Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part 1


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari berganti hari, kini akhirnya Hilal dan Khalifa sudah tiba di rumah nya. Rumah bak istana yang menjadi kado terindah dalam hidup Khalifa, sebagaimana Khalifa memberikan Hilal kado terindah juga berupa kehamilan nya kala itu, dan kini putri kedua nya Sudah lahir dengan sehat dan selamat.


Awal nya, semua keluarga terutama abi Mike menyuruh agar Khalifa dan Hilal tinggal lebih lama di Jakarta, mengingat kondisi Khalifa yang baru saja melahirkan. Akan tetapi, Khalifa sendiri yang menolak dan segera ingin Kembali ke Bandung. Jadilah, semua keluarga tidak ada yang melarang dan hanya bisa saling mendoakan.


Beruntung, selama perjalanan Jakarta — Bandung, baby Illona sama sekali tidak rewel. Bahkan, gadis itu sangat anteng, karena tangan nya sellau di genggam oleh sang kakak.


“Bunda, nanti Aca bobo na sama adik Ilo ya?” Gadis kecil itu merangkak naik ke atas tempat tidur, dimana saat ini sang ibu baru saja meletakkan baby Ilo karena habis menyusu.


“Iya Sayang, nanti kita bobo bertiga disini. Dan Aca boleh tidur sama Bunda dan adik Ilo sampai emmttt sampai kapan ya?” Khalifa mengetuk ngetukkan jari nya di dagu, seolah sedang berfikir utuk mempertimbangkan permintaan putri pertama nya.


“Sampai sepuluh Bunda!” usul Aca menampilkan sepuluh jari nya di depan Khalifa, hingga membuat wanita itu terkekeh.


“Baiklah, sepuluh hari tambah sepuluh lagi juga boleh, dan tambah sepuluh lagi boleh banget.,”


“Kok sepuluh na banyak banget, Aca jadi bingung?” Aca menatap sepuluh jari nya dengan raut wajah bingung, mencoba menghitung berapa yang di maksud oleh sang ibu, jika sepuluh dikali tiga.

__ADS_1


Sementara itu, Khalifa yang melihat kebingungan di wajah Aca justru semakin tergelak karena merasa sangat lucu, hingga pada akhirnya justru tawa nya sendiri yang membangunkan baby Ilo hingga menangis.


Oekkkk


Oeeekkk


Oeekkk


“Nah kan, bunda na nakal. Adik Ilo kan lagi bobo, kunapa Bunda tawain,” Aca mengomel menyalahkan ibu nya.


Sangat terlihat jelas bagaiman perubahan wajah Khalifa saat sedang atau tidak menyusui baby Ilo, hingga membuat Aca langsung mengerutkan dahi Sambil memiringkan wajah nya ke samping.


“Bunda kunapa? Kok Gini Gini,” kata Aca seolah sedang memperagakan bagaimana ekspresi Khalifa yang sedang menahan rasa sakit setiap memberikan asi kepada baby Ilo.


“Gapapa Sayang,” jawab Khalifa berusaha tersenyum, walau tanpa sadar terkadang air matanya suka menetes begitu saja tanpa permisi, “Ah iya, ayah dimana Sayang?”


“Ayah?” Aca menoleh kembali mengingat keberadaan ayah nya.

__ADS_1


“Aku disini!” Hilal datang memasuki kamar nya dengan membawa sebuah nampan berisi makanan untuk sang istri, ia sengaja sejak tadi sibuk di dapur karena ingin membuatkan makanan yang sehat dan penuh nutrisi agar asi yang di hasilkan oleh sang istri semakin lancer dan bagus.


“Kenapa Sayang? Masih sakit?” Hilal tahu bahwa Khalifa sering mengeluh sakit Ketika menyusui putri nya.


“Apa na yang sakit?” tanya Aca penasaran, “Memang na bunda sakit?”


“Sedikit sayang,” jawab Khalifa sedikit menggigit bibir bawah nya.


“Adek Illo, jangan kunceng kunceng mimi nya ya, kasihan Bunda na sakit tuh.” Tiba tiba Aca berbisik di telinga baby Ilo, “Bunda, kalau bunda na sakit, gantian sama Ayah saja bagaimana?” imbuh Aca mendongak dan menatap kedua orang tuanya bergantian.


Dan seketika itu juga, Hilal langsung membulatkan mata nya dengan sempurna mendengar perkataan konyol dari putri pertama nya. Bagaimana bisa menyusui bergantian, yang ada bukan dirinya yang menyusui baby Illona, melainkan dirinya yang meminta jatah kepada Khalifa. Yang mana pasti akan berujung Khalifa mempunyai dua bayi.


...~To be continue …. ...


Hayooo, siapa aja nih yang masih bertahan di kamar ini? Kan udah Mom bilang, jangan buru2 keluar kamar, duduk lagi yok, kamar ini akan masih tetap update, tenang aja.


yang mau lihat bucin nya Hilal dan Khalifa, stay tune yaa 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2