
Saat itu gue udah ke ge'eran sendiri, belum apa-apa gue udah salah tingkah meluk guling erat-erat sambil nyabutin bulu ketek.
Padahal dia baru bilang mau jujur, belum tahu mau jujur soal apa. Aneh banget rasanya kalau gue bisa se gelisah itu hanya karena pertanyaan Olivia yang punya banyak makna.
Belum tentu juga dia mau jujur soal perasaannya ke gue, mungkin aja dia mau jujur soal kebenaran tentang jati dirinya yang ternyata adalah seorang waria.
"Sebenernya, aku bohong." Suara Olivia di telpon terdengar lemah.
"Bohong soal apa ya? Gue nggak ngerti."
"Aku bohong soal Sofi yang ilang. Sebenernya, dari awal gue udah tahu kalo dia nggak ilang sih, yan, gue pura-pura aja." Jelas Olivia.
"HAH?!" Gue nggak nyangka. "Jadi, dari awal lo cuma pura-pura kalo adek lo ilang?!"
"Iya, yan, maaf banget ya!" Suara Olivia di seberang sana terdengar sedih.
"Pantesan, lo kelihatan tenang-tenang aja tadi siang, nggak panik sama sekali!" Kata gue.
Sumpah ini cewek aneh banget. Waktu MOS gue inget dia feminim dan keliatan pinter, gue sempet berfikir kalau dia adalah cewek normal yang feminim, tapi setelah sifat aslinya keluar ternyata dia juga polos.
Sekarang gue mulai berpikir kalau Olivia adalah cewek mayan aneh yang sedikit nggak waras.
"Lo pura-pura begitu biar apa sih, aneh banget jadi orang?" Tanya gue.
"Jujur, biar aku bisa ngabisin waktu bareng lo." Katanya.
"Kenapa nggak nyapa biasa dan bilang aja?" Gue sedikit kesel.
Dia menjawab "Riyan, di sekolah, sebenernya aku kadang suka merhatiin. Kamu selalu sendirian di kantin, kayak nggak punya temen. Duduk di bawah pohon sendirian, pendiem. Baca buku sendiri, kamu beda." Olivia menghela nafas dan melanjutkan "Aku jadi agak canggung kalo mau nyapa."
"Oh..."
"Tapi, yan, setelah ngabisin waktu bareng, ternyata kamu nggak seperti apa yang aku pikir kamu peduli juga ya sama orang, kamu juga baik, enak diajak ngobrol, nggak se cuek yang temen-temenku bilang." Olivia terdengar senang.
Jujur, rasanya hati gue seneng banget ketika Olivia bilang gitu. Gue berasa melesat ke langit, terbang di antara bintang-bintang. Gue tersenyum setelah mendengar apa yang dia katakan.
Kayaknya gue harus bilang deh kalau gue terus-terusan mikirin dia, sekalian mau nanya gue kenapa. Lagian yang bikin gue ngerasain perasaan aneh kayak gini cuma dia, jadi mungkin aja dia juga tahu sebabnya.
__ADS_1
"Liv?" Gue sedikit gugup.
"Apaan?"
"Kok dari tadi gue mikirin lo terus ya, nggak tahu kenapa wajah lo tiba-tiba muncul di pikiran gue tiap kali gue merem, di saat itu juga hati gue ngerasa nyaman. Lo tahu nggak kenapa?" Gue berkata jujur, polos banget.
Sambungan telpon terputus. Setelah gue ngomong kayak gitu, dia langsung nutup telponnya. Gue ngeliatin HP dengan ekspresi datar. Kayaknya gue salah ngomong deh.
Nggak lama kemudian, dia ngirim WA yang isinya "Itu namanya kamu lagi jatuh cinta. Besok bolos sekolah bareng yuk!"
Gue tersenyum lebar sambil memegang erat HP gue, bunga kebahagiaan seakan mekar memenuhi relung hati. Tiap kali gue mikirin Olivia, hati rasanya bergetar.
Malam itu, gue tidur sambil tersenyum menikmati indahnya cinta pertama.
Besoknya, kita beneran bolos sekolah bareng. Jalan-jalan diatas trotoar dipinggir jalan, menikmati susana kota sambil ngobrol. Lama-lama kita mulai saling terbiasa.
Gue pun cerita kalau gue sebenernya udah bolos berulang kali dari sekolah. Dia sedikit kaget dengernya, enggak nyangka dengernya, tapi nggak berlebihan dan malah ngasih semangat untuk terus maju, Olivia orang yang baik.
