Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Bab 56


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Mas, kita mau kemana?” Khalifa mengerutkan dahi nya saat baru menyadari bahwa jalan yang kini ia lewati bukanlah jalan biasa menuju ke arah Pondok.


“Aku ingin memperlihatkan sesuatu sama kalian!” Hilal menoleh dan tersenyum, sebelah tangan ia gunakan untuk memegang setir, dan satu lagi untuk meraih dan menggenggam tangan istri nya.


“Apa?” tanya Khalifa.


“Nanti kamu akan lihat Sayang, cup!”


Sepertinya kini Khalifa harus mulai membiasakan diri dengan panggilan baru yang di berikan oleh Hilal. Meskipun sedikit aneh dan terkadang terlihat kurang cocok, akan tetapi tak bisa di pungkiri bahwa Khalifa merasa Bahagia karena nya.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya dari rumah sakit, kini akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Hilal beserta anak dan istrinya itu sudah tiba dikawasan sebuah komplek perumahan yang menurut nya sedikit tidak asing.


“Kita mau ngapain ke rumah kak Maira? Bukankah dia ada di Jakarta?” Khalifa lagi lagi mengerutkan dahi Sambil menatap suami nya, merasa semakin bingung saat ia sadar bahwa kini mobil yang ia tumpangi menuju ke arah rumah kakak nya.


Arga dan Maira memang tinggal di Jakarta. Akan tetapi, mereka juga memiliki rumah di Bandung, untuk jika tiba tiba ia harus pulang atau ingin pulang untuk melepas rindu.

__ADS_1


Bukan tidak mau jika mereka langsung ke Pondok, hanya saja Maira memiliki tiga tuyul yang cukup rese, jadilah demi menjaga kewasaran bersama agar tidak terlalu mengganggu, Maira meminta supaya Arga membeli rumah di daerah pusat kota.


“Loh, Mas! Itu—“


Meskipun mobil itu memasuki kawasan komplek perumahan kakak nya, namun ternyata mobil itu tidak berhenti di rumah sang kakak. Melainkan, kini mobil Hilal terparkir cantik di sebuah rumah yang tak kalah mewah dengan rumah kakak nya, yang mana rumah itu hanya berjarak satu rumah saja dari rumah sang kakak.


“Ayo turun sayang!” Hilal Kembali mengecup punggung tangan istri nya, ia segera turun lebih dulu lalu membuka kedua pintu di sisi kiri mobil, yakni pintu depan dan belakang.


“Mas, ini rumah siapa?” tanya Khalifa lagi lagi yang merasa begitu bingung.


“Woaahhhh! Ada ail mancul!” pekik Aca tiba tiba saat baru turun dari mobil langsung berlari menghampiri kolam air mancur yang sudah berisi cukup banyak ikan berwarna.


“Bagaimana menurut kamu?” Hilal langsung merengkuh tubuh istri nya dan melebarkan sebuah senyuman yang begitu lembut dan tulus di wajah nya, “ Aku bersungguh sungguh untuk membuka lembaran baru. Kita bangun istana kita berdua disini, tanpa ada campur tangan dari siapapun, termasuk masa lalu ku.”


Untuk sesaat, Hilal terdiam. Ada rasa sedikit sesak di hatinya jika harus melupakan Kirana, akan tetapi ini sudah menjadi konsekuensi nya.


Yang pergi biarlah pergi, dan yang masih ada harus tetap melanjutkan kisah yang ada. Tidak mungkin Hilal terus berada dalam zona dimana ia harus terus mengingat yang sudah tidak ada, karena itu akan menyakiti hati orang lain lagi.

__ADS_1


“Disini, tidak akan ada yang mengusik kamu lagi. Jadilah ratu di istana mu sendiri! Cup!” Hilal mengecup tangan istri nya, “Maaf, sudah seharusnya aku lakukan ini sejak lama. Seharusnya aku tidak menyakiti kamu, maafkan aku Khalifa. Maukah kamu membuka lembaran lagi bersama ku? Kita bangun masa depan bersama?”


Tes! Air mata Khalifa lolos tanpa permisi, tak bisa di pungkiri ia merasa sangat bahagia namun juga terharu dengan sikap dan sifat yang di berikan oleh Hilal kali ini.


Dengan cepat wanita itu pun langsung menganggukkan kepala nya dan langsung memeluk sang suami, menumpahkan tangisan haru yang sejak tadi sudah memupuk di matanya.


Setelah beberapa saat, Khalifa melepaskan pelukan nya, ia menghapus air mata nya dan menarik napas nya dengan cukup panjang. Ia berfikir, mungkin ini memang sudah waktu nya untuk dia jujur.


‘’Mas … ‘’ panggil Khalifa begitu lembut, “Ada yang ingin ku katakan juga sama kamu.’’


‘’Ada apa Sayang ? Katakan, apa kamu tidak menyukai rumah ini? Jika tidak suka, kita bisa menjual dan mencari rumah lain.” Ucap Hilal sedikit panik jika memang Khalifa tidak menyukai istana baru nya.


Karena memang rumah itu bukanlah Hilal sendiri yang menemukan n ya, melainkan rekomendasi dari kakak ipar nya, yakni Maira. Beberapa waktu lalu, Hilal mencoba untuk menghubungi kedua kakak ipar nya, yakni Yusuf dan juga Arga. Ia mencoba untuk konsultasi dan mengatakan ingin mencari rumah baru.


Dan secara bersamaan, ketika Arga pulang beberapa minggu yang lalu, ia melihat rumah di sebelah nya terpasang spanduk bahwa rumah itu di jual.


Dan tanpa banyak pikir, Hilal pun langsung membeli nya dengan harga yang cukup tinggi. Sampai membuat semua tabungan nya terkuras habis tak tersisa.

__ADS_1


...~To be continue …....


__ADS_2