
...~Happy Reading~...
“Aca udah tidur Mas?” tanya Khalifa saat melihat suami nya memasuki kamar bayi, dimana kamar itu terletak tepat di samping kamar nya yang memiliki pintu alternatif.
Usia menidurkan Aca dengan membacakan dongeng, Hilal langsung menemui istrinya di kamar sebelah, dimana saat itu Khalifa sedang melakukan pumping asi.
“Sudah, agak sulit tidur nya,” jawab Hilal menghela napas nya dengan berat, “Bagaimana? Mau di bantu?”
Khalifa menggelengkan kepala nya dengan wajah yang begitu memelas, “Nyeri banget, hiks hiks hiks.”
“Aku ambil kompres ya?” Tanpa menunggu persetujuan dari Khalifa, Hilal pun segera beranjak dan pergi untuk mengambil wadah kecil yang ia isi dengan air hangat dan handuk.
Meskipun Hilal juga sama tidak memiliki pengalaman sama sekali, karena dulu Aca full sufor, tapi dirinya tida pernah berhenti untuk belajar. Dari sejak Khalifa hamil di awal trimester tiga, Hilal sudah banyak mencari info seputaran mengurus bayi dan juga laktasi.
“Enakan gak?” tanya Hilal sambil mengompres dada istri nya.
Percayalah, kini laki laki itu sedang berperang melawan batin nya sendiri. Ia harus berpuasa sekian lama, akan tetapi selalu di suguhkan dengan pemandangan yang membuatnya mudah khilaf.
__ADS_1
Ibarat kata, kita sedang berpuasa tapi kita harus berhadapan dengan sebuah minuman segar atau debut saja sop buah, es teler dan sebagaimana. Sedangkan waktu berbuka masih sangat lama. Dan itulah yang kini di rasakan oleh Hilal.
Tapi, ia mencoba untuk kuat dan bertahan. Karena sangat tidak mungkin jika dirinya menerkam sang istri di saat masa nifas nya.
“Oh iya Mas, ada yang ingin Khalifa tanyain ke Mas Hilal.”
“Katakan, ada apa Sayang?”
“Khalifa gak pernah lagi melihat mba Mila ke ndalem? Apakah—“
“Mas Arman sudah menjatuhkan talak sama kak Mila. Jadi mungkin—“
Hilal menghela napas nya dengan cukup berat. Sambil memeras handuk kecil di tangan nya dan kembali mengompres área dada istri nya, ia pun menjelaskan semua yang terjadi dulu. Dimana Arman yang melakukan korupsi lumayan besar di pabrik hingga membuat pabrik hampir mengalami kebangkrutan.
Meskipun pabrik itu kini baik baik saja, tentu saja itu karena bantuan dari mertua nya yang menanam saham di sana untuk mempertahankan pabrik agar tetap berjalan. Maka dari itu, kini pabrik itu sudah bukan menjadi milik Hilal dan Arman, melainkan milik Hilal dan abi Mike.
Dan sejak kejadian itu, Arman memutuskan untuk pergi keluar kota karena ada tawaran menjadi seorang dosen di Surabaya. Sedangkan Mila, wanita itu sudah tidak ada kabar nya lagi. Hanya terkadang kedua anak nya datang ke pondok untuk bertemu dengan kakek dan nenek nya bersama Melly.
__ADS_1
“Sayang, Mely itu tidak seburuk yang kamu bayangkan. Maaf, bukan bermaksud membela atau membandingkan, tapi memang pada kenyataan nya, dia hanyalah korban dari kakak nya sendiri.”
“K—korban bagaimana maksud mas Hilal?”
“Aku tidak tahu pasti bagaimana jelas nya, tapi mas Arman sering bicara mengenai Melly. Sejak kecil dia memang hidup bersama kak Mila, karena orang tua nya Sudah lama meninggal. Dan dia selalu berusaha menjadi adik yang baik, mungkin untuk membalas budi jadi dia menuruti semua perkataan kakak nya.”
“Jadi, selama ini Melly juga tinggal sama mba Mila sama mas Arman?” tanya Khalifa yang langsung di balas anggukan kepala oleh Hilal.
“Dia wanita baik, insyaallah dia juga akan mendapatkan jodoh yang baik menurut versi nya. Tapi jelas itu bukan aku, karena jodoh ku sudah ada disini,” ucap Hilal tiba tiba menatap lekat wajah istri nya, “Wanita cantik yang begitu baik hati dan lembut, penuh rasa kasih sayang yang sudah memberikan ku kebahagiaan bersama dua putri cantik.”
“Tetap jadilah diri kamu sendiri. Kedepan nya, jika ada yang mengusik hati dan perasaan mu, jangan pernah mencoba untuk mencari tahu sendiri atau mendengar dari apa yang di katakan orang. Tolong, tanyakan langsung padaku, jelaskan semuanya agar aku bisa mengerti dan kita bisa mencari solusi.”
“Ini hidup kita, bukan mereka. Kita yang akan menjalani dan mengatur bagaimana semestinya, dan jalan seperti apa yang akan kita lalui menuju kebahagiaan. Jadikan yang lalu sebagai pembelajaran, dan kita hadapi kedepan dengan penuh kebahagiaan,” imbuh Hilal Panjang lebar.
Khalifa tersenyum, menganggukkan kepala nya dan ia langsung memeluk suaminya. Memang benar, tidak seharusnya ia lebih mendengar apa kata orang, karena kehidupan nya dan Hilal hanya mereka yang tahu. Mencoba memberikan kepercayaan kepada pasangan bukanlah hal yang buruk. Dan, jika pun memang tidak ada kejujuran, percayalah Allah akan memberikan jalan dimana yang harus kita ambil.
Tuhan tidak pernah tidur, jika pada akhirnya orang yang kita percaya tak bisa di percaya lagi. Yakinlah bahwa Tuhan pasti akan selalu memberikan penerangan sampai kamu menemukan apa yang terbaik.
__ADS_1
...~To be continue …....