Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part 6


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Tiga hari lagi kan?” tanya Hilal dengan mengedipkan matanya berulang seolah tak sabar untuk menunggu tiga hari lagi dimana dirinya bisa akan berbuka puasa.


Khalifa menarik napas nya dengan sangat berat, menatap lekat pada wajah sang suami yang terlihat begitu mendamba akan dirinya. Tidak tega, sebenarnya hati Khalifa juga sangat merindukan sosok itu. Akan tetapi, dirinya tak bisa melakukan apapun kecuali bersabar.


Tak hanya satu atau dua Kali Khalifa menawarkan diri untuk membantu suami nya, akan tetapi Hilal menolak. Laki laki itu selalu meyakinkan dirinya bahwa ia sangat kuat dan sabar menanti hingga saat itu tiba.


Tapi … lagi lagi dan lagi Hilal terus menatap nya seperti itu, lantas apa yang harus ia lakukan sedangkan masa nifas nya belum usai bahkan masih lebih dari satu mingguan lagi.


“Mas, kamu ingat gak tanggal Illona lahir?” tanya Khalifa Sambil menangkup rahang kokoh suami nya.


Untuk sesaat, Hilal terdiam seolah sedang berfikir, “Tanggal lima.”


Khalifa menganggukkan kepala nya pelan, “Sekarang tanggal berapa?”


Lagi lagi Hilal terdiam dan mengingat hari dan tanggal berapa untuk saat ini hingga setelah beberapa detik, tiba tiba dahi nya mengerut dan menatap istrinya dengan kurang yakin, “Ini tanggal empat kan?”


Seketika itu, Khalifa menganggukkan kepala Sambil tersenyum, “T—tapi mie instan aku …. “


Hilal ingat jelas, bahwa dirinya membeli satu kardus mie instan sebagai penanda masa nifas istrinya. Dan tadi sore, ketika ia melihat stok mie instan itu di dalam laci ia jelas sekali melihat bahwa hanya tersisa tiga bungkus.


Tapi, kembali lagi, ia mengingat tanggal kelahiran putri keduanya dan tanggal hari ini, tentu saja tidak sebanding dengan isi bungkus mie instan itu.


“Pabrik mie nya salah ngitung Kali ya?” celetuk Hilal Sambil berfikir.

__ADS_1


“Astagfirullah, jangan fitnah begitu Mas!” Khalifa menggelengkan kepala.


“Bukan fitnah sayang, jelas jelas kamu tahu kan aku setiap hari ngambilin satu satu mie itu untuk menghitung masa nifas kamu. Dan sekarang mie itu Cuma tersisa tiga bungkus, sedangkan seharusnya masa nifas kamu berakhir masih cukup lama. Atau, tanggalan nya mungkin yang salah.”


“Bulan kemarin ada tiga puluh lima hari mungkin, atau lebih.” Imbuh Hilal semakin di luar nalar.


“Makanya jangan ngitung pakai mie instan lagi sih. Hitung pakai tanggalan kalender aja, lagipula nanti kalau udah tiba waktunya juga pasti buka puasa kok, sabar ya. Cup !’’ Khalifa mengecup singkat bibir suami nya, yang mana hal itu semakin membuat Hilal frustasi.


‘’Sayanggg !’’ rengek laki laki itu sebagai bentuk protes nya.


‘’Apa?’’ tanya Khalifa berpura pura tak paham.


“Ckckc!” Hilal berdecak, ia masih memikirkan kemana larinya beberapa bungkus mie instan di dalam lemari nya, mengapa bisa tidak sinkron dengan tanggalan yang seharusnya.


Entah siapa yang salah, antara pabrik mie instan yang memanipulasi isi yang seharusnya ada 40 bungkus tapi ternyata tidak sampai segitu. Atau pihak pembuat tanggalan di kalender yang salah memasukkan angka.


Di tambah kini, istrinya malah mengecup bibir nya yang mana membuat nya semakin tergoda, tapi ia sedang berusaha menahan diri bahwa dirinya tidak akan melakukan hal seperti itu.


“Mau dibantu gak? Gapapa loh, boleh kok.”


“Enggak!” tolak Hilal untuk kesekian kalinya, “Aku mau tidur aja, deket sama anak anak,” imbuh nya segera bangkit dan menyusul kedua putrinya, karena baginya itu lebih baik daripada dirinya harus mencari kepuasan seperti itu.


‘Yang penting aku udah nawarin,’ gumam Khalifa terkekeh, antara lucu tapi juga kasihan melihat wajah kecewa suaminya karena kehilangan mie instan.


...~To be continue …...

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


HIlal : Mom …


Mommy : Iya Sayang …


Hilal : Jangan manggil gitu!


Mommy : Dih pelit


Hilal : Udah deh Mom, akum aku tanya


Mommy : Tanya apa?


Hilal : Tahu nomor telfon pabrik mie instan gak?


Mommy : Mau buat apa?


Hilal : Protes kenapa mie ku bisa berkurang.


Mommy : Mana ada berkurang Hilal, kalau pun mereka ngelakuin kesalahan kurang ngisi mie gak sampai 40 tapi kurang nya itu paling banyak ha nya satu dua biji, gak akaan sampai selusin.


Hilal : Terus kemana larinya mie aku Mom


Mommy : Ya gak tahu, di ambilin readers kali yang pada nongki di jam kunti, coba aja tanyain atu2. Siapa tahu mereka ngambil mie mu buat mantengin kamar mu.

__ADS_1


Hilal : Patut di curigai ….


__ADS_2