
..."Penyesalan selalu ada di akhir tetapi bukan berarti itu akhir dari segalanya." @dokterhoki_...
Rumor beredar jika Sekolah Internasional Permata Indah mempunyai gedung berhantu, katanya itu adalah gedung tak terpakai yang terbengkalai begitu saja. Gedung itu tidak dimanfaatkan atau digusur untuk membuat kelas baru, tapi hanya dipasang tanda larangan masuk.
'Siapa juga yang gak termakan rumor kalo ada tanda larangan masuk kek gini?' Batin Amanda sesak begitu menaiki anak tangga menuju lantai atas gedung.
Disaat siswa gila di depan Amanda membuka pintu berkarat yang tampak rapuh itu, Amanda pun pasrah dengan keadaannya.
"Ngapain tutup mata? Ayo ikut aku." Ajaknya sambil memandang sekilas wajah ketakutan Amanda.
"Hik! Apa ini akan baik-baik saja?" Ucap Amanda sedikit menahan cegukannya.
"Ini aman, setidaknya untukku. Tenang saja." Ungkap anak itu menarik tangan Amanda.
Amanda hanya mengikutinya dan tanpa sadar ia mulai terpaku dengan pemandangan dari atas, bagaimana bisa tempat itu terbengkalai.
"Tempat ini jauh dari kelas dan sebenarnya jauh dari sekolah, tapi karena tadi kita lewat jalan pintas jadi agak cepat. Tak perlu takut, sebenarnya ini di luar jangkauan sekolah." Kata-kata itu sedikit membuat Amanda terkejut hingga memandang tajam anak yang dikata ketua kelas itu.
"Gila! Gimana kau bisa tunjukkan padaku tempat di luar sekolah ini? Nanti kalau guru-guru tau gimana? Kau kan ketua kelas!" Celoteh Amanda penuh keheranan.
"Tenang saja, ibuku kepala sekolah di sekolah ini. Katanya jika waktu istirahat aku tidak merasa tenang, aku bisa istirahat di tempat ini. Nah kita sampai." Ungkapnya menunjukkan tempat dengan meja dan kursi, tetapi lebih nyaman karena berkarpet.
"Tempat apa ini ketua kelas?" Tanya Amanda sedikit takjub melihat pemandangan yang rapih tidak seperti bayangannya.
"Ini tempat bersantai, oh seharusnya ada Sehun dan Ryan sih." Ungkapnya dibalas anggukan kecil dari Amanda.
"Aku kira hanya kau sendiri." Ungkap Amanda sedikit lega karena tidak harus menghadapi situasi dimana ia tidak dapat berkata apapun.
"Ohh, mau berduaan hmm?"
"Apaan sih, kau ketua kelas penggoda ternyata!" Marah Amanda dibalas tawa kecil.
"Steven."
"Hah?"
"Namaku Rasmus Steven, tolong panggil aku Steven bukan ketua kelas." Ungkapnya dengan wajah penuh harap.
"Baiklah Steven, terimakasihh telah mengantarkan ke tempat ini." Balas Amanda dengan senyum manisnya.
"Oke Steven, kapan masuk kelas? Kita kayaknya kelamaan di tempat begini." Ucap Amanda sedikit menghela nafas panjang.
"Tenang saja, istirahat di sekolah ini hampir satu jam karena. Sebenarnya pantas sih soalnya pulang jam setengah lima." Ungkap Steven duduk sembari menikmati angin sepoi-sepoi.
__ADS_1
Amanda sedikit mengangguk paham, ia duduk di samping Steven sembari membuka kotak bekalnya. "Ohh, kenapa ga dibagi dua aja?" Tanya Amanda dibalas senyuman kecil dari Steven.
"Ibu bilang, istirahat cukup satu jam dan satu jam belajar bebas di sekitar sekolah. Jadi biasanya satu jam kita gunakan untuk mencari kegemaran dan hobi positif, makanya lulusan sini langsung jadi sasaran padahal baru lulus SMP. Meskipun masih SMP tapi kami tidak diperbolehkan untuk bertindak seenak jidat. Kau mengerti maksudku?" Jelas Steven dibalas anggukan dari Amanda yang tengah menikmati bekalnya.
"Ketua kelas, maksudnya Steven mau?" Tawar Amanda.
"Apa itu?" Tanya Steven sembari mengamati bekalnya.
"Oh aku mempelajari beberapa resep baru di negara ini, dan aku tertarik untuk membuat makanan manis. Ini misro coklat, onde-onde, kue lapis, dan roti goreng." Ungkap Amanda senang membeberkan sedikit isi bekalnya.
"Apa aku boleh mencobanya?" Tanya Steven sedikit canggung.
Melihat sikap Steven yang tampak seperti terpaksa membuat Amanda tersenyum lebar.
"Kamu gak perlu paksain diri buat cobain, tapi kalau kamu maksa ya terserah hahah!"
Tanpa pikir panjang Steven langsung mencomot kue lapis yang ada di kotak bekal Amanda, warna merah dan hijau yang tersusun rapih dengan rasa manis yang pas membuatnya jatuh hati.
"Ini enak sekali seperti buatan nenekku, dia orang luar sama sepertimu tapi dia suka memasak jadi dia mencoba membuat kue lapis dan rasanya sama dengan yang ini." Ucap Steven panjang lebar.
