Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Bab 59


__ADS_3

...~happy Reading~...


Seperginya Aca dari dalam kamar orang tua nya. Seketika itu juga Khalifa langsung mendudukkan diri di sisi tempat tidur. Sejak tadi, tatapan mata nya begitu tajam menyorot ke arah sang suami yang tengah menyengir kuda berdiri tak jauh dari nya.


"Bisa bisa nya kamu bawa Aca kemari saat kami menyuruh ku memakai pakaian kaya gini Mas!" Khalifa kesal dan langsung memijit pelipis nya.


"Sayang, jangan salahin aku! Dia nya aja yang kabur," Hilal berusaha membela diri, dan kini laki laki itu menghampiri Khalifa dan ikut duduk di samping istri nya.


"Ya kenapa bisa di biarin kabur!"


"Sayang, kamu gak tau seberapa lincah nya dia. Padahal aku sudah membujuk nya supaya bisa tidur sendiri tapi—"


"Ahh sudahlah, aku capek!"


"Sayang... " Hilal mengikuti setiap pergerakan yang di lakukan istrinya.


Melihat Khalifa yang langsung menidurkan diri di atas tempat tidur, Hilal pun tak ingin membuang waktu dan segera ikut berbaring tepat di samping sang istri.


"Kenapa ikut rebahan?" tanya Khalifa dengan suara sedikit meninggi.

__ADS_1


"Emang kenapa?" tanya Hilal dengan wajahnya yang polos sambil mengerjapkan mata nya berulang.


"Astaghfirullah, Mas!" Khalifa berusaha menarik nafas nya sedalam mungkin, "Itu pintu nya masih terbuka! Kamu mau Aca masuk kesini lagi!"


Dan seketika itu, Hilal langsung tersadar. Laki laki itu segera bangkit dan menutup pintu kamar nya, tak lupa ia juga mengunci agar putri nya tidak bisa masuk kembali.


"Udah dong Sayang, jangan marah marah ih!"


"Kamu nya nyebelin Mas! Aku kan malu di depan Aca!" Khalifa menggerutu dengan bibir memanyun nya, "Ngapain kamu suruh aku pakai baju begini!"


"Kamu cantik!"


Deg!


"M—Mas ... "


"Kamu seksii banget Sayang kalau pakai baju ini!" Kini laki laki itu merebahkan tubuh nya kembali di samping Khalifa. Menarik pelan tubuh sang istri agar menghadap ke arah nya.


Gugup, itulah yang di rasakan Khalifa saat ini. Bahkan, wanita itu sampai menelan saliva nya ketika harus berhadapan dengan wajah suami nya yang kini hanya berjarak beberapa centi saja dari wajah nya.

__ADS_1


"Aku ingin kamu pakai baju seperti ini setiap hari!" Imbuh Hilal sambil membelai lembut wajah istri nya, membuat mata Khalifa seketika langsung terpejam menikmati sentuhan itu.


"Apakah dia sehat? Kita sudah lama—" Hilal mendekatkan wajahnya dan langsung mengecup lembut rahang halus sang istri membuat jantung Khalifa semakin berdetak tak menentu.


Tangan kekar yang selalu merangkul nya, kini mengusap lembut perut nya yang sudah mulai terlihat sedikit berisi sambil wajah nya yang terus memberikan sensasi luar biasa pada leher jenjang Khalifa.


"Sayang... "


"Emmhhh... " jawab Khalifa dengan mata terpejam.


"Bolehkah?" ucap Hilal meminta izin.


Sebenarnya tanpa meminta izin, harusnya laki laki itu sudah paham bukan? Jika Khalifa sudah menuruti kemauan nya bukankah itu seharusnya sudah menjadi jawaban dari Khalifa?


Jika tidak boleh, lalu untuk apa Khalifa memakai pakaian yang begitu tipis dan pendek seperti itu. batin Khalifa sedikit kesal.


"Hemmm!" Hanya itu yang bisa keluar dari bibir Khalifa. Wanita itu sudah mulai sibuk dengan sayap sayang nya yang akan membawa nya terbang.


Sentuhan dan belaian serta kecupan yang begitu halus dan lembut, seolah mulai membawa nya terbang secara perlahan. Hingga saat Hilal mulai menarik tali baju nya dan membuka nya secara perlahan, membuat tubuh Khalifa semakin bergetar tak karuan.

__ADS_1


...~To be continue... ...


...Dan jangan tanya dengan apa yang terjadi selanjutnya. 🙈🙈🙈 ...


__ADS_2