Bukan Ustadz I (Unrevised)

Bukan Ustadz I (Unrevised)
10. Ini bukan akhir dari segalanya (End S1)


__ADS_3

..."Aku berteman dengan kalian tanpa ada jarak ataupun batas yang seharusnya haram bagiku karena aku belum mengerti, kau mengatakan padaku untuk sadar diri jadi mulai sekarang kita tidak bisa lagi seperti dulu." @dokterhoki_...


Sudah sebulan sejak terakhir kali kita bertemu, entah apa yang akan terjadi dengan hubungan persahabatan kita. Aku mulai menggunakan hijab dan baju yang lebih tertutup dibandingkan waktu pertama kali aku masuk sekolah, teman-teman juga banyak yang ingin mengobrol denganku.


"Amanda, kemarin ada anak laki-laki yang ingin bertemu denganmu. Kalau gak salah namanya Ryan, Sehun, dan ketua kelas." Ucap temanku, Glen.


"Steven?" Balasku membuatnya sedikit melirikku.


"Huh, siapa lagi yang akan memanggilnya dengan berani selain kamu. Bahkan aku merasa hawa yang diberikannya lebih ringan saat bersamamu." Ucap Glen panjang lebar sembari menulis sesuatu di bukunya.


"Hmm.."


Glen adalah anak terpintar di kelas, setidaknya sebelum ada aku. Setelah aku menduduki peringkat pertama ia dibully karena sifatnya yang pendiam, aku menjadikannya temanku dan menariknya dari dunia yang menyeramkan. Bahkan sebelum aku menjadikannya sebagai temanku ia mengalami penurunan, bahkan ia menjadi peringkat terendah. Kondisi mentalnya yang rendah membuatku tidak dapat memalingkan pandangan darinya.


"Glen.." Panggilku ragu-ragu.


"Tidak apa-apa, nanti pamanku menjemputku. Jadi bertemulah dengan teman-temanmu oke?" Ucap Glen seakan-akan dia tau apa kata hatiku.


"B-baiklah, ngomong-ngomong pamanmu kan menyeramkan. Mengapa tidak menjadi guru saja di sekolah ini? Hahah aku hanya bercanda." Ucapku mencoba menghentikan suasana yang canggung tanpa obrolan ini.


"Aku ingin, tapi paman punya banyak pekerjaan kantoran. Dia menyeramkan karena selalu melampiaskan rasa lelahnya di gym, bahkan dia berusaha tersenyum untukku. Aku merasa lelah karena terlalu lemah." Ucapnya dengan nada kesal.


"Tidak! Kamu kuat, percaya padaku!" Balasku penuh penekanan.


"Tapi.."


"Tidak ada kata tapi! Pokoknya kamu itu anak yang kuat oke?" Ungkapku tetap tersenyum padanya, aku merasa memang seperti itu adanya.


"O-oke."


Sebenarnya aku sudah tahu latar belakang Glen, ia adalah anak angkat dari seorang gangster kota. Memang terkadang kerusuhan selalu menyelimuti kehidupan, dimana-mana selalu ada dan tidak akan hilang. Tetapi anak yang bisa menahan emosinya adalah anak yang kuat, yang tidak mencoba membalas dendam kepada teman-temannya meskipun sebenarnya ia adalah anak yang kuat adalah salah satu kunci kekuatan. Sebenarnya aku memiliki keyakinan seperti itu karena suatu hal yang terjadi beberapa hari yang lalu.


Flashback


Jam olahraga akan dimulai bener menit lagi sedangkan aku masih belum mengganti bajuku karena baru menyelesaikan tugas dari guru, saat kakiku melangkah ke kamar mandi. Aku melihat seluruhnya penuh dengan siswi-siswi, akhirnya aku mencari ruang kosong tanpa menyerah.


(Brak!) ("Hahahaha")


Terdengar jelas suara sesuatu yang jatuh dan segerombolan anak perempuan yang sedang tertawa terbahak-bahak, aku berusaha mencari sumber suara itu dengan berlari.


'Apasih?' Batinku sedikit kesal.


Setelah itu aku menemukan lima orang gadis tengah merundung seorang gadis dengan menuangkan air, aku menggerakkan gigiku dan tanganku dengan sempurna mengepal kuat.

__ADS_1


"Sekarang ayo masukkan kain ini ke mulut jalan* siala* ini hahah!" Ucap seorang gadis di sampingnya.


'Bye kehidupan sekolahku yang damai...~~'


"Hentikan." Ucapku sambil tersenyum lebar.


Aku memandang lima gadis itu penuh kebencian, aku tidak suka anak yang suka merundung siswa yang lemah.


"Bisakah kalian pergi." Ucapku membuat mereka sedikit terdiam.


Disaat mereka membeku tiba-tiba seorang gadis menghampiriku dan berbicara dengan nada yang sombong.


"Dia budak kami, apakah kamu ingin bergabung dan menjadi teman kami untuk bersenang-senang dengannya?" Tanya anak itu penuh percaya diri.


Aku membalikkan tubuhku ke arahnya. Perlahan aku mendekati wajahnya sembari mengelus lembut rambutnya yang tergerai bebas, rambut pirang catokan ini benar-benar cocok untuk gadis sok sepertinya.


