Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part 11


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Aca tunggu!” Gadis kecil itu langsung mengehentikan Langkah kaki nya, ia menoleh dan menatap pada kakak sepupu nya yang kini Tengah berlari ke arah nya.


“Abang kenapa lari larian?” tanya Aca sedikit berdecak.


“Ini dari Mama aku, katanya suruh kasih buat kamu.”


“Tapi Aca udah bawa bekal sendiri,” Meski begitu, tangan Aca tetap menerima sebuah kotak bekal yang di berikan oleh kakak sepupu nya.


“Entahlah, aku hanya memberikan! Terserah kamu mau makan atau tidak, yang jelas aku sudah berikan. Sudahlah, aku main lagi bye!” ucap nya lalu segera berlari untuk berkumpul dengan teman teman nya.


Aca Kembali melanjutkan Langkah nya untuk Kembali ke dalam kelas. Menimang Kembali kotak bekal berwarna pink yang kini ada di tangan nya. Saat ia sudah mendudukkan diri di kursi, gadis kecil itupun membuka kotak bekal itu dan seketika wajah nya berbinar begitu terang.


Dilema antara makanan yang di berikan oleh Chandra atau makanan yang di bawakan oleh ibu nya. Jika di tanya mana yang ia suka di antara dua makanan itu, tentu saja Aca akan lebih suka dengan makanan yang di berikan oleh Chandra.


Akan tetapi, masakan ibu nya juga enak dan ia tidak mau membuat Wanita itu bersedih jika ia tidak memakan bekal nya.


“Woahh Aca banyak sekali bekal kamu? Tidak ada niat untuk sedekah lagi kah? Aku mau!” ucap seorang gadis kecil yang menjadi teman sebangku Aca kini baru masuk ke dalam kelas usai dari toilet beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Namanya Utami, gadis manis yang begitu ceria sama seperti Aca. Ia juga memiliki ibu Sambung, akan tetapi ia tidak pernah membawa bekal, dan setiap Kali Aca mendapatkan makanan dari Chandra, maka Utami lah yang akan membantu nya menghabiskan makanan dari ibu nya.


“Baiklah, kamu makan ini dan aku ini. Kita makan sama sama,” Seketika wajah Aca kembali sumringah ketika menemukan jawaban dari dilema yang ia rasakan tadi.


“Uhh bunda kamu baik banget sih, bawain bekal banyak terus, aku kan jadi kenyang kaya Gini Aca!” ucap Utami di sela suapan makanan nya.


“Bunda ku memang yang terbaik.” Aca terkekeh pelan, lalu keduanya pun akhirnya melanjutkan acara makan nya sabil di selingi beberapa candaan dan juga tawa.


...**__** **__**...


Seperti biasa, setiap kali Ilona pulang sekolah, maka ia akan menunggu kakak nya agar bisa pulang bersama. Perbedaan jam kelas yang hanya tiga puluh menit, membuat Ilona dengan senang hati selalu menunggu sang kakak.


‘’Jangan di lusak lusak bunga na, ih jahat sana sana pelgi. Pelgi sana .. “ Ilona terus menggerutu Sambil menghancurkan beberapa rumah semut yang sedang di bangun di sisi tanaman bunga kesukaan nya.


‘’Nanti bunga na Ilo jadi jelek, sana semut pelgi ihh.’’ Usir nya lagi dengan kesal, lalu ia pun segera melepas sepatu nya dan


Bug!


Gadis kecil itu melemparkan sepatu nya untuk menghancurkan rumah semut yang sedang di bangun. Seolah mengerti dan ingin balas dendam, entah apa yang ada di pikiran semut itu, kini tiba tiba semua nya dengan begitu kompak berlari untuk ke arah Ilona.

__ADS_1


“Aaaaa sakittttt! Ayaaahhhh! Bundaaaa!” suara jeritan dari Ilona sontak saja mencuri perhatian beberapa orang di sekitar.


“Astaga, kamu gapapa?” tanya seorang wanita yang cantik yang segera menghampiri Ilona saat di keroyok semut, wanita itu segera mengangkat tubuh Ilona dan membawa nya sedikit menepi lalu mencoba menghilangkan beberapa semut yang masih setia menggigit kulit mulus nya.


“Hiks hiks hiks, semut na nakal ante hiks hiks.”


“Bukan semut yang nakal! Tapi kamu karena sudah mengganggu mereka! Makanya jangan ganggu kalau gak mau di ganggu!” ucap seorang anak laki laki yang berdiri di belakang Wanita tadi dengan begitu ketus.


Ilona mendongakkan kepala nya, menatap lekat pada wajah anak laki laki itu dengan marah dan kesal, “Semut duluan yang ganggu bukan Ilo!”


‘’Gak mungkin semut gigit, kalau gak kamu kacauin!”


“Tapi na semut nya lusak lusak bunga Ilo.”


“Bunga milik sekolah bukan milik kamu!”


“Astaga, Sudah cukup! Kenapa kalian malah bertengkar! Kamu diem dulu Mama masih marah sama kamu!” ucap wanita tadi menatap kesal dan tajam pada putra nya, lalu ia kembali berjongkok di depan Ilona untuk mengoleskan minyak telon ke beberapa tubuh Ilona yang bekas gigitan semut, “Tante kasih minyak biar gak sakit lagi.”


...~To be continue …....

__ADS_1


__ADS_2