Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part 12


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Ilona … “ Gadis kecil itu pun segera mendongak dan menatap sang kakak yang ternyata sudah keluar dari kelas nya.


“Kakakkk!” Ilona berlari sambil menangis seolah mengadu kepada sang kakak bahwa tubuh nya habis di keroyok oleh puluhan semut, “ Tangan ini sama ini sama ini telus kaki Ilo ini, ini , ini banyak banget sakit na Kakak, huhuhuhu Sakit gala gala semut na nakal."


“ Ihh udah di bilang bukan semut yang nakal, tapi kamu nya!"


“ Huaaa akaakk, dia juga nakal. Salah salah in ilo telus dali tadi. Hati Ilo sakit di omelin telus huaaaa!” Dan tangisan gadis itu pun seketika pecah manakala anak dari wanita yang tadi menolong nya kembali menyalahkan nya terus menerus.


“Astaga, ini mulut kamu bisa diem gak sih?’’ Sang ibu yang geram, sontak saja langsung membungkam mulut anak laki laki nya, hingga membuat anak itu berusaha memberontak, namun sia sia karena tenaga nya masih kecil.


“ Sayang, maafin anak tante ya. Ini adek nya?” wanita itu menghampiri Ilona dan Aca.


“Iya Tante,” Aca mengangguk dengan sopan.

__ADS_1


“Rumah kalian dimana? Tadi sudah tante olesin minyak sedikit, tapi tetap harus segera di obati di rumah, takut nya nanti infeksi kalau terus di garuk,”


“Baik tante, nanti sampai rumah, Aca bilangin ke Bunda. Kebetulan, rumah kami gak jauh dari sekolah,” jawab Aca dengan begitu sopan, membuat Wanita itu menatap nya penuh kagum.


Tentu saja, gadis itu masih duduk di bangku kelas satu SD, tapi cara bicara dan kesopanan nya sudah tidak perlu di ragukan lagi. Sedangkan anak nya sendiri yang sudah duduk di bangku kelas empat Sd, justru setiap hari selalu membuat darah nya mendidih.


Dua sampai tiga kali dalam satu minggu, Wanita itu harus datang ke sekolah lantaran mendapatkan panggilan dari guru anak nya. Selalu ada saja hal aneh dan Ajaib yang di lakukan oleh anak nya, yang membuat nya terpaksa harus datang dengan emosi yang membara.


“Mau Tante antar sekalian?” wanita itu memberikan tawaran.


“Tidak perlu tante, terimakasih. Kalau siang, biasanya Bunda akan jemput kami.” Tolak Aca dengan halus dan sopan.


“Maa, aku kan gak ngapa ngapain!” pekik anak laki laki itu seolah tidak terima saat sang ibu menyalahkan nya.


“Mama bilang diem ya diem!” seru wanita itu tertahan menatap tajam pada anak nya.

__ADS_1


Dan setelah drama yan cukup panjang, Aca pun segera mengajak adik nya untuk pulang. Tapi, baru saja keduanya tiba di gerbang utama, tiba tiba senyuman Aca terbit mana kala ia melihat kedua orang tuanya ternyata sudah menunggu di luar.


“Ayahh! BUnda!” pekik nya senang.


“Ayaahhh! Huaaaa!” Berbeda dengan Aca yang tersenyum senang lantaran sang ayah menjemput nya, justru Ilona kembali melanjutkan drama nya, gadis kecil itu segera berlari dan menghambur sang ayah seolah meminta gendong.


“Aduh! Anak ayah kenapa?” tanya Hilal saat Ilona sudah berada di gendongan nya.


“Ilona sakit Ayah huaaaa! Meleka nakal semua nya, Ilo sakit hati Ayah huaaa!” tangis nya menguad.


“Mereka siapa Sayang? Siapa yang nakalin Ilo?” tanya Khalifa ikut nimbrung.


“Tadi Ilona ngerusuhin rumah semut Ayah, Bunda. Makanya, semut semut itu balas dendam dan ngeroyok Ilo,” jelas Aca, seketika membuat Hilal dan Khalifa langsung beristighfar.


“Tapi na semut na banyak Ayah, Ilo gak bisa lawan lawan, semut na keloyok keloyok Ilo,” adu nya lagi masih dengan tangisan yang menghiasi wajah nya.

__ADS_1


“Ya udah, nanti Bunda obati di rumah ya. Ayo pulang dulu,” ujar Khalifa segera menggandeng dan memeluk putri sulung nya.


...~To be continue …....


__ADS_2