
...~Happy Reading~...
Sore ini, Khalifa menerima beberapa tamu yang datang ke rumah nya. Kedua kakak serta kakak ipar nya dan anak anak mereka. Tentu saja, kini rumah Khalifa menjadi sangat lah ramai.
Memang sejak dirinya melahirkan, kedua kakak nya belum ada yang datang ke rumah nya. Eleena dan Maira beserta suami mereka hanya sempat menjenguk sat di rumah sakit Jakarta. Sedangkan para tuyul tuyul belum memiliki kesempatan untuk melihat bidadari kecil Khalifa.
Maka dari itu, ketiga anak Maira sepakat mengajak ibunya untuk pulang ke kampung halaman untuk melihat dan bertemu dengan baby Illona. Awalnya, Eleena dan Yusuf tidak ikut, karena memang mereka sudah memiliki rencana akan pulang bulan depan.
Tapi, mau bagaimana lagi. Tidak ada yang bisa menolak paksaan dari adik ipar lucknat Eleena. Anak kedua dari mertua Eleena itu paling sulit untuk di kasih tahu dan paling ngeyel tentu nya.
‘Aku gak bisa Mai, nanti aja kami nyusul bulan depan.’ Ucap Eleena ketika mendapat ajakan dari adik ipar sekaligus sahabat nya.
‘Baiklah Ele, aku tunggu besok di rest area ya? Gak pakai telat, kita berangkat bareng pokok nya. Dan sampai Bandung juga harus barengan, titik gak pakai koma apalagi tanda tanya dan seru dan lain sebagainya.” Itulah jawaban yang di berikan Maira, yang mana sangat berbanding terbalik dengan apa yang di ucapkan oleh Eleena.
“Kok kakak gak bilang sih kalau pada mau datang ?’’ Khalifa memanyunkan bibir saat sudah mendudukkan dirinya di sofa untuk bergabung dengan para kakak nya.
__ADS_1
‘’Aku mau pulang ke rumah ku Khal, bukan mau datang kesini,’’ jawab Maira memutar bola mata nya dengan malas.
‘’Ya udah pulang aja sana, ngapain disini terusan.” Balas Khalifa tak kalah malas dengan kakak keduanya.
Khalifa memang pendiam, lembut dan penuh kasih sayang. Tapi semua sikap itu seolah sirna jika dirinya di hadapkan dengan kakak nya. Yang mana sudah pasti dirinya akan sangat mudah terpancing perdebatan yang membuat image nya rusak.
Di saat Maira dan Khalifa sedang berdebat, kini Eleena justru sedang di sibukkan dengan menggendong bayi mungil yang menjadi tujuan utama nya pulang ke Bandung. Menatap lekat wajah dan manik mata bayi yang baru saja membuka matanya itu sangat gemas, lalu mendudukkan diri tepat di samping sang suami.
“Mas, mau kaya gini juga gak?” tanya Eleena menyengir sambil memperlihatkan wajah keponakan baru nya.
“Gak bulehhhh!” teriak seorang gadis kecil tiba tiba berlari dan berkacak pinggang di depan keluarga kecil Yusuf, “Itu adik na Aca, abang gak buleh mau mau.”
“Maksud Abang, abang tuh mau adik bayi juga. Makanya minta sama Ayah sama Bunda nya Abang.” Terlihat anak laki laki itu langsung menghela napas nya dengan berat.
“Kan adik Ilo punya na Aca, kunapa abang minta na sama oom sama ante? Halus na abang minta na sama Aca dong!”
__ADS_1
“Abang gak mau adik Ilo, maunya adik sendiri!” kata Abi dengan tegas, “Ya bunda yaa? Ayah Abi mau adik bayi,” imbuh nya kini merengek kepada orang tuanya, membuat Eleena hanya bisa menghela napas nya pusing, sedangkan Yusuf. Laki laki itu hanya bisa mengulum senyuman nya ketika melihat anak nya mereog karena ingin adik.
“Udah El, bikinin!” saut Maira tiba tiba sudah menghentikan perdebatan nya dengan Khalifa, “Lagian Abi juga sudah besar.”
“Bener Kak, Abi kan sudah sekolah. Dia udah bisa bantu jagain adik nya nanti,” sambung Khalifa.
“Daripada nyuruh, mending kamu aja deh Mai. Si kembar udah gede juga kok, udah pantes punya adik.” Seketika itu juga, Maira langsung menatap Eleena dengan datar.
Nambah lagi? Apakah wanita itu tidak melihat bagaimana repot nya dia mengurus tiga anak sekaligus? Dan kini, di saat anak anak nya sudah cukup besar, dirinya baru bisa bernafas lega karena bisa bebas pergi pergi dan healing tanpa pusing sama anak tuyul lagi.
Dan Maira masih ingin menikmati masa lenggang nya itu, baginya sudah cukup tiga anak, sebenarnya ia ingin cukup dua anak sesuai anjuran pemerintah. Tapi bagaimana lagi, dirinya sudah di berikan bonus, jadilah ia merasa sudah cukup tidak akan mau menambah lagi.
“Assalamualaikum … “ Suara seorang laki laki yang baru memasuki rumah itu seketika membuat perdebatan antara Maira dan Eleena terhenti. Keempat orang dewasa di dalam ruangan itu seketika kompak menoleh dan sukses membulatkan mata dengan sempurna saat melihat siapa yang datang.
“Walaikumsalam … astagfirullah kak Arga … “ Khalifa sampai tidak bisa berkata kata lagi ketika melihat kedatangan kakak ipar keduanya.
__ADS_1
...~To be continue …....