Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
TAMAT


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Kalau aja kamu gak habis lahiran, ku ajak gelut kamu Fa!” gumam Maira seraya menahan rasa kesal nya.


“Ante gelut itu apa?” Tiba tiba Aca datang dan mendudukkan dirinya tepat di samping Khalifa, membuat wajah Maira yang semula terlihat begitu kesal, kini seketika langsung berubah menjadi tersenyum.


“Tuh kan, Kakak sih.” Tuduh Khalifa berdecak.


“Kamu yang mulai Fa!” kata Maira dengan ekspresi wajah datar nya.


“Ante Mala, kok abang gak ikut kesini? Memang na, Abang sama kakak gak mau lihat adek na Aca?” gadis kecil itu mengabaikan perdebatan antara kedua saudara yang tidak ada habis nya, justru malah mencoba untuk mengalihkan pembicaraan agar tidak ada pertengkaran.


“Adik na Aca cantik loh, sama kaya Aca. Nanti, Aca ajak deh adik na main lumah kakak bial kakak bisa temu.” Imbuh Aca dengan begitu menggemaskan nya, membuat amarah dan rasa kesal Maira langsung lenyap.


“Bagaimana kalau sekarang aja, kita bawa adik nya Aca ketemu Kakak dan Abang? Pasti kak Aish senenggg banget dapet oleh oleh adik bayi dari Aca,” kini Maira menggenggam tangan Aca Sambil menatap nya dengan mata berbinar.

__ADS_1


“Ishhh tante. Memang na adik na Aca makanan kok jadi oleh oleh,” gadis itu menghela napas nya dengan berat, namun membuat Maira terkekeh.


“Ah iya, Hilal, Khalifa. Apakah kalian sudah memberikan dia nama?” tanya ummi Nila sambil menggendong cucu baru nya dan kini mendekati anak serta menantu nya.


“Illona,” jawab Khalifa kini menyunggingkan sebuah senyuman yang begitu indah, membuat hati Hilal yang sejak tadi merasa sempat teduh lantaran melihat wajah kesal Khalifa yang seolah tidak terima dengan wajah anak mereka. Kini seketika terang, Ketika ternyata kesepakatan nya di setujui oleh Khalifa.


Bukan hanya wajah yang menjadi perkara kekesalan Khalifa, namun juga persoalan nama yang menjadi perdebatan antara sepasang suami istri itu. Hingga pada akhirnya Hilal mengalah dan membiarkan istrinya yang memberikan nama sebagai tanda permintaan maaf lantaran putri mereka memiliki wajah yang sangat mirip dengan ayah nya.


Namun, kini Hilal merasa sangat bahagia dan semakin terharu, mana kala ternyata Khalifa tetap memakai nama yang ia buat.


“Illona Nur Zaahirulhaq.” Ucap Khalifa tersenyum.


“Arti dari nama Illona sendiri seperti sinar atau rembulan, sedangkan Nur lebih kepada sebuah cahaya, sedangkan Zaahirulhaq adalah nama belakang dirinya yang mana akan menjadi nama keluarga yang juga memiliki arti tak kalah bagus yaitu, ‘Dia yang selalu mendukung kebenaran mutlak.’ Hilal berharap, kelak putri kami bisa menjadi sebuah sinar Cahaya rembulan yang akan selalu mendukung kebenaran.” Sambung Hilal panjang lebar kini juga tak kalah Bahagia dari wajah istrinya.


Laki laki itu sejak tadi tak pernah melepaskan genggaman tangan sang istri, tanpa perduli bagaimana perdebatan antara istri dan juga kakak ipar nya yang tidak usai sebelum kedatangan Aca.

__ADS_1


“Amiinn … “


Kebahagiaan begitu terpancar jelas di wajah keluarga besar yang pada akhirnya berkumpul menjadi satu ruangan untuk menyambut kehadiran anggota kecil baru dalam keluarga itu. Kini, kebahagiaan yang sesungguh nya sudah benar di raih oleh Khalifa, cinta pertama yang selalu ia sebut dalam doa nya, nyatanya kini berhasil menggenggam tangan nya.


Meskipun perjalanan nya tidak semudah yang ia bayangkan, harus di bumbui dengan sedikit jalanan terjal yang di penuhi kerikil dan juga beberapa hujan badai yang menemani nya berjalan. Tapi, kini Khalifa bersyukur karena semua doa nya selalu membuahkan hasil.


Memang benar, Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita mau, tapi Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan. Dulu Tuhan tidak memberikan Hilal Ketika Khalifa minta. Karena memang Khalifa belum membutuhkan sosok laki laki itu. Khalifa harus menyelesaikan pendidikan nya, begitu pun dengan Hilal yang harus membantu seseorang dalam keterpurukan.


Tapi … setelah semua sudah usai. Tuhan memberikan jalan untuk Khalifa dan juga Hilal menemukan jalan bersama. Hingga pada akhirnya, Tuhan tahu bahwa Aca membutuhkan Khalifa sebagai ibu nya, dan jadilah Khalifa serta Hilal bisa bersatu.


‘ketika kehidupan memberikan mu seratus alasan untuk menangis, tapi berusahalah tunjukkan bahwa kamu juga memiliki seribu alasan untuk bahagia. Hingga pada akhirnya, Tuhan percaya dan yakin bahwa kamu pantas bahagia.


...~TAMAT~...


...Alhamdulilahh, akhirnya kamar Khalifa dan Hilal sudah tiba di ujung perjalanan. Eittss tunggu dulu tapi, jangan buru buru keluar kamar. Pasti masih ada yang bertanya tanya, bagaimana akhir kisah Mila, Melly dan juga Arman? Hehehe sengaja belum Mom spil, karena mau fokusin kebahagiaan Khalifa dan Hilal dulu....

__ADS_1


__ADS_2