Bukan Ustadz I (Unrevised)

Bukan Ustadz I (Unrevised)
7¹ Berakhirnya Satu Musim


__ADS_3

Bulan berganti musim pun ikut berganti, bunga plum yang mulai bermekaran menandakan musim semi akan tiba. Disitulah para kakak kelas akan mengadakan wisuda dan para pengurus OSIS akan disibukan dengan jadwalnya masing-masing.


"Kak, kenapa kepala sekolah kali ini memberikan ide yang begitu sulit sih?" Keluh seorang siswi kepada kakak kelas yang hampir lulus.


Tanaka Hanji, mantan ketua OSIS yang sekarang disibukkan dengan tugas baru. Ia dipersilahkan untuk memilih tema dan dekorasi yang disiapkan oleh setiap angkatan, tentunya ia juga membicarakannya dengan anggota dan ketua OSIS yang sekarang.


"Aku setuju dengan kelasnya Misako, seperti yang diharapkan penuh dengan pertimbangan, anggarannya sempurna, dekorasi yang sederhana namun berkelas juga mewah. Bagaimana ketua?" Ungkap Hanji serius sembari menunjukkan lembaran laporan milik Misako.


Ketua OSIS hanya melihat sekilas namun matanya yang terkenal jeli itu langsung berbinar, sedari tadi ia mengabaikan laporan dari Misako karena menurutnya tidak akan menarik.


"Aku setuju, dari tadi aku mencari yang seperti ini tapi tidak ada. Ternyata kita sudah menemukan harta karunnya! Ini tidak terlalu menguras dana, bagaimana kamu bisa tau alat-alat ini ada di sekolah Misako? Aku bahkan tidak pernah melihatnya."


Misako tersenyum dan menjawabnya dengan ramah. "Saya hanya bertanya kepada beberapa guru dan petugas, teman-teman saya juga banyak membantu jadi itu tidak sepenuhnya pekerjaan saya. Saya hanya membantu sedikit."


"Bagus, bagaimana dengan kalian?" Tanya Hanji yang dijawab pernyataan setuju dari banyak anggota.


Rapat berakhir dengan suka cita, banyak siswa yang merasa cukup dengan ini karena uang mereka tidak terlalu terkuras. Meskipun sekolah akan membantu tetapi banyak anak-anak muda yang lebih memilih membayar warnet dari pada untuk kepentingan seperti ini. Misako merasa senang dengan hasil rapat kali ini karena kerja kerasnya dalam beberapa hari ini tidak terbuang sia-sia, ia berniat musim semi kali ini ingin ia lewati dengan baik.


'Mungkin ini pertanda baik!' Batin Misako senang.


Saat Misako sedang berjalan santai tiba-tiba ada seseorang yang menepuk punggungnya, ternyata itu seniornya.


"Ah! Tanaka-san mengagetkanku saja."


Hanji tertawa melihat keimutan anak berhijab cantik di depannya. "Hanji saja."


Misako membalasnya dengan senyuman. "Ada apa Hanji-san? Kenapa tiba-tiba mengangetkan aku?"


"Hmm.. aku hanya ingin bilang kamu luar biasa, sebenarnya aku tau kalau kamu sudah banyak berjuang untuk rencana kali ini meskipun kamu bilang seolah tidak melakukan apa-apa hahah.. Terimakasih ya.."


"Hm? memangnya aku melakukan apa Hanji-san?"


"Jangan pura-pura loh, aku mau lulus ni.." 


"Memangnya Hanji-san lulus?"

__ADS_1


"Jahat.."


"Aku bercanda hahaha, selamat atas kelulusannya."


Misako tersenyum lebar, hal itu sempat membuat dada Hanji berdebar kencang. Ia hampir saja mengungkapkan apa yang ia rasakan.


'Ah, aku hampir mengatakannya..' Batin Hanji sedikit takut.


"Hanji-san? Ada apa? Kenapa melamun?" Tanya Misaki sedikit khawatir dengan Hanji yang tiba-tiba terdiam.


Hanji yang gugup langsung terbata-bata. "Aa.. I-tu, aku pulang dulu ya.. hati-hati Misako-chan..~~"


Hanji langsung pergi berlari secepat kilat, bahkan Misako yang terkejut hanya melambaikan tangannya, ia melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Saat ia sampai di tempat yang cukup sepi, ia mulai merasakan suara langkah kaki mendekatinya. Tanpa ragu ia menoleh kebelakang dan tidak mendapati siapapun.


