
...~Happy Reading~...
“Bunda bunda, ini lasanya apa?” Aca terlihat begitu penasaran saat melihat bagaimana adik bayi nya yang begitu asik dan fokus pada aktifitas nya.
“Rasanya?” Khalifa mengerutkan dahi nya, lalu melirik ke bawah dimana tatapan mata Aca yang kini tengah memperhatikan baby Illona yang sedang menyusu padanya.
“Dulu, Aca minum susu na sama kaya adik Ilo?” tiba tiba senyuman di wajah Khalifa redup, tatapan mata Aca sejak tadi tidak lepas dari pemandangan yang sedang di lakukan baby Ilona padanya, “Tapi na Aca gak tahu lasa na apa? Aca lupa hihihihii.” Imbuh gadis kecil itu menutup mulut nya Sambil terkikik geli.
Khalifa hanya tersenyum tipis, tak bisa di pungkiri bahwa hatinya terasa begitu sesak, hanya karena mendengar pertanyaan sepeleh dari Aca. Karena memang sejak lahir, Aca tidak pernah merasakan asi, gadis kecil itu hanya meminum susu formula, karena ibu nya yang harus segera berpulang ke pangkuan Sang Maha Pencipta.
“Aca mau cobain asi Bunda?”
“Emang buleh?” tanya gadis kecil itu mendongak menampilkan wajah polos nya yang menatap sang ibu dengan penuh harap.
Dengan sedikit ragu, akhirnya Khalifa menganggukkan kepala nya dengan sangat pelan. Bukan tidak mau, hanya saja sebenarnya ia merasa sedikit aneh jika harus menyusui anak sebesar Aca. Tapi demi rasa penasaran agar putri sulung nya tidak terus berharap, jadilah Khalifa merelakan nya, walau ia merasa sedikit kegelian.
“Jangan di gigit Sayang!” Khalifa mencengkram erat bantal di samping nya saat tiba tiba Aca justru malah menarik buah nya sedikit.
‘’Bweehhh, bunda rasanya gak enak!’’ Hanya beberapa detik, Aca pun langsung melepaskan nya dan berlari ke dalam toilet untuk memuntahkan cairan putih di mulut nya.
Sementara itu, Khalifa bisa bernafas lega. Ia meletakkan baby Ilona di tempat tidur, lalu segera menyusul Aca yang kini tengah berusaha membuang rasa aneh di dalam mulut nya.
“Bagaimana Sayang?” tanya Khalifa sedikit terkekeh.
‘’Gak enak Bunda, bweehh lasa na aneh. Gak ada lasa,’’ Aca menggelengkan kepala nya Sambil terus berkumur dengan menggunakan air, “Enakan sus una Aca. Aca mau susu Bunda, Aca mau minum susu Aca saja.”
__ADS_1
Lagi lagi, Khalifa terkekeh melihat wajah putri bungsu nya yang begitu menggemaskan. Ia mengecup singkat kening dan kedua pipi Aca lalu segera beranjak untuk pergi ke dapur guna membuat kan susu.
Tapi sebelum ia pergi, ia memastikan bahwa baby Illona berada di dalam posisi aman dan nyaman, barulah ia mengajak Aca untuk ikut dengan nya. Karena akan sangat tidak aman jika meninggalkan baby Ilona hanya berduaan dengan kakak nya.
“Nah ini balu enak, manis !’’ cengiran khas di wajah Aca sambil memperlihatkan deretan gigi susu nya membuat Khalifa sangat ingin tertawa.
“Assalamualaikum … “ Saat Aca dan Khalifa sedang menikmati susu nya di meja makan, tiba tiba suara sang ayah yang baru pulang bekerja membuyarkan candaan keduanya.
“Walaikumsalam,” jawab Aca dan Khalifa bersamaan.
‘’Ayah tangkap Aca, tangkap Aca!” Sambil merentangkan kedua tangan nya, gadis kecil itu berlari dengan begitu kencang nya hingga membuat Hilal sedikit panik.
Hap!
“Astagfirullah kenapa harus lari hem?” Hilal menghela nafas nya dengan sedikit kasar saat sudah membawa putri nya ke dalam gendongan nya, ia berjalan menuju meja makan dimana istrinya berada.
Seketika itu, Hilal langsung mengerutkan dahi nya, merasa aneh dengan perkataan Putri nya. Minum susu, bukanlah hal baru untuk Aca, tapi susu bunda, bagaimana maksud nya? Hilal kini menatap istrinya seolah mencari jawaban atas perkataan putri nya.
“Tadi Aca nyobain asi aku Mas,” kata Khalifa setelah mencium punggung tangan suami nya.
Hilal menganggukkan kepala nya tanda paham Sambil mendudukkan kembali Aca ke kursi nya, “Kenapa di kasih?”
“Dia penasaran,” jawab Khalifa menghela napas nya berat.
“Hanya karena penasaran, terus kamu kasih?” tanya Hilal lagi yang mana langsung di balas anggukan kepala oleh Khalifa, “Berarti kalau aku ikut penasaran juga akan kamu kasih?” imbuh Hilal sedikit berbisik di telinga Khalifa.
__ADS_1
“Mass!” Sontak saja, Khalifa langsung menjauhkan diri dari suami nya, tatapan matanya langsung menyorot tajam dan spontan kedua tangan nya langsung melintang menutupi area dada nya, hingga membuat Hilal tergelak.
“Ayah kunapa tawa tawa?” tanya Aca menatap kedua orang tua nya.
“Gapapa Sayang, katanya Ayah mau minta susu nya Aca, boleh?” kata Khalifa mencoba tersenyum paksa.
“Yah habis!” Jadi Ayah buat sendili saja,” kata Aca dengan begitu santai Sambil meneguk abis susu di gelas nya karena takut akan di minta oleh sang ayah.
“Yah kan habis, kalau gitu Ayah minta susu nya bunda aja gimana Ca?” ucap Hilal sambil tersenyum menggoda ke arah istrinya.
“Ga buleh Ayah! Susu bunda Cuma buat adek Ilo, telus juga sus una gak enak. Aca gak suka, belalti ayah juga gak akan suka.” Aca menjawab Sambil menggelengkan kepala nya.
“Tapi ayah suka Ca,”
“Mas udah cukupp!” seru Khalifa semakin malu hingga membuat Hilal tak kuasa menahan tawa nya, “Sayang susunya udah habis kan? Mending sekarang kita temenin adek Ilo lagi, ayo!”
“Ayo Bunda, Ayah na tinggal saja sendilian, bial bikin susu sendili.” Kata Aca lalu segera menggandeng tangan ibu nya dan kembali ke dalam kamar.
Sementara itu, Hilal yang melihat anak dan istri nya pergi, hanya bisa terdiam Sambil menatap punggung wanita yang tengah menggandeng seorang putri kecil dengan penuh kasih sayang. Meskipun Khalifa sudah memiliki putri sendiri yang keluar dari rahim nya, tapi tak membuat rasa sayang nya kepada Aca luntur.
Khalifa sangat tahu bagaiman menempatkan diri dan membagi kasih sayang itu begitu adil kepada kedua putri nya, membuat Hilal merasa tak berhenti bersyukur atas nikmat yang sudah di berikan oleh sang maha Kuasa.
‘Terimakasih Ya Allah, anugerah-MU sangat luar biasa,’ gumam Hilal lalu ia segera menyusul istri dan anak anak nya ke dalam kamar.
...~To be continue …...
__ADS_1
...Note~...
...Nanti siang, Mommy gak bisa update yaa. Ada kesibukan, sampai jumpa jam kunti lagi …...