Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part 19


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Kamu kenapa Ca? Kok murung terus sih?” Utami mendudukkan diri di sebelah Aca yang sejak istirahat tadi lebih banyak diam dan melamun.


“Tam,” Aca menatap ragu pada sahabat nya, “A—aku … “


“Kenapa?” Utami mengerutkan dahi nya.


“Ada yang ingin ku tanyain sama kamu,” ucap Aca sedikit ragu.


“Tanya aja Ca, kenapa?”


“Adik kamu berapa?”


“Dih, gak perlu tanya. Kamu kan tahu Ca, kamu pernah main ke rumah ku untuk belajar kelompok waktu itu.” Terlihat Utami langsung menghela napas nya berat.


“Tam, aku bingung,” Tiba tiba wajah Aca menunduk dan kembali terlihat murung.


“Astaga, Nasha kamu bingung kenapa sih?” Utami sampai menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


“Adik kamu banyak banget, dan Papa kamu seperti itu, aku Cuma takut aja. Aku takut kalau benar nanti aku punya adik lagi, terus ayah aku—“


“Hah! Ca, kamu gak lagi demam kan?” Utami meletakkan punggung tangan nya di kening Aca hingga membuat gadis kecil itu mendengus dan langsung menyingkirkan tangan tersebut, “Aca, om Hilal sayang banget sama kamu. Apalagi tante Khalifa, masyaallah dia bahkan jauh lebih baik darii bu kandung ku loh.”


Utami kembali menghela napas nya kasar, ia meletakkan jajanan yang sejak tadi ia makan di atas meja lalu menggeser tempat duduk nya agar bisa berhadapan dengan Aca, “Kamu pasti masih kepikiran sama perkataan tante yang kemarin ya? Emang dia siapa sih?”


“B—bukan begitu Tami, a—aku hanya.”


“Aca, percaya sama aku. Kamu tahu kan, aku punya mata batin yang bisa menembus isi kepala seseorang!” Utami meletakkan dua jari nya tepat di sisi kepala kanan dan kiri nya.


Gadis itu memang sangat suka bercanda dan selalu bisa mencairkan suasana, hingga membuat wajah Aca yang semua gugup, takut dan tegang kini kembali ceria bahkan gadis itu terkekeh.


Bug!!


“Acaaaa!” pekik Utami mendengus kesal, saat tiba tiba sebuah buku melayang ke pangkuan nya dengan cukup keras dari Aca.


“Enak aja mau tuker! Kamu pikir bunda aku itu barang apa!”


“Ya makanya, jangan ngeraguin bunda kamu!” kata Utami kembali mendengus.

__ADS_1


Persahabatan yang sudah di bangun sejak tiga tahun yang lalu karena keduanya sama sama memiliki banyak persamaan. Yaitu salah satu nya sama sama memiliki ibu sambung. Akan tetapi, Aca jauh lebih beruntung, karena memiliki Khalifa sebagai ibu sambung nya.


Sedangkan Utami? Jangan di tanya lagi, jangankan ibu sambung, ibu kandung nya saja pergi entah kemana. Tidak mau mengurus nya, lantaran dirinya anak yang lahir dalam hubungan terlarang dan bisa di katakan di luar nikah.


Ayah dan ibu nya tidak pernah menikah, setelah melahirkan dirinya, Utami di berikan kepada sang ayah sedangkan ibu nya kembali melanjutkan hidup entah kemana. Sedangkan ayah nya tak lama menikah dengan wanita baru nya.


Awal awal Utami merasa sangat di sayang dan di manja oleh ibu sambung nya, hingga ketika dirinya berusia dua tahun saat ibu sambung nya sudah memiliki anak, kasih sayang itu perlahan memudar. Hingga sekarang, ayah dan ibu sambung nya sudah memiliki empat anak, dan dirinya di paksa untuk mandiri.


Sang ayah sangat jarang ada waktu untuk nya, dan setiap Kali pergi dirinya sellau di tinggal di rumah atau bahkan di titipkan di rumah nenek nya, dengan alasan mobil mereka tidak muat karena keempat adik nya.


Maka terkadang, Aca mengajak Utami menginap di rumah nya karena kasihan jika Utami di rumah sendirian. Dan di sanalah Utami merasa nyaman dan bisa menilai kebaikan dan ketulusan ibu sambung Aca yang memang berhati malaikat, tak seperti ibu sambung nya.


“Ca, aku mau bicara serius sama kamu!” Kini Utami menggenggam tangan Aca Sambil menatap mata sahabat nya serius, “Jangan pernah temui tante itu lagi, aku takut nanti kamu akan menyakiti Bunda kamu.”


Deg!


Seketika itu, Aca langsung terdiam. Ia menatap Utami dengan begitu dalam.


...~To be continue …...

__ADS_1


__ADS_2