
Abbas berasa diuji kesabarannya sama Ayu. Dia meminta Ayu datang untuk bicara, tetapi yang terjadi dia kini malah duduk diam melihat Ayu yang sedang makan.
" Perempuan gak ada jaim-jaimnya makan!" Abbas berdecak melihat Ayu yang dengan lahap menikmati nasi gorengnya.
Abimanyu sendiri hanya diam saja di samping Ayu, hanya sesekali melirik Ayu yang dikatai oleh Abbas.
Makan ya makan, kenapa harus jaga image?!
10 menit kemudian, Ayu sudah selesai dengan makanannya.
" Saya sekarang sudah kenyang, sudah punya tenaga kalau anda mau mengajak saya berdebat." ucap Ayu sambil menyelesaikan mengelap bibirnya dengan tisu.
" Baru kali ini saya menemui perempuan yang tidak malu makan di depan laki-laki dengan..."
" Apa?" Ayu memotong kalimat Abbas.
" Anda mau bicara atau mengomentari cara makan saya. Jangan lemes deh."
Abimanyu hanya bisa menahan tawanya dalam hati mendengar kalimat Ayu.
Perempuan ini emang beda dari dulu.
Abbas dengan perasaan jengkelnya akhirnya memulai berbicara.
" Kita tidak jadi batal nikah!" ucapnya dengan nada dingin.
" Emang kapan saya setuju menikah dengan anda?" ucap Ayu dengan santainya.
Abimanyu menatap Ayu dengan tatapan yang sulit diartikan, sedangkan Abbas tersenyum mengejek.
" Bukankah kamu sudah setuju saat orang tuamu menjodohkanmu dengan saya?"
" Itu sebelum saya bertamu anda. Jangan ge-er." ucapan Ayu membuat harga diri Abbas terluka.
" Maksud kamu apa?" Abbas tidak terima.
" Saya memang setuju untuk dijodohkan dengan laki-laki yang menurut orang tua saya baik. Tetapi setelah saya tahu anda, sepertinya saya akan dengan senang hati untuk menolak."
" Lantas kenapa tiba-tiba anda mau menikah dengan saya? Apa karena saya cantik, dan anda mulai suka sama saya." ucap Ayu dengan kepercayaan dirinya yang Abbas sendiri tidak menyangka.
Sebenarnya Abbas sendiri juga terkejut melihat penampilan Ayu saat ini.
Ayu masih mengenakan kostum panggung dengan riasan yang natural tetapi tetap menojolkan kecantikan alami dari seorang Ayu. Karena terburu-buru, Ayu belum sempat mengganti pakaiannya.
" Kamu bukan satu-satunya orang cantik yang pernah saya temui." Abbas tertawa mengejek.
" Ya tentu saja. Lalu katakan alasannya kenapa saya harus menikah dengan anda?" tanya Ayu.
" Demi kesembuhan Papa saya."
" Hah!" Ayu menggeleng tak percaya, begitu pula Abimanyu yang langsung ikut menatap Abbas.
" Memang apa hubungannya pernikahan dengan orang sakit?" tanya Ayu.
" Saya takut....."
__ADS_1
" Saya kira anda tidak pernah punya rasa takut!" potong Ayu. Dia sudah tahu kemana arah ucapan Abbas.
" Anda mau memenuhi permintaan Bapak anda, berharap Bapak anda sembuh. Lalu bagaimana jika tidak?"
" Kamu mendoakan Papa saya!" Abbas menatap marah pada Ayu. Tetapi Ayu tak gentar dengan tatapan Abbas.
" Kalau saya tidak mau, anda mau apa?" tantang Ayu.
Abimanyu bertepuk tangan dalam hati melihat Ayu yang terlihat tenang menghadapi serangan dari Abbas. Jelas Abimanyu menatap bangga dengan perempuan kuat seperti Ayu.
Perempuan memang makhluk lemah lembut, tapi bukan berarti lemah!
" Saya yakin kamu pasti mau. Karena orang tuamu dan Mamaku sudah menentukan hari dan tanggal pernikahan kita." ucap Abbas dengan nada penuh kemenangan. Bahkan Abbas menyunggingkan senyum yang bisa dibilang membuat Ayu tertawa.
" Kenapa anda nampak senang akan menikah dengan saya? Bukankah anda ingin menolak perjodohan ini?"
Abbas yang tadi sempat menyunggingkan senyum kemenangan, lantas terdiam.
