
...~Happy Reading~...
“Ada apa Sayang?” Khalifa hanya mampu menggelengkan kepala nya pelan, sambil terus memeluk erat sang ayah yang kini berada di depan nya. Hatinya sakit, dan juga perih serta sesak lantaran Hilal ikut menyalahkan nya.
Mungkin memang benar itu salah nya, seharusnya memang Khalifa bicara lebih dulu kepada Hilal, meminta pendapat agar tidak terjadi kesalahpahaman ke depan. Tapi, dirinya bukanlah manusia yang sempurna, yang mana ada kalanya ia bisa melakukan kesalahan.
Nyatanya memang benar, seribu kebaikan akan tertutup dengan setitik kejahatan. Dan itulah yang saat ini tengah di rasakan oleh Khalifa.
“Assalamualaikum, Abi ... “ Hilal mendekati ayah mertua nya dan mencium punggung tangan nya.
“Walaikumsalam,” jawab abi Mike.
“Maaf Abi, tadi kami—“
“Kamu membuat putri ku menangis Hilal?” Tatapan ayah mertua nya begitu tajam, bahkan suara nya sudah mulai berubah tidak selembut biasanya. Hilal sendiri sadar, bahwa apa yang ia lakukan mungkin salah.
__ADS_1
“Maaf Abi,”
“Kenapa?” tanya abi Mike dengan begitu dingin, “Kenapa kamu buat putri ku menangis? Apa yang sudah di lakukan dia?”
Hilal pun menceritakan semua kejadian yang terjadi antara dirinya, Aca dan juga Khalifa. Dimana kini Aca sedang di rawat karena terlalu tertekan memikirkan foto ibu nya yang hilang. Hilal sedikit menyalahkan Khalifa karena tidak berbicara padanya atau memberitahunya sejak awal.
Selama ini, tidak ada yang peka terhadap perubahan sikap Aca, yang memang berbeda dari biasanya. Hingga tiba saat nya kemarin anak itu barus meluapkan isi hatinya dan berakhir pingsan.
Andai saja, Khalifa mengatakan sejak awal. Mungkin, Hilal bisa mengajak putri nya baik baik dan mencoba memberikan nya penjelasan atau alasan yang jelas. Karena sesungguhnya, ia saja tidak mengerti dan baru tahu tentang foto Kirana ketika Aca sakit.
Menarik napas nya cukup panjang, abi Mike mengusap kembali kepala putri nya, “Sayang, kamu tunggu Abi di mobil ya?”
“Tapi Abi—“ Khalifa mendongakkan kepala nya, mencoba untuk menggelengkan kepala tapi senyuman di wajah ayah nya yang terkesan berbeda membuat Khalifa akhirnya menganggukkan kepala dan pergi.
Namun, saat sebelum ia pergi, ia menyempatkan diri untuk menoleh kepada suami nya. Dapat Hilal lihat betapa kecewa nya Khalifa pada dirinya, tapi Hilal hanya memilih diam seolah tak ingin menahan nya sama sekali.
__ADS_1
“Hilal ... “ Abi Mike menoleh sedikit, memastikan bahwa Putri nya sudah benar benar pergi, lalu kembali menatap menantu nya, “Secara tidak langsung, kamu menyalahkan putri ku karena putri mu sakit?”
“Bukan begitu Abi, hanya saja—“
“Hilal, apa kamu lupa? Istri kamu itu juga seorang putri? Dan akulah ayah nya! Bagaimana rasanya melihat anak kamu sakit? Menangis? Tentu kamu sudah tahu rasanya bukan? Dan apa yang ingin kamu lakukan? Menyalahkan istri kamu? Menghukum nya sampai mengusir nya?”
"Maaf Abi, Hilal tidak pernah mengusir Khalifa!" ralat Hilal membuat abi Mike langsung tersenyum sinis.
"Jangan salahkan aku, jika aku akan ikut campur dalam rumah tangga kalian! Meskipun Khalifa akan menolak, dan tetap akan memilih kamu! Tapi percayalah, tidak ada seorang ayah yang mau melihat anak nya di perlakukan seperti ini oleh suami nya!”
“Ah satu lagi Hilal! Perihal foto, jangankan wanita lain! Bahkan, seorang istri akan cemburu dengan ibu mertuanya, ketika dia begitu mencintai suaminya tapi suami nya justru mementingkan ibunya. Apalagi itu mantan istri!” imbuh abi Mike memberikan penekanan di kata akhir sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan menantu nya dan menyusul sang putri yang sudah berada di mobil.
“Abi tunggu dulu! Hilal tdiak bermaksud seperti itu, Abi!” Abi Mike tidak menghiraukan teriakan Hilal, langkah kaki nya terus melangkah maju dengan perasaan kesal dan marah yang bercampur aduk.
Sementara itu, Hilal hendak menyusul ayah mertua nya, namun langkah nya terhenti saat ia mendengar ada suara yang memanggil nya dari belakang. Hingga akhirnya membuat nya harus mengurungkan niat dan segera kembali ke ruangan putri nya.
__ADS_1
...~To be continue .... ...