Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part 16


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Loh, kok gak ada?” Khalifa bergumam saat sudah berada di dapur dan tidak menemukan topls yang ia maksud sendiri.


“Nah kan, emang gak ada Sayang ! Jadi bukan karena alasan ku aja,” Hilal menyandarkan tubuh nya pada meja dapur Sambil melipat kedua tangan di dada. Menatap gemas wajah istrinya yang terlihat begitu kebingungan lantaran gula nya tidak ada di tempat yang seharusnya.


"Pakai gula itu aja gimana? gula halus?" ucap Hilal mencoba memberikan opsi lain.


"Astaghfirullah Mas, itu bukan gula halus. Itu garam!" Khalifa berdecak sambil terus berusaha mencari gula nya.


"Habis kali! Kamu lupa?"


“Enggak Mas, aku baru aja ngisi kemarin kok. Tapi kok gak ada, kemana gula nya ?’’ gumam Khalifa semakin bingung, "Harusnya tuh ada disini."


‘’Mbok Sri mungkin yang ambil,’’ kata Hilal mencoba berfikir positif.


‘’Gak mungkin, mbok Sri ngambil gula disini untuk apa ? Aku juga udah stok gula di dapur kotor Mas, jadi gak mungkin kalau mbok Sri ngambil gula disini.’’

__ADS_1


Di saat pasangan suami istri itu tengah merenung di dapur, memikirkan kemana larinya gula satu toples, tiba tiba suara bel rumah nya berbunyi.


‘’Assalamualaikum … “ sayup sayup terdengar suara orang yang mengucap salam, membuat Hilal dan Khalifa berhenti berdebat dan saling menatap satu sama lain.


‘’Biar aku yang buka, kamu cari aja dulu gula nya ya?” Hilal menangkup bahu Khalifa sambil menganggukkan kepala, “Mungkin aja kamu lupa naruh.”


Laki laki yang kini sudah menjadi ayah dari dua putri itu berjalan menuju pintu utama dan membuka nya. Dan seketika itu juga, Hilal di buat terkejut kala melihat putri bungsu nya pulang dalam keadaan menangis sesenggukan.


“Ayahhhhhh!!!”


‘’Astagfirullah Ilona, kenapa nangis kaya gini ?’’ Hilal dengan cepat langsung menggendong tubuh putri bungsu nya.


‘’Om, maaf.’’ Pandangan Hilal kini langsung teralihkan menatap satu anak kecil yang kini memberikan sebuah tas milik Ilona padanya, ‘’Ini tas nya Ilona.'’


“Kamu siapa? Kamu yang buat anak saya nangis?" tuduh Hilal.


“B—bukan saya Om!” seketika anak itu sedikit panik sambil menggelengkan kepala nya cepat, “Tadi saya lagi mau ke toilet, terus lihat dia nangis karena di bully sama semut Om. Makanya saya anter kesini, karena kakak nya hari ini sedang olah raga jalan sehat.’’

__ADS_1


“Sebentar!” Hilal mengerutkan dahi nya, “Ilo kamu mainan semut lagi?’' kini laki laki itu menatap pada sang putri yang ada di gendongan nya.


“Enggak Ayah!” Ilona menggelengkan kepala nya, “Kan kata Ayah Ilo halus baik, Ilo mau minta maaf sama semut itu Ayah. Tapi na semut nya nakal, jadi na Ilo di gigit lagi huaaa!’’


‘’Ayah bohongi Ilo!’ imbuh gadis kecil itu setengah menjerit, hingga membuat anak laki laki itu spontan langsung menutup kedua telinga nya.


‘’Ayah bohong apa?” tanya Hilal tak mengerti.


‘’Ayah bilang, kata na kalau kita baik nanti na akan dapet balesan baik juga. Ilo sudah baik Ayah, Ilo gak nakal! Ilom au tanggung jawab sama salah na Ilo malen, tapi na tapi kunapa semut na nakal agi Ayah hiks hiks.”


Hilal terdiam bukan karena mencerna ucapan Ilona atau merasa bersalah dengan ajaran yang ia berikan. Tapi ia terdiam karena ia tidak mengerti jelas apa yang dikatakan oleh Ilona.


“Tadi, saya lihat di taman kecil yang ada di depan kelas satu, ada banyak tumpukan gula pasir dan rumah barbie Om. Katanya dia mau ngasih buat permintaan maaf nya ke semut karena tempo hari, Ilona sudah ngerusakin rumah semut semut itu,” jelas anak laki laki itu seketika membuat Hilal speechless.


“Ya kan Ayah yang bilang, kita halus baik sama semut, Ilo baik kan Ayah kasih makanan sama lumah buat semut, tapi na malah Ilo di keloyok agi. Badan Ilo sakit semua Ayah huaaaa!’’ adu gadis kecil itu seolah tak pernah habis kata kata dan air mata untuk membuat sebuah drama.


‘Allahuakbar, astagfirullah. Jadi dari tadi aku dan Khalifa sibuk nyari gula, ternyata gula nya udah di hibahin ke semut.’ Hilal memejamkan matanya erat Sambil menarik napas dengan begitu dalam, berharap Tuhan memberikan kesabaran yang lebih luas dari samudra untuk menghadapi putri bungsu nya.

__ADS_1


Ini masih anak tuyul, masih duduk di bangku TK. Hilal tdiak bisa membayangkan, bagaimana nanti saat Ilona besar, remaja bahkan dewasa. Karena Drama yang akan di mainkan oleh anak itu sudah pasti akan jauh lebih tragis lagi.


...~To be continue …...


__ADS_2