
Pagi itu Ayu mendapat pesan tanpa nama...
Kita perlu bicara, nanti sore tunggu saya di perempatan jalan besar...
Ayu bingung mendapat pesan itu, apalagi pesan itu mengajaknya bertemu, seolah-olah mereka sudah kenal.
Ayu yang notabennya cuek, tak menghiraukan pesan itu. Meletakkan hp di kasurnya, dan bersiap untuk berangkat bekerja.
Namun sebelum dia keluar dari kamar, hpnya berdering. Ayu melangkah kembali, lalu menatap layar hpnya...
" Siapa sih?" namun Ayu tetap mengangkat panggilan itu.
" Halo...."
" Nanti sore saya mau bicara sama kamu, tunggu saya di perempatan jalan besar."
Ayu terdiam, mencoba untuk mengingat pemilik suara yang mengatakan hal sama seperti pesan yang dia baca barusan.
Lama terdiam Ayu tak mendapat juga jawabannya hingga suara itu menyebutkan sendiri siapa dia...
" Saya Abbas."
Ayu terkejut... " Dokter Abbas?"
" Jangan pura-pura tidak tahu! Kita ketemu nanti!" Suara dengan nada ketus itu berakhir.
Ayu menatap layar yang sudah padam dengan penuh tanda tanya....
Darimana Dokter Abbas dapet nomerku?
Tapi kenapa dia minta bertemu?
__ADS_1
Bicara apa? Aku dan dia tidak ada yang perlu dibicarakan kan?
Ayu meletakkan kembali hpnya, lalu berjalan cepat keluar kamar menuju klinik, karena jam sudah menunjukkan pergantian jaga.
Seperti biasa Ayu bekerja. Telpon tadi pagi tak menggangu aktivitasnya sedikitpun. Bahkan ketika dia bertemu dengan Dokter Abbas yang cuek, malah kesannya menghindar darinya, Ayu juga melakukan hal yang sama.
Hingga jam pulang kerja akhirnya tiba.
Ayu berjalan pulang sendirian, karena Vony tidak dinas bersamanya, tetapi Vony kebagian jaga malam. Sedangkan dua rekan yang tinggal bersamanya bertugas sore menggantikannya.
" Von...."
" Hemm.." Vony mengalihkan matanya dari buku laporan kesehatan yang sedang dia kerjakan.
" Dokter Abbas dapet nomer aku dari siapa ya?" tanya Ayu sambil membaca ulang pesan yang dikirim oleh dokter Abbas tadi pagi.
" Gak tau... Emang kenapa?" tanya Vony.
Kening Vony terlihat berkerut, dia memikirkan mengapa Dokter Abbas mengirim pesan pada Ayu.
" Kenapa dia minta ketemu kamu? Kenapa gak ngomong langsung aja di klinik? Tadi kalian ketemu kan?" tanya Vony. Ayu mengangguk.
" Tapi dia gak ada ngomong apa-apa tuh. Malah kayak menghindar gitu." jawab Ayu.
" Kalau aku keluar nemuin dokter Abbas tanpa ijin Bu yayasan kena marah gak ya Von?" Ayu minta pendapat Vony.
" Kamu mau nemuin dia?" Vony malah bingung.
" Menurutmu temuin gak?" Ayu malah gantian bertanya.
" Kalau menurut kamu gak penting mending gak usah deh. Kan kamu sama Dokter Abbas juga gak ada hubungan apa-apa kan? Juga ada kepentingan apa coba dia minta ketemuan sama kamu?" Vony mengatakan keberatannya.
__ADS_1
" Gitu ya... Ya udah deh. Jadi gak usah dateng nih?" Vony mengangguk sebagai jawabannya.
" Kita cuma anak rantau Yu... Takutnya ada apa-apa. Malah bikin orang tua kawatir." tambah Vony menasehati Ayu. Ayu gantian yang mengangguk.
" Kalau gak kamu tanya dulu sama Dokter Abbas, ngapain minta ketemuan." ucap Vony.
" Apa gitu ya?..." Ayu berpikir, mungkin ada benarnya.
Ayu kemudian meminta kembali hpnya, lalu mengirim pesan pada dokter Abbas.
Maaf Dok... Kalau ketemuan saya tidak bisa. Kalau ada yang penting silahkan bicarakan lewat pesan atau telpon saja. Saya tidak bisa keluar tanpa ijin~ Ayundia
Pesan langsung terbaca, dan nampak Dokter Abbas langsung membalas pesan Ayu.
Saya butuh bicara sama kamu terkait foto ini!
Ayu terkejut dokter Abbas mengirimkan beberapa foto miliknya. Matanya membola, membuat Vony menatap curiga pada Ayu.
" Ada apa Yu?" Vony berjalan mendekat, lalu ikut menerima apa yang dilihat Ayu di hpnya.
" Kok dia punya foto kamu?" Vony bertanya, ikut bingung juga sama seperti Ayu.
" Aku juga gak tau...." mereka sama-sama diam.
" Atau jangan-jangan....!" Ayu mendekap mulutnya saat dia menyadari sesuatu.
" Apa?" Vony bingung karena Ayu kini melompat dari duduknya.
" Aku pergi ya Von." Ayu menghambur mengambil hpnya setelah mengenakan jaket.
" Yuuu... Kamu mau kemana?" teriakan Vony ternyata sudah tidak dihiraukan oleh Ayu, karena gadis itu sudah berlari menjauh.
__ADS_1
" Kenapa ya si Ayu?" Vony makin bingung.