Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Bab 60


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Ayaahhh! Ayahhh! BUndaaa! Ayahh! Buka pintu na! Aca mau masuk! Bunda bukain!”


Tok .. tok … tok ..


“Ih Ayah jahat! Masa Aca di kunciin pintu na, Ayah bukain!”


Suara teriakan dan teriakan yang begitu mengusik gendang telinga sepasang suami istri yang sedang berlayar di tengah samudera mengarungi lautan yang begitu indah dan dalam. Nyatanya harus terhenti di tengah jalan sebelum sampai di tepian dermaga.


“Lanjut nanti saja ya, kasihan Aca!”


Seketika itu juga, Hilal langsung menatap istrinya dengan penuh kekecewaan, bagaimana bisa dirinya berhenti, di saat dirinya sedang berada di dekat puncak kemenangan.


“Ayahhh! Aca disini lohh, sendilian, Ayah buka pintu na!” Lagi lagi, suara teriakan Aca membuat Hilal sangat frustasi.


Ini bukan Kali pertama dirinya gagal mengarungi lautan yang indah bersama Khalifa.Selalu saja sang putri yang selalu mengusik dan mengusik nya di saat di pertengahan jalan. Akan tetapi, di saat dirinya tidak melakukan apapun., Aca selalu nyama n tertidur damai di dalam kamar nya, bahkan bisa hingga pagi hari Aca tidak terbangun sama sekali.

__ADS_1


Aneh tapi nyata, begitulah seorang putri Arumi Nasha yang memiliki seribu keajaiban.


“Mas ,… lanjut nanti ya?”


“Tapi ini—“ Hilal melirik ke bawah dimana penyatuan keduanya yang masih terpagut melekat, namun keadaan seolah harus memaksa untuk saling melepaskan.


Khalifa tersenyum, mencoba untuk menahan diri untuk tidak tertawa. Terlebih ketiak ia melihat raut wajah suami nya yang begitu kecewa dan memelas. Antara kasihan tapi juga lucu, karena laki laki itu harus menelan kekecewaan karena ulah putri nya sendiri.


Dan pada akhirnya, mau tidak mau Hilal pun menyerah. Ia sudah begitu pusing mendengar seruan dan teriakan sang putri di depan pintu yang terus mengusik pendengaran nya.


Laki laki itu segera bangkit, lalu pergi begitu saja membuka pintu kamar mandi dan mencoba meredam diri di bawah kucuran air shower yang cukup dingin. Sementara itu, Khalifa yang melihat suami nya pergi dan suara Aca yang terus berseru di depan pintu, segera berjalan menuju lemari dan mencari baju yang sedikit tertutup agar tidak mendapatkan pertanyaan lagi dari putri nya.


“Bunda lama banget buka na, kan Aca capek teliak teliak telus!” Gadis kecil itu langsung bersedekap tangan di dada sambil memanyunkan bibir dengan begitu kesal.


“Maaf sayang, tadi Bunda lagi ke kamar mandi,” Khalifa mengajak putri nya untuk masuk ke dalam dan mendudukkan nya di pinggiran sofa.


Untuk sesaat, Aca terdiam, mendengar penjelasan ibu nya yang entah mengapa sedikit tidak bisa di percaya, “Bunda apain di kamal mandi? Masak malem malem mandi sih?”

__ADS_1


“Sayang, di dalam kamar mandi, bukan berarti mandi kan?”


“Tapi na kok baju Bunda ganti? Kalau Bunda gak mandi, telus apain ganti baju ?’’ tanya Aca lagi membuat Khalifa terdiam.


Ia berfikir, jika dirinya mengganti pakaian, maka tidak akan mendapatkan pertanyaan aneh lagi dari Aca. Tapi ternyata dirinya salah, justru dengan pakaian baru yang ia kenakan, malah mendapatkan pertanyaan yang lebih sulit dari anak nya.


“Sayang, Aca kenapa belum tidur, hem?” tanya Khalifa mengalihkan pembicaraan.


“Aca gak tahu Bunda, tiba tiba Aca gak bisa tidul. Mata na kan udah melem, tapi na buka lagi, Aca melemin lagi eh buka lagi. Kan Aca jadi bingung!” curhat anak kecil itu Sambil memperagakan matanya yang terbuka dan tertutup berulang Kali.


“Aca mau tidur sama Bunda?” tanya Khalifa menawarkan.


“Emang buleh?” bukan menjawab, Aca justru balik bertanya sambil mengerjapkan matanya dan menatap ibu nya dengan penuh harap, “Telus nanti Ayah tidul na dimana? Oh iya Ayah Aca mana? Kok gak ada?”


Seolah baru tersadar bahwa ayah nya tidak ada, Aca menelisik sekeliling untuk mencari keberadaan ayah nya, hingga tiba tiba ia melihat pintu kamar mandi yang terbuka membuat Aca mengerutkan dahi nya.


“Kok Ayah mandi juga, tadi kata na Bunda mandi, telus sekalang Ayah mandi, kok mandi semua? Aca juga mau mandi kalau gitu!”

__ADS_1


“Jangan!” seru Khalifa dan Hilal bersamaan membuat Aca seketika langsung mendengus.


...~To be continue …...


__ADS_2