan Nikita barusan dan hal itu membuat Nikita geram sendiri dengan suaminya yang malah bengong.


"Ali cepat telfon dokter siapa tau Prilly beneran hamil!" pekik Nikita geram.


"Ahh ya... Dokter." ucap Ali kemudian menelvon seorang dokter.


"Siapa yang hamil?" tanya Rasya yang datang tiba tiba dengan muka bantal sepertinya ia baru terbangun dari tidurnya.


______


Bukan pernikahan impian.


______


"Kamu beneran hamil?"


"Hmm"


"Anak siapa?"

__ADS_1


__ADS_2