
" Ayu..."
Om Pram segera memapah Ayu yang ttiba muncul di rumahnya dengan keadaan pucat juga lemas.
" Liaaaa....." Om Pram memanggil seseorang yang kebetulan datang ke rumahnya, Lia yang tak lain adalah kekasihnya.
Lia segera berlari kemudian mengikuti Om Pram, bahkan mendahului untuk membukakan pintu kamar.
" Panggil dokter."
Om Pram sangat panik ketika Ayu menggigil juga panas yang menyentuh kulitnya sangat terasa.
Ada air mata yang keluar dari sudut mata Ayu. Mata Ayu tak kunjung terbuka membuat Om Pram makin panik.
" Sudah panggil dokter?"
Lia mengangguk, kemudian membantu menempelkan kompres ke dahi Ayu.
Bel pintu berbunyi, Lia segera berlari.
Dokter segera digiring Lia menuju kamar tamu.
" Sudah berapa hari demamnya?" tanya dokter yang sedang memeriksa Ayu.
" Dia baru saja datang tapi sudah dalam keadaan begini Dok." jelas Om Pram.
" Kita pasang infus... Untuk selanjutnya harus ada pemeriksaan darah."
" Mau dirawat di rumah atau rumah sakit?" tanya dokter.
" Baiknya?" Om Pram malah meminta pendapat dokter.
__ADS_1
" Baiknya kita bawa ke rumah sakit agar lebih mudah mendapat perawatan juga penanganan bila terjadi gejala lanjutan." ucap dokter.
Dengan cepat mereka membawa Ayu ke rumah sakit.
Hasil pemeriksaan sementara Ayu mengalami infeksi lambung.
Ayu mendapat perawatan intensive. Om Pram dan Lia yang menunggu di rumah sakit.
" Anak ini... Pasti makan gak bener." ucap Om Pram. Dia membetulkan letak selimut yang dikenakan Ayu.
Walaupun demam sudah turun, tetapi Ayu belum juga bangun.
" Mas... Lia cari makanan dulu ya."
" Sekalian kopi ya."
Lia berpamitan dan pergi meninggalkan ruang perawatan Ayu.
" Kamu kenapa?"
Om Pram bertanya saat Ayu sudah bangun.
" Kok Ayu disini Om?" Ayu bingung dirinya di rumah sakit, nampak dari ruangan yang dia tampati bukanlah kamarnya yang ada di rumah Om Pram.
" Dokter bilang kamu harus dirawat, jadi Om minta kamu dirawat di rumah sakit aja. Biar lebih gampang kalau terjadi sesuatu." jelas Om Pram.
" Sekarang cerita sama Om, kamu ada malahan apa?" tanya Om Pram.
" Ayu boleh minta minum dulu gak Om?" pinta Ayu, dia merasakan pahit dimulutnya setelah sadar.
Om Pram memberikan segelas air hangat untuk Ayu.
__ADS_1
" Mau makan?" tanya Om Pram.
Ayu menggeleng " perut Ayu mual Om."
Om Pram maklum. Karena masalah pencernaan yang dialami Ayu jelas berefek pada perut yang tidak nyaman, termasuk mual.
" Istirahat lagi ya."
Ayu mengangguk lalu memberikan gelas yang hanya berkurang setengahnya.
Karena Ayu memejamkan kembali matanya, Om Pram memilih memberikan waktu untuk Ayu.
Dia keluar sambil menghubungi Lia.
" Masih lama gak?" tanyanya saat telpon tersambung.
" Masih dibungkusin." terdengar Lia menjawab.
" Kita makan disitu aja. Ayu tidur lagi, takutnya ganggu." ucap Om Pram yang langsung di Iya kan olah Lia.
Namun sebelum menyusul Lia Om Pram menghubungi seseorang terlebih dahulu.
" Ayu dirawat di kamar Anyelir. Kalau bisa kamu kesini ya." ucap Om Pram.
" Siap. Saya segera datang." suaranya terdengar tegas, membuat Om Pram merasa lega.
Semoga Om tidak salah memilih orang untuk menjagamu Ayundia.
Om Pram memang sudah memilih seseorang untuk dia jadikan penjaga bagi Ayu. Dia merasa tak mungkin lagi bisa sebebas dulu memperhatikan keponakan kesayanganya itu, sebab dia sekarang sudah memiliki seseorang yang akan menjadi priaoritas dalam hidupnya.
Bukan Om Pram tak perdaya dengan Kakaknya sendiri sebagai Ayah Ayu, tetapi dia akan sangat menyesal bila dia sendiri tak bisa menyaksikan Ayu bahagia. Apalagi saat dia mendengar tentang perjodohan Ayu, dia merasa ingin marah pada orang tua Ayu, sebab tidak memberikan hak sebagai seorang anak. Maka dari itu Om Pram menghubunginya seseorang yang dia percaya bisa membantunya untuk menjaga Ayu.
__ADS_1
Siapa ya orang itu? Jawab di bawah kolom komentar ya... 🤗