Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part. 14


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Semut semut kucil, Ilona mau minta minta maaf ya sama kalian. Jangan selang selang Ilo agi, kan Ilo udah baik minta maaf. Ilo sebenal nya gak nakal dan gak jahat kok Ilo itu anak baik, cuman kemalin kalian jahat duluan sama Ilo, jadi na Ilo lusakin lumah kalian.’’


Gadis kecil itu terus bergumam dan berpidato di depan rumah semut yang kini sudah mulai terbangun lagi, usai penggusuran yang kemarin ia lakukan. Ia menaruh tas nya di dekat nya, lalu mengeluarkan beberapa benda di dalam sana.


“Sebagai pelmintaan maaf Ilo, ini Ilo bawain makanan buat kalian. Jadi kalian gak usah cali makanan lagi,” Ilona menuangkan satu toples gula pasir yang ia bawa dari rumah tepat di samping rumah semut yang sedang di bangun itu.


Mencium aroma manis, tentu saja ribuan semut itu langsung keluar dan menyerbu tumpukkan gula yang begitu banyak itu. Mungkin jika di hitung bisa hampir satu kilo atau bahkan lebih, karena Ilona mengambil gula tersebut dari lemari dapur ibu nya pagi tadi.


Dengan menggunakan kursi sebagai alat naik nya, ia akhirnya bisa mengambil satu toples gula pasir dan segera ia masukkan ke dalam tas. Maka tak heran jika pagi tadi ia menggendong tas warna pink nya dengan penuh tenaga karena tas itu sangat berat.


“Dan ini sebagai ganti na, kan kemalin lumah na hancul kalena Ilo, jadi Ilo beliiin kalian lumah balu. Ini masih balu kok. Ilo beli minggu kemalin, lencana na mau buat balbie na Ilo, tapi ya udah deh, Ilo kasih ke kalian gapapa, bial kalian gak usah buat buat lumah agi.”

__ADS_1


Bug!


Ilona meletakkan sebuah rumah barbie tepat di atas rumah semut itu, hingga membuat beberapa semut terlindas dan yang sedang asik dengan gula kini beralih menyerang Ilona lagi.


“Aduhh aduh aduhh! Sakittt! Huaaa sakitt pelgi pelgi pelgi !!" Ilona langsung berdiri dan berlari serta menangis karena lagi lagi ia di keroyok oleh segerombolan semut.


Ia tidak menyangka bahwa ternyata niat baik nya justru tak di hargai oleh semut semut itu. Gadis kecil itu mengingat kembali perkataan ayah nya, jika kita baik pasti akan mendapatkan balasan baik, tapi kini ia juga membantah kata kata itu.


Sementara itu, tak jauh dari tempat Ilona berteriak meminta tolong, seorang anak laki laki yang sedang melintas tak sengaja melihat keberadaan Ilona. Ia segera berlari dan menghampiri gadis kecil itu untuk membantu nya.


"Hiks hiks hiks, semut na nakal lagi, Ilo salah telus hiks hiks hiks." gerutu Ilona di sela isak tangis nya.


Kini, dirinya sudah di ajak untuk duduk di sebuah kursi panjang, tempat dimana biasanya di gunakan untuk menunggu. Hari ini sangat sepi, karena sebagian murid sedang melakukan gerak jalan serentak.

__ADS_1


Dan Ilona tidak mengetahui nya, maka dari itu, ia segera ke sekolah kakak nya saat dirinya pulang cepat. Niat baik nya untuk memberikan rumah dan makanan kepada semut semut itu agar tdiak Lelah, nyatanya malah menjadi boomerang untuk nya.


“Apa lagi yang kamu lakuin ke semut semut itu? Sampai kamu di keroyok lagi?” tanya anak laki laki itu sambil mengoleskan minyak telon ke beberapa titik luka Ilona.


Untung saja tadi ia membawa sebotol kecil minyak telon di rumah nya. Entah mengapa, tidak seperti biasa, tiba tiba ia mengingat Ilona dan memutuskan untuk membawa nya. Dan ternyata benar saja, minyak itu berguna, karena Ilona kembali di bully oleh ribuan semut.


“Ilona gak lakuin apa apa kok, Ilo kan baik. Tapi na semut na aja yang nakal, gak tahu dili hiks hiks.” Jawab Ilona masih menangis.


Anak laki laki itu menghela napas nya dengan berat, “Mereka bukan hewan matre, yang mau kamu kasih begitu banyak barang! Mereka bisa bikin rumah sendiri, dan mereka bisa mencari makanan sendiri, tanpa harus kamu berikan barang curian!”


“Ilo gak menculii!” pekik gadis kecil itu tiba tiba menoleh dan marah saat di tuduh mencuri. Tanpa ia sadar bahwa apa yang ia lakukan memang benar mencuri. Karena ia tidak meminta izin kepada ibu nya bahwa ia mengambil gula pasir di dapur nya.


...~To be continue …....

__ADS_1


__ADS_2