Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part 17


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Hay anak manis, kenapa diem aja disini hem?” Sebuah suara yang begitu lembut terdengar di belakang nya, membuat Ilona yang sedang duduk melamun sambil merendam kaki nya di dalam kolam ikan kini langsung teralihkan.


“Tante Asna apain sini?”


“Kamu yang ngapain disini hem?”


“Abang mana?”


“Kenapa nyari Abang?”


“Ilo mau temu abang, gak mau temu tante.’’


‘’Ah jadi Iloina jauh jauh kesini mau ketemu abang ?’’


Ilona menganggukkan kepala nya, ‘’Kemalin tuh, bang Ami janji sama Ilo mau beliin es tapi na abang bohong ! Ilo sebel sama abang.’’

__ADS_1


‘Ilo juuga sebel sama kakak !’ imbuh gadis kecil itu bergumam begitu lirih namun masih terdengar jelas di telinga Hasna.


‘’Sebel sama kakak ? Kenapa Sayang ? Ilona gak boleh sebel sama kakak dong.’’


“Tante, sekalang umul Ilo belapa? Sudah segini kan?” Gadis itu menunjukkan ke sepuluh jari nya, hingga membuat Hasna langsung terkekeh.


Dengan perlahan, Hasna menurunkan kelima jari Ilona, “Ini umur Ilona, sudah lima. Kan dua hari lagi Ilona ulang tahun, katanya Ilona mau rayain ulang tahun sama temen temen.”


“Ih sebel lagi!” TIba tiba bibiur Ilona memanyun dengan kedua tangan yang langsung di lipat di dada, “Kunapa umul na Ilo gak banyak banyak sih! Kenapa masih segitu gitu telus, Ilo capek!”


“Astagfirullah sayang, kamu kenapa sih?” Hasna sampai di buat pusing dalam menghadapi salah satu keponakan nya, dulu ia pikir Aca yang paling rusuh, akan tetapi Ilona ternyata jauh lebih rusuh bahkan Ajaib dari Aca.


Semua perasaan kesal, muak dan marah yang akhir akhir ini di alami oleh Ilona, hanya Fahmi lah yang ia beri tahu. Akan tetapi, saat ini Fahmi sedang tidak ada di rumah lantaran sedan gada les tambahan, jadi entah mengapa Ilona berpindah Haluan dan mencurahkan seluruh isi hatinya kepada sang tante, Hasna.


“Tante, Ilo bosan jadi anak kucil!” keluh gadis kecil itu lagi.


‘Allahuakbar, astagfirullah Hilal anak kamu!’ jerit Hasna dalam hati sambil mengelus dada.

__ADS_1


“C—capek kenapa Sayang?” Hasna mencoba bertanya dengan nada selembut mungkin.


“Ya capek saya! Ya sudahlah, Ilo mau pulang aja! Capek juga omong sama tante gak ngelti ngelti sama Ilo. Enakan omong sama abang! Tante gak asik!” Tiba tiba gadis itu mengangkat kedua kak nya dari dalam kolam.


“Assalamualaikum tante, Ilo mau pulang. Mau minta es klim sama Bunda aja! Abang tukang bohong! Ilo gak mau main sama abang lagi!” imbuh gadis itu sambil mencium punggung tangan Hasna lalu pulang.


“Walaikumsalam,” Hasna hanya bisa menatap kepergian Ilona dengan perasaan sedikit was was.


Ilona memang sangat berbeda dengan Aca. Bukan hanya fisik akan tetapi hatinya juga sangat berbeda. Ilona lebih cuek tapi baper. Mudah marah tapi lekas baik lagi. Ia terlalu mandiri sejak dini, bahkan sejak tahun kemarin gadis itu sudah tidak mau lagi di antar jemput dari sekolah. Ia memilih berjalan kaki bersama Aca dan akan pulang sendiri.


Sejak tragedi dimana dirinya menjadi korban bulying para semut dua tahunan yang lalu, kini gadis itu tumbuh menjadi begitu kuat dan berani. Ilona tidak mudah memaafkan lagi apalagi meminta maaf, tapi ia tetap melakukan kebaikan.


Hingga sekarang, setiap Kali ia bertemu dengan semut makai a akan memberikan makanan nya kepada semut itu walau hanya sedikit. Entah makanan apapun yang sedang ia bawa, tetap ia akan berbagi.


“Ilonaa!” Langkah kaki gadis kecil itu terhenti kala mendengar ada suara lagi yang memanggil nya dari kejauhan.


Tapi saat gadis itu menoleh, seketika itu juga wajah nya langsung berubah! Raut wajah kesal nya kian bertambah bahkan kini ia tak ragu ragu untuk berkacak pinggang untuk menyambut kedatangan orang tersebut.

__ADS_1


...~To be continue …...


__ADS_2