
Sudah mendapat ijin dari kedua tangannya, Ayu segera menghubungi Vony.
Vony adalah satu-satunya sahabat wanita yang dia punya.
Vony merupakan seorang perawat yang bekerja di sebuah klinik bersalin yang juga melayani rawat jalan.
" Von, ada lowongan kerja gak?"
" Buat siapa? "
Vony tak berpikir kalau lowongan kerja yang ditanyakan oleh Ayu itu untuk Ayu sendiri.
" Buat aku."
" Lah...!" Vony terkejut.
" Serius atau bercanda nih?" Vony jelas tidak percaya. Ayu meminta pekerjaan padanya.
Vony tahu jelas kalau Ayu kuliah jurusan seni. Sudah membuka tempat les piano dan les vokal. Belum lagi Ayu adalah pianis panggilan yang biasa disewa untuk acara besar saat ada konser musik. Tapi kini sahabatnya itu meminta pekerjaan padanya.
" Aku serius Von. Kerjaan apa aja aku mau. Jadi tukang pel juga mau. Jadi tukang masak juga gak masalah." ucapan Ayu membuat Vony bingung.
" Kamu ada masalah?" Vony merasa ada yang tidak beres dengan Ayu.
" Kamu kasih aku kerjaan, baru aku jawab."
Vony menghela nafas, dia cukup hafal dengan Ayu. Jika ada masalah, maka akan menghubunginya. Emang sahabat satu ini rada kurang ajar. Tetapi Vony tak masalah dengan Ayu yang begitu, karena mereka adalah sabahat yang akan selalu ada disaat susah ataupun senang.
" Bagian admin."
" Aku mau." cepat-cepat Ayu memotong ucapan Ayu, membuat Vony berdecak.
" Cerita ada apa?" Vony bersiap mendengar cerita Ayu.
" Aku dijodohin." nada pelan yang diucapkan Ayu terdengar seperti petir disiang bolong bagi Vony.
" Kok bisa?" Vony tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
__ADS_1
" Makanya aku minta kerjaan sama kamu, biar aku bisa menghindari perjodohan ini." ucap Ayu.
" Kamu mau kabur? Jangan deh, nanti Ayah sama Ibu nyariin. Apalagi kalau tau aku yang nyumputin kamu, bisa habis aku Yu." cegah Vony.
" Aku gak kabur Von, cuma mengulur waktu doang. Siapa tahu perjodohan ini gagal." ucap Ayu.
" Aku minta waktu sama orang tuaku selama setahun. Makanya aku mau kerja yang jauh. Kalau bisa yang gak berhubungan sama ijazah aku."
" Tapi kalau cuma pakai ijazah SMA gajinya kecil Yu. Gak sebanding sama penghasilanmu sekarang. Jangan bego deh." saran Vony.
" Aku cuma butuh tempat tenang Vony, bukan duit." Ayu mencoba untuk meyakinkan Vony.
" Tukang pijat mau?"
" Mau... Apa aja, yang penting aku pergi dari sini." Ayu kekeh.
" Ya udah deh, kapan?" Vony mengalah.
Kebetulan klinik tempatnya bekerja sedang membutuhkan tenaga. Walaupun belum jelas penempatannya dimana, Vony akhirnya memberikan lowongan itu untuk Ayu.
" Thank you Vony, kamu emang the best." puji Ayu.
" Belom jawab." Vony mengingatkan.
" Apa?" Ayu bingung.
" Kapan mau kesini?"
" Besok." Ayu langsung menjawab. Membuat Vony terkejut.
" Kumat gilanya!" Vony menggeleng keheranan dengan kelakuan sahabatnya itu.
" Minta Mas Petro anter. Jangan pergi sendiri." saran Vony.
" Heleh, ada maksud nih." ledek Ayu. Paham dengan maksud Vony.
" Buat obat rindu." tanpa malu Vony mengakui perasaannya. Ya Petro adalah pacar Vony.
__ADS_1
" Kamu gak cemburu kalau Petro nganterin aku?" tanya Ayu.
" Meskipun kamu lebih cantik dari aku. Tapi kalau untuk cemburu sama kamu kayaknya enggak deh. Kamu kan gak suka sama cowok. Makanya dicariin jodoh sama Ibu mu." ejek Vony.
" Sialan! Gak gitu juga kale. Gini-gini aku masih normal." Ayu mencembik, dia tidak terima.
" Makanya sekali-kali bawa pulang cowok. Jangan cuma Sam, Bayu, Noel, Aris sama Mas Petro yang...."
" Mereka juga cowok kan?" potong Ayu.
" Ya cowok, hanya dalam konteks yang berbeda kalau sama kamu." jawab Vony.
" Mereka nganggap kamu itu cewek jadi-jadian." Vony terkekeh.
" Terserah kamulah mau bilang apa." Ayu menyerah tak ingin berdebat dengan Vony. Dia membiarkan Vony menertawakannya sampai puas.
" Udah, puas?!" tanya Ayu saat tawa Vony berhenti.
" Sebenarnya belum, tapi kasihan sama kamu." ucap Vony.
Tanpa menunggu lama, Ayu mengakhiri begitu saja sambungan telponnya, membuat Vony ngomel tak terima.
" Dasar Ayu main matiin aja. Awas aja kalau sampai sini, tak becek-becek kayak tempe penyet lu!" sungut Vony.
Setelah mendapat kerjaan baru, Ayu segera meminta ijin sama Ayah dan Ibu. Lalu mengajak bertemu pandawa lima ditempat biasa.
" Apapun keputusan mu Yu, kami cuma bisa kasih dukungan. Kalau uang saku, kamu tau sendirilah, gak pernah ada sisa di kantong aku." ucap Sam.
" Gak papa Sam, aku gak butuh uang kamu. Yang aku butuh sepiring nasi dan ayam goreng sama sambel trasi lengkap sama lalapan." ucap Ayu sambil celingukan ke arah etalase.
" Bilang aja laperrrr...." Bayu menoyor jidat Ayu.
" Huuuuu...." Ayu rame-rame disoraki. Namun tetap mendapat menu yang dia minta.
Malam itu menjadi malam perpisahan bagi Ayu dan kelima sahabatnya, karena menjelang pagi dia sudah diantar oleh Petro menuju kota kecil bernama Wonogiri tempat Vony berada.
Bermaksud menghindari masalah, tetapi dia tak pernah menduka ternyata dia malah mendekati sumber masalah. Apakah itu? Tetap stay ya....
__ADS_1
Komen dong... Jangan pada diem-diem bae...
Kalau perlu ajak temen2 mampir kesini biar rame....