
Saat Abbas menuju rumah Ayu, hampir sepanjang jalan hpnya berdering.
Abbas mengira itu adalah telpon dari Ayu yang tidak sabar menunggunya. Maka dia tak menghiraukan panggilan itu. Tetapi lama-lama dia terganggu juga dengan getar hp miliknya.
Abbas akhirnya menepi untuk mengangkat sejenak hpnya. Tetapi dia melihat nama di layar hpnya bukanlah Ayundia, melainkan Mamanya.
" Mama?"
Segera Abbas menggeser warna hijau dari layar hpnya.
" Pulang Nak, Ayahmu masuk rumah sakit."
Tanpa mematikan hpnya, Abbas segera menghidupkan motornya, dan melanju menuju rumah orang tuanya di Jogja.
Sementara itu, Ayu yang sudah menunggu selama satu jam tak mengabari lagi dokter Abbas. Dia memilih pulang ke rumah orang tuanya sendirian.
Awalnya dia berniat menunggu Abbas di tempat lesnya sebelum pulang ke rumah. Tetapi Abbas tak kunjung tiba.
" Asalamualaikum... Ibu, Ayah." Ayu masuk ke dalam rumahnya.
" Walaikum salam.... Ayu." Ibu segera meninggalkan cucian piringnya dan menghampiri Ayu yang sudah masuk ke dapur.
" Ayah mana Buk?" tanya Ayu ketika tidak melihat Ayahnya.
" Ayahmu ke toko." jawab Ibu.
__ADS_1
" Tumben Ibu gak ikut?"
" Ibu tadi bantu masak tempat Bu Linda, jadi gak ikut Ayahmu ke toko."
" Ini kan udah malam Buk, masak Ayah masih di toko." Ayu melihat pergelangan tangannya yang mengenakan jam tangan.
" Ada bongkar barang. Jadi Ayah nunggu sampai selesai."
Orang tua Ayu memiliki usaha toko bangunan. Setiap hari kedua orang tuanya sibuk mengurus toko mereka. Ada beberapa cabang, sehingga Ayah dan Ibu Ayu jarang ada di rumah.
" Kamu pulang, emang libur?" tanya Ibu sambil memberikan segelas teh manis untuk Ayu.
" Ayu libur 2 hari. Tapi mau ke Semarang, tempat Om Pram." jawab Ayu. Dia tidak memberitahu kebenaran alasan kepulangannya. Dia menunggu Abbas datang, baru dia akan mengatakan masalah kepulangannya.
" Besok acaranya Buk, Ayu diminta untuk main disana." jawab Ayu.
" Pergi sama siapa?" tanya Ibu.
" Sama Noel sama Bayu juga Bu."
Terdengar suara mobil berhenti di luar rumah.
" Coba Ibu lihat dulu siapa yang datang."
Ayu mengangguk lalu meneguk teh sampai habis, sebelum ikut Ibu ke luar.
__ADS_1
Ayu mengira itu Abbas, ternya Bayu yang datang menjemput.
" Udah datang Bay?" Ayu mengambil tas yang tadi dia letakkan di kursi ruang tamu.
" Noel mana?" Ayu tidak melihat Noel.
" Di rumah, kita yang kesana." jawab Bayu sambil membuka pintu mobil untuk Ayu.
Tempat les Ayu memang menyediakan mobil. Karena Ayu sering bepergian ke luar kota. Jadi Ayahnya membelikan untuk Ayu. Sedangkan mobil setiap hari dirawat oleh Bayu, yang membantu Ayu di tempat les. Bayu juga merupakan salah satu guru, tetapi guru les vokal. Sedangkan Noel adalah guru les piano. Mereka pergi bersama karena permintaan Om Pram yang meminta tambahan personil untuk acara besok. Yaitu acara besar di gedung pemerintahan yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat.
" Kostum udah siap?" tanya Ayu pada Bayu.
" Om Pram bilang pihak penyelenggara yang nyediain. Kita tinggal kesana aja."
" Oh.. Ok." Ayu mengangguk.
Om Pram adalah seorang musikus besar. Dia memiliki grup musik yang biasanya diundang untuk mengisi acara resmi. Tak jarang dia juga diminta untuk mengiringi konser besar yang melibatkan banyak artis ibukota. Sehingga tak heran kalau Om Pram akan terlihat wara-wiri dibeberapa stasiun televisi. Sedangkan Ayu sendiri sangat mengidolakan Om Pram yang adalah adik dari Ayahnya itu.
Sukses yang diraih oleh Om Pram memotivasi Ayu mengambil jalan yang sama dengan bidang yang digeluti oleh Omnya itu.
Om Pram sendiri yang melatih Ayu sedari dini. Maka tak heran kalau Ayu juga sangat piawai memainkan beberapa alat musik. Bukan hanya piano, guitar, biola, band, sexsofone, dan beberapa alat musik lainnya, semua Ayu kuasai. Dan itu semua berkat Om Pram.
Ayundia sendiri adalah nama pemberian Om Pram yang memiliki nama Pramudia. Jadi memang sudah sedari bayi, Om Pram mengincar Ayu untuk menjadi penerusnya.
Orang tua Ayu juga mendukung Om Pram, tetapi ada satu yang tidak diinginkan oleh orang tua Ayu untuk tidak terjadi dengan Ayu, yaitu pernikahan. Karena sampai saat ini Om Pram belum juga menikah. Jadi melihat tanda-tanda Ayu yang belum juga memiliki pacar sampai saat ini, maka Ayah dan Ibu Ayu berniat menjodohkan Ayu dengan anak sahabatnya, yaitu Abbas Nugraha.
__ADS_1