Bukan Ustadz I (Unrevised)

Bukan Ustadz I (Unrevised)
8. Grub Chat Pertamaku


__ADS_3

...Cooking Mama Club ...


...Anda, Sehun Hastra, Naomi Ryan, Rasmus Steven.....


...[🅰🅽🅳🅰 🆂🅴🅺🅰🆁🅰🅽🅶 🅰🅳🅰🅻🅰🅷 🅰🅳🅼🅸🅽]...


Sehun_


Woi! Nanti kita jalan-jalan jam berapa?


Ryan_


??


@Rasmus_


@Amanda_


^^^Anda^^^


^^^Bagaimana kalau jam 08.35 di taman kota?^^^


Ryan_


Ide bagus! Aku setuju!


Sehun_


Aku juga woi! Ayo sekarang kita tidur!


^^^Anda ^^^


^^^Tunggu, kalian belum mendapat persetujuan dari Steven.^^^


Sehun_


Dia diam kaya batu, dibaca doang paling.


Rasmus_


Aku ikut, tapi alangkah baiknya kalau lebih pagi supaya kalian bisa sarapan di rumahku terlebih dahulu. Bisa?


Ryan_


Yay! Makan gratis!


Sehun_


Aku ikut kalau Amanda ikut.


^^^Anda ^^^


^^^Aku juga ikut hehe, sepertinya menyenangkan.^^^


Rasmus_


☺️ Baiklah, jika besok mau dikasih makanan yang bergizi tidur sekarang. Agar tidak ada racun di atas makanan kalian.


Ryan_


Iya pak!


Sehun_


Baiklah..


Rasmus_


Bagaimana dengan Amanda? Apakah anda setuju untuk tidur sekarang?


^^^Anda ^^^


^^^Tentu saja, aku sudah siap. ^^^

__ADS_1


Rasmus_


Bagus.


...Obrolan ditutup oleh admin [Rasmus]...


Angin menyapu halus gorden berjaring yang terpasang kuat, tampak sebuah ruangan bernuansa hitam. Seseorang tengah menikmati udara pagi hari dengan satu batang rokok listrik di tangannya, mata cokelatnya memandang tajam kearah anak-anak yang datang.


"Sudah pukul 07.00 ya, mereka datang untuk makan." Gumamnya mematikan rokoknya dan meletakannya di atas meja.


Ia keluar dari kamarnya menuju ruangan yang lebih besar, ia melihat seorang anak laki-laki tengah sibuk di dapurnya.


"Teman-temanmu sudah mau datang. Cepat siapkan, untukku taruh di meja kantor saja." Ucapnya.


"Iya kak, aku sudah membuatkan bekal juga untukmu bekerja di kantor. Nanti dimakan ya kak, sekalian teman sekantor kakak."


"Ven memang adik laki-laki yang perhatian ya."


(Ting tong!)


Suara bel pintu berbunyi pertanda teman-teman Steven baru saja sampai ke rumahnya, ia menata masakan yang telah ia siapkan. Segera ia lepas celemek yang ia kenakan lalu menuju ke arah pintu utama untuk menyambut teman-temannya.


"Selamat datang." Sambut Steven dengan nada rendah seperti biasanya.


"Hallo~! Kamu rindu aku kan sayang~" Balas Ryan dengan nada mengejek.


"Hallo kawan, aku ingin makan gratis." Balas Sehun dengan nada sok pahlawan, terlebih backgroundnya tiba-tiba nampak seperti cahaya dari surga.


"Menyebalkan." Gumam Steven kesal.


"Hallo Steven, aku membawakan makanan manis sesuai janjiku kemarin. Aku bahkan tidak bisa tidur loh." Ucap Amanda yang membuat Steven terdiam, ia sadar dan bersyukur akhirnya ada teman yang waras.


(Brak!)


Terdengar jelas suara pukulan meja dan suara langkah kaki dengan hentakan keras menuju arah pintu, semua orang terdiam.


'Waduh kenapa harus ada kakak kamu Stev?' batin Ryan gelisah.


"Oh ini kakakku Sabila Rasmus, dia memang dandanannya seperti ini." Ucap Steven santai.


"Siapa anak perempuan ini?" Tanya Sabila dengan nada mengancam yang nampak jelas dari wajahnya.


"Saya Amanda N. Saya teman baru Steven, kami ingin mengadakan acara kecil-kecilan untuk merayakan pertemanan kami agar kami lebih akrab." Ucap Amanda berusaha tetap tenang menghadapi pertanyaan dari sang kakak, ia tahu seorang kakak yang satu ini sangat mementingkan etika.


"Ohh~ aku terkejut Steven membawa teman gadisnya ke rumah. Baik, kakimu sudah beku jadi ayo masuk." Ajak Sabila merangkul bahu Amanda akrab.


Mereka menjauhi para anak laki-laki dengan obrolan yang tidak dapat mereka tahu.


"Apa ini akan baik-baik saja?" Ucap Sehun khawatir.


"Aku menyesal mengharapkan makanan gratis tapi Amanda harus diambil." Ucap Ryan sedikit menaruh nada lebay miliknya.


"Dia akan lebih baik-baik saja dibandingkan saat bersama kalian." Balas Steven dingin, ia pergi menuju meja makan.


Pada akhirnya mereka bertiga berakhir dengan obrolan khas anak laki-laki tanpa melihat batang hidung Amanda, mereka penasaran apa yang dilakukan iblis Sabila itu.