Gue yang nggak percaya pun bertanya "Kenapa sih, lo tertarik sama gue, padahal gue nggak cakep-cakep amat. Kaya juga nggak, baik... juga nggak. Kenapa sih?"
Dia tersenyum "Kalo kamu cakep trus akusuka sama aku, itu artinya aku nafsu. Kalo kamu tajir trus aku suka sama kamu, itu artinya aku matre." Olivia megang pundak gue, kemudian bilang "Nggak tahu kenapa, ketika ngeliat kamu hatiku rasanya nyaman. Sama kayak yang kamu rasain semalem."
Gue tersipu, mulut gue kaku. Jantung gue berdetak cepat.
"Mungkin mulai nanti malem dan seterusnya, bukan tidur yang bikin aku mimpi, tapi kamu" Kata Olivia sambil tersnyum manis.
Pohon-pohon sedikit bergoyang tertiup angin, daun keringnya beguguran. Jalan raya di samping kita mulai di padati aktifitas orang-orang yang sibuk. Cuitan burung pipit yang saling bersautan seakan memeriahkan suasana pagi yang menyenangkan.
Gue memandangi Olivia yang tersenyum, rambutnya melambai tertiup angin. Saat itu dia kelihatan anggun dan cantik banget.
---
Angin berhembus kencang lewat jendela kamar gue yang terbuka lebar. Karena gue habis mandi, rasanya seger di terpa angin malem. Sejenak entah kenapa gue tadi jadi keinget tentang pertemuan gue dan mantan gue, Olivia. Gue tersenyum.
"Kalau enggak salah, nama webnya udah bener." Gue bergumam seraya mengetik di laptop.
__ADS_1
Jari gue menekan tombol enter.
Adit mengirim pesan WA kalau dia udah memasukan gambar karyanya ke website komik yang ngadain lomba berhadiah 10 juta rupiah. Katanya, dia menulis namanya sebagai ilustrator dan nama gue sebagai penulis ceritanya. Gue sedikit bersemangat.
Gue menggeser kursi untuk mencari posisi ternyaman. Setelah menunggu buffering beberapa lama, gue berhasil masuk ke website komik online tersebut. Di website tersebut melampirkan iklan event lomba komik yang lumayan besar dengan animasi karakter anime chibi yang dikasih balon percakapan, dalem balon percakapan itu ada tulisan, "KALIAN MERASA PUNYA BAKAT MENGGAMBAR KOMIK? JANGAN BIARKAN BAKAT ITU JADI SIA-SIA, SEGERA DAFTARKAN DIRIMU DALAM LOMBA MENGGAMBAR KOMIK. UNTUK PERSYARATAN DAN KETERANGAN LEBIH LANJUT, KLIK LINK DIBAWAH INI, YA!"
Bibir gue tersenyum abis ngeliat dan ngebaca apa yang karakter chibi itu bilang. Gue nge-scroll kebawah untuk iseng. Di beranda website, banyak judul-judul komik yang tampak menarik dengan pembaca yang jumlahnya jutaan.
Gue terkagum-kagum ngeliat angka jumlah pembaca dari masing-masing judul. Kalau ada di beranda website, pasti karya-karya itu bagus dan sedang populer.
Karena lama-lama ngerasa penasaran, gue iseng ngebaca salah satu komik genre fantasy yang berjudul, "Vampir Yang Dikutuk Menjadi kucing." Dengan jumlah pembaca mencapai 2 juta lebih.
Komik tersebut bercerita tentang seorang gadis vampir cantik bernama Alisa, yang berumur ratusan tahun. Suatu hari ketika dia hendak menghisap darah remaja laki-laki SMA, entah mengapa dia merasakan perasaan aneh, perasaan yang tak pernah ia rasakan seumur hidupnya, ia jatuh cinta pada mangsanya. Singkat cerita, raja vampir yang mengetahui kalau Alisa jatuh cinta pada manusia, mengutuk Alisa menjadi seekor kucing.
Gue lumayan tertarik untuk terus baca. Kadang gue ketawa, kadang juga gregetan pas baca komik itu, menarik banget walau absurd.
Lama-lama, gue malah larut dalam membaca komik di website itu. Dari "Vampir Yang Dikutuk Menjadi Kucing." Gue pindah ke judul-Judul yang lain sampai lupa waktu dan lupa dengan tujuan gue ngebuka website komik online ini.
Bersambung...
__ADS_1