
...~Happy Reading~...
“Niih buat stok!” Arga yang baru sja datang langsung meletakkan beberapa barang bawaan nya, di depan para keluarga.
“Kamu mau jualan Ga?” Yusuf mengerutkan dahi kala melihat adik ipar nya datang dengan membawa beberapa kardus mie instan.
“Ckckckc!” Arga berdecak sedikit kesal, “Buat tuan rumah. Biar gak ngereog terus di group keluarga!”
“Jadi ini alasan kamu telat dateng ? Kirain mampir ke Pondok dulu mau sungkem sama Abi dan Umma, tapi ternyata—‘’ Eleena sampai kehabisan kata kata untuk mengomentari adik ipar nya yang memiliki keajaiban sebelas dua belas dengan istrinya.
Memang benar, Arga dan Maira memiliki keajaiban yang paling luar binasa. Di saat orang orang datang menjenguk bayi akan membawa kado pakaian, atau barang apapun yang bersangkutan dengan bayi. Tapi Arga justru datang dengan membawa empat kardus mie instan dengan berbagai macam varian rasa.
“Ini request’an Maira El … “ kata Arga kini mendudukkan diri di sofa.
“Dih kok nyalahin aku sih,” Maira ikut angkat bicara setelah selesai dengan gelak tawa nya.
“Gak ada yang nyalahin kamu kok Sayang, sini duduk!” Arga menarik tangan istrinya agar duduk tepat di sebelah nya.
__ADS_1
Setelah semua perjuangan nya dengan membawa empat kardus mie instan berbagai varian dari halaman rumah sampai dalam rumah, kini saatnya bagi dia bermanja manja kepada sang istri, pikir Arga.
“Astagfirullah al-adzim, perkara mie instan doang sampai sepanjang ini,’ Khalifa bergumam seperti orang hendak menangis.
Bagaimana tidak, hanya karena sebuah mie instan yang tidak sesuai dengan jatah tanggal nya, kini semua saudara nya malah datang dengan membawa mie instan beberapa kardus. Untuk apa? Jerit Khalifa.
Padahal, sudah jelas jelas mie instan itu hilang karena kesalahan Hilal sendiri. Entah mungin faktor usia atau memang pelupa, terkadang Hilal memakan mie instan tidak cukp jika hanya satu bungkus.
Maka tak heran, jika mie instan itu habis sebelum waktu nya. Belum lagi, waktu itu saat ia meminta tolong kepada pekerja di rumah nya untuk membuatkan nya mie, dirinya tanpa sadar juga memberikan kepada pegawai nya karena sedang kehabisan stok di dapur belakang.
Jadi … tidak sepatutnya Hilal menyalahkan pabrik apalagi kalender, karena memang kesalahan ada pada dirinya sendiri.
“Au ah!” cetus KHalifa kembali mendudukkan dirinya di sofa.
“Mamiiiii Ilona pupppp!” Suara teriakan anak laki laki yang sejka tadi begitu asik bermain de gan baby Ilona pun seketika langsung menghentikan perdebatan para orang tua.
‘Satu,’
__ADS_1
‘Dua,’
‘Ti--’
Hoeeekkkk!
Dann benar saja, sesuai dengan dugaan Maira, bahwa anak nya pasti akan langsung muntah jika sudah berhadapan dengan hal seperti itu. Meskipun baby Ilona masih kecil bahkan sangat bayi, tapi tetap saja Adam sangat mudah merasa jijik.
Jangankan orang lain, kentutt dirinya sendiri saja jika terlalu bau, bisa membuat Adam mual mual sendiri. Dan itulah yang membuat Maira sangat jarang membawa anak nya keluar atau bepergian, karena Adam enggan bertemu dengan hal hal menjijikkan dalam hidup nya.
“Kamu urus anak kamu!” senggol Maira kepada Arga. Sontak saja, laki laki yang belum lama mendudukkan diri di sofa itu langsung menoleh dan menatap istrinya.
“Sayang … “
“Protes gak ada jatah malam ini, aku capek Ga!” ancam Maira namun juga dengan menampilkan wajah seunyu mungkin. Membuat Arga tak bisa berkata kata dan segera menyusul anak nya ke toilet.
...~To be continue …....
__ADS_1
...Udah cukup yaaa tawa tawa nya... gimana kita mulai lagi aja anu nya 🤫🙈🙈🙈...