
...~Happy Reading~...
“Ada apa Sayang?” tanya umma Chila saat melihat putri nya berjalan smabil melamun dan sesekali menoleh untuk melirik rumah suami nya, yang mana kini rumah itu terlihat begitu sunyi dan juga sepi.
“Tidak Umma, Khalifa hanya—“
“Kamu merindukan mereka?” Khalifa menundukkan kepala nya, memeluk erat mukena dan juga sajadah di ada di dekapan nya sambal menganggukkan kepala nya lemah.
Seolah mengerti dengan kegelisahan putrinya, umma Chila pun segera memeluk tubuh Khalifa dan mengajak nya untuk melanjutkan Langkah kaki nya. Hingga Ketika keduanya sudah tiba di rumah, umma Chila mengajak Khalifa untuk duduk sejenak di sofa Panjang yang ada di ruang tamu nya.
Memang sejak, sholat ashar tadi, Khalifa sudah berada di masjid dan menyibukkan diri untuk membantu di Pondok hingga usai sholat isya. Maka tak heran ketika Hasna menghubungi nya, ia tidak bisa menjawab lantaran ia tidka memegang ponsel.
“Apa yang kamu rasakan Sayang? ‘’ umma Chila masih begitu setia menggenggam tangan putri nya.
Khalifa menggelengkan kepala,”Khalifa bingung Umma.”
“Kenapa bingung? Kalau memang Khalifa merindukan mereka, pulang ya sayang. Umma yakin, mereka juga sangat merindukan Khalifa.”
__ADS_1
“Tapi Khalifa belum siap Umma. Disini, masih ada yang sedikit aneh dan mengganjal,” Khalifa menyentuh dada nya, yang mana kini masih terasa begitu sesak setiap kali mengingat suami nya.
“Assalamualaikum … “ Khalifa dan umma Chila langsung mendongak saat mendengar suara laki laki memasuki rumah nya.
“Walaikumsalam, Abi darimana?” tanya umma Chila menghampiri suami nya dan segera mencium punggung tangan laki laki itu, begitu pun dengan Khalifa yang juga melakukan hal yang sama kepada ayah nya.
Untuk sesaat, abi Mike terdiam sejenak saat mendapatkan pertanyaan dari istri dan juga anak nya. Ia menarik napas nya cukup dalam lalu ia hembuskan lagi secara perlahan.
“Acá masuk rumah sakit lagi,”
Deg!
“Abi, kenapa Aca di rumah sakit? Katakan Abi, bagaimana keadaan Aca sekarang? Dia baik biak saja kan? Dia—”
“Sayang, hey!” Abi Mike segera menggenggam tangan putri nya dan mengajak nya untuk duduk di sofa Kembali, “Aca tidak apa apa, dia terjatuh saat bermain. Dahi nya terkena pintu dan harus mendapatkan beberapa jahitan.”
“Astagfirullah aladzim, lalu bagaimana keadaan dia sekarang Abi? Kenapa Abi tidak memberitahu Khalifa?” kini wajah sayu itu semakin deras mengeluarkan air mata.
__ADS_1
Hatinya benar ebnar sesak dan sakit hanya mendengar bahwa putri sambung nya Kembali di rawat bahkan harus mendapatkan beberapa luka jahitan. Sesayang itu Khalifa kepada Aca, dan kini ia membenarkan mengapa sejak tadi perasaan nya begitu gelisah Ketika melihat rumah mertua nya.
“Sudah membaik, tapi—’
“Tapi kenapa Abi?” tanya Khalifa dengan cepat memotong perkataan ayah nya.
“Dia terus menangis dna memanggil kamu sayang ! Bahkan, Hilal tidak bisa menenangkan dia. ‘’
Kini, Khalifa kembal terdiam. Mungkinkah Aca juga merindukan nya? Pikir Khalifa. Tapi, ia sendiri juga masih ragu dan takut, bagaimana jika nanti ketika ia datang dan Acá tidak mau bertemu dengan nya lagi, atau bahkan, di sana ia harus bertemu dengan Milla atau bahkan Melly sekaligus, apakah Khalifa siap?
“Abi … “
“Sayang, mungkin ini memang jawaban atas apa yang tadi kita bicarakan! Bukan hanya kamu yang merindukan mereka, tapi mereka pun sama. Dan mungkin inilah jalan yang di berikan Allah untuk kalian. Sayang, umma yakin setiap ada badai pasti aka nada pelangi. Tidak ada rumah tangga yang tidak memiliki cobaan. Sudah ya Nak, tidak baik jika antara suami dan istri berlarut larut dalam masalah, nak Hilal juga sudah mencoba untuk memperbaiki semuanya. Berikan día kesempatan,”
“Umma … “
“Demi kamu, Hilal, Acá dan juga día.” Imbuh umma Chila panjang lebar sambil menyentuh perut rata Khalifa.
__ADS_1
Tentu saja, hal itu langsung membuat mata Khalifa membola, mengapa orang tua nya bisa mengetahui tentang kehamilan nya. Karena seingatnya, hingga kini Khalifa masih memilih diam karena masih ragu. Tapi ternyata ibu dan ayah nya kini sudah mengetahui dan entah sejak kapan itu terjadi.
...~To be continue …. ...