"Hm, baiklah aku bisa bergabung denganmu. Lalu aku jadikan kamu budaknya, kuhancurkan make up menor ini dan kusiram wajahmu dengan bensin sebagai ganti air. Karena aku tau air terlalu biasa untukmu." Ancamku membuatnya sedikit bergidik.


"Jika tidak mau. Pergi sekarang!" Tegasku membuatnya berlari bersama dengan teman-temannya.


Disaat mereka berlari, aku berniat mengajak gadis yang masih terdiam itu untuk segera mengganti bajunya. Aku mengarahkan tanganku kepadanya, lalu tiba-tiba ia menepis kuat tanganku.


"Ada apa?" Tanyaku heran padanya.


"Kamu.."


"Ya, aku buta.. aku dibully karena ini, sebaiknya kamu menjauh darik-"


Aku memeluknya erat tanpa peduli pada air disekitar kita.


"Aku tidak masalah, jadilah temanku. Jangan pergi kemanapun jika tidak aman, jadikan aku tamengmu." Sungguh aku mengucapkan dengan niat kuat di hatiku.


"Hahahaha, kamu lucu. Aku bukan orang lemah, sudah-sudah sebaiknya kita ganti baju." Ucapnya membuatku sedikit lega.


"Ayo bersama." Ajakku membuatnya terkejut.


"Bisakah kita sendiri-sendiri saja?" Pintanya membuatku langsung menariknya.


(Brak!)


"Kita sudah masuk kamar mandi, sekarang lepas baju basahmu dan kenakan saja bajuku yang masih kering. Ayo cepat." Paksaku membuatnya menghela nafas panjang.


"Jangan menyesal." Ucapnya membuatku sedikit tertawa.

__ADS_1


"Hahahah aku tidak akan..."


Sungguh aku tidak menyangka akan melihat hal ini, bagaimana bisa tubuh itu diisi dengan luka-luka lama dan dari mana asalnya otot lengan itu yang sedari tadi tertutup rambut panjangnya.


"Kan? Kurasa belum terlambat untuk mundur." Ucapnya sembari memamerkan senyumnya, disaat ia berniat memakai bajunya lagi aku mencegahnya.


"Pakai bajuku atau kau akan masuk angin." Ucapku membuatnya semakin terkejut.


"Aku tidak kaget karena aku lebih sering melihat ini di rumah asliku, jadi tenang dan pakai saja bajuku." Ucapku berusaha untuk tetap tenang.


Aku akhirnya mengganti bajuku bersama dengannya di kamar mandi itu, kami berolahraga bersama. Tanpa kusadari ternyata ia adalah teman sekelas ku.


Flashback end


Sekarang aku sudah berada di atap gedung lama yang rumornya berhantu, tapi itu benar adanya karena tempat ini benar-benar dihantui tiga anak laki-laki yang selalu menghilang.


"Ada apa Steven, Ryan, Sehun?" Tanyaku langsung to the point.


"Kenapa kamu akhir-akhir ini menghilang? Bagaimana bisa kamu selalu sibuk ketika kami menghubungi selulermu?" Tanya Sehun mencoba membuka pembicaraan dengan pertanyaan.


"Aku memang sibuk, lagipula aku tidak bisa bermain-main di semester ini kan? Aku bukan anak ajaib seperti Steven yang bermain tetapi tetap mendapatkan nilai bagus." Balasku sedikit tersenyum kepadanya.


"Tapi mengapa seolah-olah kamu menghindari kami semenjak kamu memakai kerudung itu?" Tanya Ryan sedikit menurunkan nadanya.


"Tentu saja kamu seharusnya tahu alasanku kan?" Tanyaku membuatnya terlihat terkejut.


"Apa kamu masih marah?" Tanya Steven singkat.


"Tidak, aku tidak marah. Aku hanya butuh waktu untuk sendiri dan mencari tahu bagaimana cara bersikap kepada kalian semua." Ungkapku tetap tenang.


"Kami benar-benar minta maaf, tolong tetap bersama kami.." Pinta Ryan membuatku menggertak gigiku.


"AKU TIDAK MEMBENCI KALIAN. AKU BILANG AKU HANYA BUTUH WAKTU. TIDAK BISAKAH KALIAN TIDAK MEMAKSAKU?! KALIAN HARUSNYA TAHU BETAPA MENGGANGGUNYA PESAN-PESAN YANG DATANG BERGANTIAN DI SETIAP DETIK DAN SETIAP WAKTU. HARGAI AKU JUGA DONG!" Teriakku tak dapat menahan diri, pada akhirnya aku pergi meninggalkan mereka.


Aku pergi tanpa meninggalkan kata lain selain itu, aku merasa kesal sehingga semua nomor mereka ku hapus. Mereka tidak bisa menghargaiku meskipun tau aku butuh waktu untuk sendiri dan menyerap pertentangan diantara kita. Mengapa mereka tidak memikirkan solusi dari apa yang mereka katakan padaku.


...End Season 1...


..."Menjaga perasaan orang lain memang bukan kewajiban manusia, tetapi alangkah baiknya jika setiap manusia selalu menjaga perasaan satu sama lain supaya tidak saling menghancurkan." ...


・⁠ω⁠・☞ "Please Vote and Coment🌟"


^^^-Thx^^^

__ADS_1


__ADS_2