"Syukurlah kalau enak, makasih loh. Ini juga pertama kalinya aku memasak makanan daerah sini. Makan yang banyak, aku masih ada di rumah." Amanda dengan tulus mengungkapkannya tanpa beban, seakan-akan di sampingnya adalah Liam yang akan selalu menghabiskan makanan penutup miliknya.
'Kukira Steven orang yang tidak banyak omongan dan sangat berat untuk tertawa meskipun kecil, tapi ternyata dia cukup baik.' batin Amanda sedikit lega karena teman pertamanya tidak menjadi musuh meskipun kesan pertamanya kurang baik.
Terdengar suara langkah kaki dari arah pintu masuk dan arah belakang Amanda dan Steven.
"Kenapa baru datang?" Tanya Steven kepada seseorang yang bayangannya saja belum terlihat dan hanya suara langkah kakinya saja, mungkin karena sapuan angin kencang di siang hari.
"Tumben banget kamu bicara banyak di depan anak perempuan Stev? Biasanya kamu menjauhi para wanita karena kesal." Ungkap seorang anak remaja dengan senyuman tipis di wajahnya.
"Betul, hahaha Steven sudah dewasa. Ketua kelas yang bijaksana tanpa ekspresi itu akhirnya punya pacar." Ungkap satu anak lainnya meledek dengan tatapan blak-blakan.
Steven hanya diam sembari menikmati kue yang diberikan Amanda, ia merasa lebih baik menganggap mereka lalat daripada manusia.
'Astaghfirullah aku jahat tapi memang mereka peduli?' batin Steven sembari menyebarkan aura tidak peduli pada kedua temannya itu.
Ryan dengan ekspresi lembut dan nada halus pun duduk di samping kanan Amanda, dan Sehun dengan tampang menakutkannya memilih untuk duduk di bawah tepat di atas karpet. Disaat itu mereka mengelilingi Amanda seolah tidak memberikan celah sedikitpun, dengan tatapan penasaran mereka pun melihat.
"Jangan membuatnya tidak nyaman." Tegas Steven sambil mengambil bekal miliknya di samping tempat duduknya.
"Oh, aku juga mau makan." Ungkap Sehun membuka bekal yang sedari tadi dipegangnya dengan dibungkus kain biru. Begitupun Ryan yang membuka bekalnya.
Amanda sedikit merasa canggung ditengah gerombolan anak laki-laki, ia merasa seperti sedang dijaga. Pasalnya ia merasakan sisi-sisinya dikelilingi Sehun, Ryan, dan Steven. Ditengah perasaannya ia memandang bekal ketiga temannya itu.
__ADS_1
"Wah kalian makan apa?" Ungkap Amanda sedikit senang melihat makanan unik di depannya.
Tanpa sadar ia dipandang tajam ketiga anak serigala, ia sebagai kelinci pun merasa tidak nyaman.
"U-uh maaf.. aku terkejut kamu bicara seperti itu ekhem." Ucap Sehun mengalihkan pandangannya.
'Aaa imutt!' batin Sehun, jantungnya berpacu kencang.
"Lady, bibi di rumahku membuat hidangan bekal sederhana. Ini sayur bening dengan daging oseng mercon kesukaanku." Ucap lembut Ryan sembari menunjukkan isi bekalnya.
"Aku suka ayam kecap dengan sawi rebus!" Ucap Sehun menunjukkan isi bekalnya.
"Wahh, kalian semua sehat ya. Kalau Steven?" Tanya Amanda, Steven yang mendengarnya pun menunjukkan bekal sederhana miliknya.
Terlihat susunan roti dengan isi daging dan sayuran yang berantakan, tidak simetris, sisinya terlalu gosong, terlalu banyak mentega.
"Pft--" terdengar suara ledekan dari Sehun.
"Tumben.." ungkap Ryan jujur sedikit terkejut.
"Aku telat membuat bekal karena lembur dengan dokumen ayah, apa kalian lupa kalau tua bangka itu sedang sakit hah?" Ungkap Steven sembari menikmati bekalnya.
Amanda yang melihat hal itupun berfikir untuk menghiburnya.
"Ngomong-ngomong besok kan libur, mau jalan-jalan gak?" Ungkap asal Amanda.
"Mau." Balas trio itu kompak membuat Amanda terkejut.
"Aku hanya bertanya asal loh." Jujur Amanda membuat Sehun sedikit menyerngitkan dahinya.
"Terus? Kita mau kok kalau hanya sekedar jalan-jalan keliling kota, lagipula kamu baru sampai jadi jangan diam saja di rumah." Ungkap Sehun dibalas anggukan kecil dari Steven dan Ryan.
"Oke, kelas akan dimulai sepuluh menit lagi. Jadi ayo cepat." Tegas Steven membuat Sehun dan Ryan buru-buru.
Amanda senang bekalnya bersih, selain dia ada yang membantunya memakannya dan itu membuatnya bahagia.
"Nanti aku akan buatkan kue yang lumayan untuk kita." Gumam Amanda yang dibalas senyuman kecil Steven.
"Tolong buatkan aku kue lapis." Bisik Steven membuat Amanda bahagia.
Bersambung
・ω・☞ "Please Vote and Coment🌟"
__ADS_1
^^^-Thx^^^