"Apa dia tidak apa-apa?" Tanya Sehun setelah selesai makan.


____


Catatan kasus Sehun's : Babak belur ditangan Sabila akibat mencuri makanannya + masuk rumah sakit akibat menyakiti adik satu-satunya.


____


"Apa benar ia aman Stev ?"


____


Catatan kasus Ryan's : Babak belur akibat melerai Sabila dan Sehun+terkena mental akibat omongan Sabila+ jatuh sakit akibat ikut serta pertengkaran Sabila dan Sehun.


____


"Tidak apa-apa, ia kejam tapi tidak mungkin jika itu Amanda." Balas Steven santai.

__ADS_1


____


Catatan kasus Steven's : Dipukul, ditendang, dilempar, ditarik, dicekik, dijambak, dicubit, dan lain sebagainya.


____


Mereka bertiga tampak khawatir namun tidak terlalu, pasalnya mereka tidak mendengar suara teriakan atau apapun yang mencurigakan.


"Kyaa!"


Suara teriakan akhirnya terdengar jelas menggema di seluruh ruangan, mereka bertiga langsung menuju tempat dimana Amanda dan Sabila berada.


"Ada apa?" Tanya Steven setengah berteriak.


"Diam kami sedang konsentrasi!" Tegas Sabila dengan remote control di tangannya.


"Kami sedang bermain game zombie yang seram." Ucap Amanda menikmati game bersama Sabila.


Mereka terkejut melihat pemandangan yang tidak pernah mereka lihat seumur hidup, bagaimana bisa iblis dan malaikat bersatu dengan akrab hari ini. Tampak Amanda tengah duduk di atas pangkuan Sabila yang diam menikmati game, Sabila yang biasanya mementingkan etika dan sikapnya selalu penuh pertimbangan pun seolah-olah terlena dengan Amanda.


"Oy bagaimana bisa jadi seperti ini? Mereka tidak memedulikan kita." Ungkap Sehun sedikit berbisik.


"Aku tau Amanda lebih kecil dari Sabila, tapi bagaimana bisa mereka akrab dalam hitungan jam?" Ucap Ryan sedikit memijat keningnya.


"Aku tidak bisa berkata-kata." Gumam Steven dengan menyilang kedua tangannya.


"Oh Steven, Sehun, Ryan! Ayo ikut main." Ajak Amanda yang melihat ketiga anak laki-laki malang di ujung pintu kamar.


Sabila yang melihat ketiga anak ayam itupun berfikir untuk mengalah, ia merasa telah merebut kesenangan mereka.


"Yasudah, aku akan pergi bekerja di ruang sebelah. Hari ini ada lumayan banyak pekerjaan, bersenang-senanglah dan jangan lakukan hal aneh." Ucap Sabila bangkit dari duduknya, mengelus kepala Amanda lalu meninggalkan kamar.


(Ceklek!)


Setelah pintu tertutup, Sehun, Steven, dan Ryan segera berlari kearah Amanda.


"Apa kau tidak disiksa oleh kakak?" Tanya Steven khawatir.


"Apa dia melakukan sesuatu? Katakan pada kami." Ucap Ryan lembut.


"Tidak kok, kakak Sabila baik banget. Orangnya asik, aku terus dipeluk sambil bermain. Aku mengobrol tentang keluarga, pertemanan, kepribadian, dan pendidikan di luar negeri. Biasa aja kok." Jelas Amanda polos.


"Wih, diinterogasi?" Refleks Sehun.


"Apa dia menyatakan hal yang sensitif?" Tanya Steven tetap dengan wajah khawatir.


"Gak kok, oh iya! Karena mau hujan, ayo main di rumah Steven aja. Tadi aku disuruh di rumah aja sama kak Sabila soalnya cuacanya buruk." Ucap Amanda tersenyum lebar.


"Oke, tapi memang mau main apa?" Tanya Ryan bingung.


"Lempar guling?" Usul Sehun yang dibalas tatapan dingin dari Ryan dan Steven. "Baiklah, itu bukan ide yang bagus." Ucap Sehun mengalihkan pandangannya.


"Bagaimana kalau kita mengobrol saja sambil memakai piyama? Atau memasak untuk camilan film horor? Atau bermain kartu. Ada banyak ide loh." Ucap Amanda senang.


"Aku setuju dengan pesta piyama." Ungkap Steven blak-blakan.


"Aku juga." Tambah Sehun dan Ryan kompak.


"Oke kita pesta piyama yaa! Aku juga mau memasak jadi kita bisa menonton film juga."


Steven sedikit menyerngitkan dahinya melihat Amanda berpenampilan berbeda hari ini.


"Kenapa rambutmu tidak berwarna biru lagi?" Tanya Steven yang dibalas anggukan kedua teman laki-lakinya.


"O-oh, aku hanya ingin berpenampilan berbeda hari ini. Jangan khawatir! Ini hanya semir semprot, warnanya hanya bisa bertahan satu hari hehe. Sebenarnya aku ingin pergi keluar tanpa menarik perhatian orang-orang jadi  aku mencoba mewarnai rambutku, jelek ya?" Ungkap Amanda panjang lebar.


"Tidak, itu cantik." Singkat Steven membalas omongan Amanda.


Bersambung


・⁠ω⁠・☞ "Please Vote and Coment🌟"


^^^-Thx^^^

__ADS_1


__ADS_2