" Saya akan pikir ulang jika itu keputusan orang tua saya. Karena saya yakin, anda belum mengatakan tentang penolakan anda atas perjodohan ini." ucap Ayu sambil mengemasi tasnya, dia harus segera pulang. Karena masa liburnya sudah selesai, dan besok dia harus kembali bekerja di klinik.
" Jika mereka tahu anda menolak dijodohkan, saya yakin pernikahan ini tidak akan terjadi. Kecuali anda juga menginginkan menikah dengan saya." ejek Ayu.
" Saya mau menikah sama kamu karena keadaan Papa saya!" tegas Abbas.
" Jika saya tidak peduli?" tantang Ayu.
" Berarti kamu tidak punya hati!" ucap Abbas. Ayu menyunggingkan senyum mengejek.
" Orang yang tidak punya hati ini, yang akan anda nikahi Dokter Abbas yang terhormat!" ejek Ayu.
" Kenapa anda tidak menikah dengan pacar anda saja. Tetapi malah memilih saya yang tidak punya hati?"
Sadar tidak, ucapan anda ini melukai Pak Abbas!
Abimanyu mengepalkan tangannya.
Seandainya aku gak pakai seragam, sudah tak tinju wajahnya! Abimanyu hanya bisa berbicara dalam hati. Sambil menatap datar wajah Abbas yang baginya menyebalkan.
" Ya, baguslah kalau anda masih bisa mendengarkan orang tua anda. Karena orang tua biasanya tahu yang terbaik untuk anaknya." ucap Ayu.
" Walaupun kadang mereka tertipu dengan yang dianggap baik. Semoga aja tidak ada penyesalan diakhir." Ayu bangkit bersiap untuk pergi.
" Saya permisi." Ayu diikuti oleh Abimanyu berjalan keluar dari kafetaria. Sedangkan Abbas hanya bisa menatap kepergian Ayu dengan tatapan tajamnya.
* * *
" Saya akan pulang, kalau anda mau kembali bertugas silahkan." ucap Ayu pada Abimanyu.
" Panggil saya Abi saja."
Dan saya Umi... wkwkwkw.
Tentu kalimat itu hanya dalam hati Ayu. Nyata kalimat yang keluar dari mulut Ayu berbeda.
" Pak Abi saja ya, saya kurang enak kalau harus mmemanggil hanya nama." ucap Ayu.
__ADS_1
" Apa saya terlihat setua itu, sampai harus panggil saya 'pak'?" tanya Abimanyu.
Obrolan mereka kini mendadak mencair, karena Abimanyu yang biasanya diam kini tersenyum.
Serrr.....
Ya ampun... Ganteng banget*!
Susah payah Ayu menahan agar tidak terpesona dengan pemandangan indah di depannya itu.
" Tapi seragam anda...."
" Panggil saya Kak aja.... Teman-temanmu dulu panggil saya begitu kan?" pertanyaan Abi membuat tau melongo.
" Saya ingat kita dulu sering bertemu di sekolah." ucapan Abimanyu membuat Ayu tersenyum kikuk. Sambil mengangguk.
Dia ternyata masih ingat aku gaessss.
" Kalau begitu K-kak Abi, terima kasih sudah menjaga saya." ucap Ayu dengan nada canggung.
" Saya juga mau pulang. Kita bareng aja. Masih di Solo kan?" tanya Abimanyu. Ayu mengangguk.
" Masih... Kok tahu saya dari Solo?" tanya Ayu.
" Kita kan satu sekolah." jawab Abimanyu.
" Iya... Ya... Saya kira Kak Abi dari luar Solo." ucap Ayu.
" Saya asli Solo." jawab Abimanyu.
" Kita berangkat sekarang." ajak Abimanyu yang berjalan menuju mobil sport yang terparkir di halam depan rumah sakit.
Ayu mematung, membuat Abimanyu menoleh ke belakang.
" Ayok." tangan Abimanyu melambai, membuat kesadaran Ayu kembali.
" Oh... Ya... Ayok." Ayu bergegas berjalan mengikuti Abimanyu walaupun dengan kesadaran yang tidak penuh.
Oh my god.... Seandainya saja.....
Ayu! Berhenti bermimpi!
Ya... Jangan banyak bermimpi, nanti kecewa Yu...
Ayu menghibur dirinya sendiri.
Tapi ganteng banget.... 😍😍
Udah nikah belum ya?
Tanya enggak?
Tanya enggak?
Tanya.....
__ADS_1
Enggak....
Menurut kalian tanya gak gaes....? Aku butuh bantuan.... 😂😂😂