"... Jangan bersembunyi! Aku tau kau ada di balik tempat sampah itu Ryu-chan.." Teriak Misako tanpa takut.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Ryu keluar dari belakang tempat sampah.


"Sepertinya kau mau berbaur dengan tempat sampah ya tuan Ryu bau." Ucap Misako menyilang kedua tangannya.


Misako hanya menghela nafas panjang, selama ini bahkan kakaknya tidak berani menggodanya setelah tahu sifat aslinya yang tidak suka dijahili. Tetapi Raiden Ryu, orang yang baru sebulan bersamanya sangat berani menggodanya bahkan ia pernah menaruh bawang utuh di atas selai strawberry miliknya.


"Sudah kubilang jangan buat aku kesal kan, ayo pulang..." Ajak Misako setengah menggerutu.


"Baiklah~ ngomong-ngomong Hikari sedang bersama kakakku. Hari ini bagaimana kalau kita main game?"


"Hah? Kau gila! Aku akan main game kalau ada Hikari.." Marah Misako mendengar ajakan Ryu yang tidak masuk akal.


"Eits! Tunggulah penjelasanku sampai akhir! Maksudnya kita besok libur jadi ayo main game online, komputerku di rumahku dan komputermu di rumahmu. Paham?" Jelas Ryu yang dibalas tawa kecil dari Misako.


"Hahahaha, maaf aku ga dengar sampai akhir. Oke ayo! Jarang-jarang kan kita bisa main game?"


Mereka mengobrol layaknya air yang mengalir, banyak topik yang biasanya tidak mereka bicarakan ketika ada Hikari karena setiap hari Hikari adalah orang yang mencari topik.


"Maaf ya, aku lagi malas masak di rumah." Ucap Misako sembari membuka bungkus onigiri lalu memakannya dengan lahap.

__ADS_1


Ryu tersenyum, ia membuka sebungkus daging dada ayam. "Aku tidak masalah, lagipula sudah lama tidak makan makanan instan seperti ini hahaha.. jadi rindu.."


Misako memakan bagiannya dengan hikmat, rasa tuna ditambah mayonaise yang tidak terlalu pekat membuatnya merasa meleleh. Meskipun tidak seenak buatan nenek-nenek yang pernah ia temui, onigiri tetaplah makanan kesukaannya. Disaat ia tengah menikmati makanannya, tiba-tiba matanya tertuju pada Ryu.


"Kenapa kau hanya membeli dada ayam dan susu stroberi?" Tanya Misako penasaran.


"Um, aku tidak suka membeli makanan toko tapi yang paling sering kubeli adalah dada ayam karena rasanya enak. Tapi apa onigiri itu enak?"


"Enak! Mau coba?" Tanya Misako memotong sebagian onigirinya.


Ryu membuka mulutnya lalu Misako menyuap bagian Ryu kedalam mulutnya "Aaa~" dengan cepat Ryu memakannya dan menggigit dada ayamnya.


"Mmmhhhh~♡!"


"Rasanya enak banget ya?" Tanya Misako yang dijawab anggukan semangat dari Ryu.


Ryu memotong sebagian dada ayamnya dan mengarahkan di depan mulut Misako, Misaki melakukan hal yang sama dengan memakan onigirinya "Mmm~~!"


Entah mereka sudah terlalu lama tidak memakan makanan cepat saji atau mereka memang terlalu banyak pikiran sehingga makanan seperti ini bisa menakjubkan di lidah mereka.


"Enak banget kan?" Tanya Ryu yang dibalas anggukan antusias dari Misako.


Mereka menghabiskan makanan dengan cara yang tidak dapat dideskripsikan, orang-orang melihat mereka seperti pasangan muda tetapi bagi mereka ini adalah hal biasa bagi seorang teman.


"Kenapa kau pulang larut? Harusnya kan kau pulang lebih cepat dariku sekitar jam tiga sore atau paling tidak jam empat, tapi kali ini kau pulang hampir jam enam loh."


"Oh, hari ini aku berdiam diri di perpustakaan untuk menyelesaikan beberapa naskah. Sebenarnya tadi aku pulang hampir bersamaan dengan waktumu keluar ruang rapat, tapi melihatmu mengobrol dengan kakak senior membuatku sedikit terganggu~~" Jelas Ryu sedikit menggoda Misako.


"Kau ini, dia kakak yang suka membantuku. Kau tau tidak dia itu mantan ketua OSIS, jadi aku harus membantunya semaksimal mungkin!"


"Yaya~"


Mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol tanpa menyadari seseorang yang tengah mengamati mereka dari kejauhan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2