
Sembilan : Anak Siapa?
__________
__________
Setelah menelfon dokter Ippo, Ali kembali memperhatikan Prilly yang berbaring di ranjang. Nikita sedang memberi minyak kayu putih pada Prilly agar ia cepat tersadar dari pingsannya. Sementara Rasya hanya terdiam menatap Prilly yang masih pingsan.
Ali berjalan mendekati ranjang, ia memperhatikan Prilly yang terbaring di ranjang dengan muka agak pucat. Apakah benar Prilly hamil?" Batin Ali bertanya tanya.
Prilly pov.
Aku mengerjapkan mataku pelan, mencoba menyesuaikan penglihatanku pada sekitar dan ternyata aku berada di kamar. Bagaimana bisa? Tadi yang aku ingat aku habis dari kamar mandi karna mual mual dan juga kepalaku yang tiba tiba juga pusing.
Aku melihat kesamping ranjang, ada Kak Nikita, Rasya juga Ali yang berdiri disana menatapku dengan berbagai macam ekspresi.
"Kakak ipar beneran hamil?" ucap Rasya membuka suara.
Aku hanya menatap Rasya sekilas lalu menatap kak Nikita yang memegang minyak kayu putih. "Terima kasih kak." ucapku pada kak Nikita.
"Iya sama sama, apakah masih mual mual." ucap kak Nikita.
"Ya sedikit." ucapku karna memang rasanya masih agak sedikit mual.
"Jadi kamu beneran hamil?" tanya Ali menatapku heran.
__ADS_1
"Semoga saja Prilly beberan hamil ya." ucap kak Nikita dengan tersenyum ceria. Aku tau di balik keceriaannya itu ia penyimpan kesedihan yang mendalam, namun kak Nikita memang pandai menyimpan rasa sakitnya sendiri.
"Bagaimana bisa?" kata Rasya dengan begonya. Ya bisalah kan aku punya suami 😡.
"Anak siapa?" timpal Ali dengan tampang polosnya.
Kak Nikita dan Rasya langsung melotot kearah Ali.
"Ya bisalah kan Prilly punya suami Rasya! Anak kamu lah Ali masak ia anaknya Rasya! Adik dan kakak kok sama sama oon sih!" ketus kak Nikita geram sendiri.
Aku hanya terkekeh dalam hati tidak mungkin dalam situasi seperti ini aku malah tertawa kan?
"Ya sudah kita keluar dulu ya Pril. Ali jaga Prilly ." ucap kak Nikita menarik tangan Rasya ikut keluar karna Rasya dari tadi hanya diam.
Aku bisa mendengarkan suara gerutuan Rasya yang di paksa keluar kamar sama kak Nikita.
"Kamu beneran hamil?" tanya Ali masih dengan menatapku lekat.
"Hmm" Gumamku tak jelas. Aku sedang tak ingin membahas masalah ini.
"Anak siapa?" tanya Ali lagi. Kali ini nadanya lebih tinggi dari yang tadi.
Aku menatapnya malas dengan itu juga pintu kamar langsung terbuka lebar. Dan nampaklah tiga penampakan eh maksudnya tiga manusia masuk kedalam kamarku.
Ketiga orang itu adalah Rasya, kak Nikita dan seorang dokter nernamtag Ippo.
__ADS_1
Setelah dokter Ippo selesai memeriksaku, ia kembali membereskan alat yang ia gunakan untuk memeriksaku tadi ke dalam tasnya {aku tidak tau nama alat ya hahaha}
Ali, Rasya dan kak Nikita langsung menatap dokter Ippo penuh dengan rasa penasaran. Sementara aku hanya terdiam di atas kasur sambil memandang mereka yang ingin tau kondisi ku.
"Jadi bagaimana Dokter Ippo, apakah Prilly benar hamil?" tanya Kak Nikita tidak sabaran. Aku tidak tau kenapa dia begitu antusias, aku saja biasa aja.
Dokter Ippo pun menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia menjawab ucapan kak Nikita. "Maaf, Prilly tidak hamil maksudnya Prilly mual mual itu di sebabkan karna maag nya kambuh."
"Yahh." ucap Kak Nikita dengan nada kecewa. Aneh yang aku lihat di sinetron itu jika istri kedua tidak hamil ia akan senang bukan malah sedih begini. Huh harusnya aku beruntung karna kak Nikita begitu baik dengan ku, tidak seperti sinetron yang aku lihat. Ya setidaknya jangan sekarang atau pun selamanya.
"Alhamdulilah....." ucap Rasya dan Ali bersamaan sambil mengusap dadanya. Yang bertanda mereka bersyukur karna tidak terjadi sesuatu yang buruk.
Aku hanya diam tanpa minat menatap Ali dan Rasya. Berbeda dengan kak Nikita yang sudah melotot kearah mereka berdua.
"Kenapa kalian malah bilang alhamhulillah!" pekik kak Nikita marah.
Rasya dan Ali sama sama menatap kak Nikita kikuk dengan tangan yang sama sama di belakang kepala, menggaruk belakang kepala mereka yang aku yakin tidak gatal. Ahh kalau kompak gitu mereka sudah seperti kembar identik saja.
Lagian kak Nikita kok ada ada saja sih bilang aku hamil. Memang benar kalau aku hamil dia bilang anak siapa? Soalnya kami berdua memang belum pernah berhubungan badan sampai sekarang.
Waktu malam itu gagal karna saat kami akan melakukan 'itu' Ali menyebut nama kak Nikita bukan namaku. Refleks itu membuatku mendorong badannya dan tidak jadi dah ena-ena nya 😂.
Setelah kejadian itu kami tidak pernah lagi bersentuhan seujung kukupun, aku sebal sama Ali. Aku tau kak Nikita itu istri pertamanya. Tapi kan dia mau ena-ena sama aku kenapa harus nama kak Nikita yang dia sebut kan aku bete jadinya.
Hayo katakan padaku siapa yang tidak kesal kalau pasanganmu menyebut nama wanita lain saat mau ena-ena an. Untung saja malam itu kita belum sampai ke tahap inti, baru refoplay doang.
__ADS_1
Maaf bila masih menemukan banyak typo.