Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part 18


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Hehehe!” Laki laki dengan seragam putih merah lengkap dengan topi serta dasi nya hanya bisa menyengir kuda kala mendapatkan tatapan mematikan dari seorang gadis kecil yang masih mengenakan seragam TK.


“Tadi abang ada Les, kalau gak percaya tanya saja sama mama.”


“Ilo tadi sudah dali lumah Abang, tapi na abang gak ada. Abang bilang mau buliin Ilo es klim, tapi na es klim na malah di kasih akkak! Ilo sebel sama abang! Abang Ami jahat sama Ilo, gak sayang sama Ilo, sayang na Cuma sama kakak doang! Sebellll!” jerit Ilona di tengah jalan seketika membuat Fahmi panik.


“Ilona..”


“Selah selah, Ilo sebel pokok na sama abang sama kakak. Kunapa es klim na Ilo di kasih kakak!” Dan setelah mengatakan itu, Ilona pun berlari meninggalkan Fahmi.


Memang tujuan nya menemui fahmi hanya ingin marah lantaran tadi saat ia pulang sekolah, ia melihat Fahmi yang sedang istirahat bersama Aca di depan gerbang sekolah dan Fahmi memberikan es Krim persis seperti yang dia janjikan pagi untuk Ilona.


Fahmi sendiri memang sudah janji akan membelikan Ilona es Krim saat istirahat nanti, akan tetapi ia justru bertemu dengan Aca yang sedang menangis bersama Danish.


Jadilah, dua eskrim yang tadinya ia beli untuk nya dan Ilona, ia berikan kepada Aca dan juga Danish.

__ADS_1


Sebelum memasuki rumah, Ilona menarik napas nya dengan cukup dalam. Anak yang baru memasuki usia lima tahun tapi sudah memiliki rasa seperti orang dewasa. Ia tidak ingin rasa kesal nya di sekolah atau di luar, sampai di ketahui orang tua nya. Jadilah ia berusaha menetralkan diri agar tidak terbawa suasana yang tadi.


“Assalamualaikum! Bundaaaa! Anak manis dan cantik nya Bunda sudah pulang sekolah inihh! Bundaaaaaa!” Teriak nya smabil melepaskan sepatu nya.


“Walaikumsalam, astagfirullah Sayang. Kenapa harus selalu teriak sih!” Khalifa hanya bisa menghela napas nya dengan berat kala melihat anak kedua nya pulang dari sekolah.


“Ilo gak teliak Bunda, kan Ilo ucap salam doang,” jawab gadis kecil itu menyengir kuda setelah menyalami tangan ibu nya.


Tak ingin berdebat dengan putri kedua nya yang pasti tidak akan ada ujung nya, akhirnya Khalifa mengalah dan segera mengajak Ilona untuk masuk dan berganti pakaian. Seperti biasa, Ilona sellau menolak untuk di bantu, bahkan gadis kecil itu kini sudah memilih untuk tidur sendiri. Dengan dalih agar memiliki privasi katanya.


Terkadang, Hilal dan Khalifa di buat heran dan melongo setiap kali emndengar kata kata yang keluar dari mulut Ilona. Anak sekecil itu sudah begitu pandai berakting bahkan merangkai kata sampai membuat drama.


Dan itulah yang menjadi perbedaan lagi antara Ilona dan Aca. Aca lebih suka belajar dan mengurung diri di dalam kamar usai sekolah. Akan tetapi, Ilona tidak. Sepulang sekolah, ia akan memilih untuk pergi ke ruang keluarga, dimana di sana ia bisa menonton televisi bahkan terkadang ia sampai ikut memeragakan akting dari aktor maupun aktirs di sana.


Selain itu, IQ yang di miliki Ilona memang lebih tinggi daripada Aca, jadi semua yang masuk ke dalam otak Ilona sangat mudah untuk ia cerna, apalagi hanya soal akting dan membuat drama.


“Bunda, bunda tahu gak?”

__ADS_1


“Tau apa Sayang?” Khalifa dengan begitu lembut mengambilkan makan siang untuk putri nya.


“Ilo itu lagi kesel sama Kakak!”


Khalifa mengerutkan dahi, menatap Ilona dengan sedikit bingung, “Kesel kenapa?”


“Pokok na kesel aja! Kakak ambil es klim na Ilo dari abang.”


“Masa sih? Gak mungkin sayang, kaka Aca—‘’


‘’Ihh benelan Bunda, nanti bunda tanya aja sama Kakak! Kakak ambil es klim na Ilo di tangan abang.”


‘’Hah, m—maksud nya bagaimana Nak? Astagfirullah, Bunda gak ngerti kamu curhat apaan?” Tak jarang memang Khalifa mengeluh kala mendengar curhatan Ilona setiap pulang dari sekolah.


Apapun akan di ceritakan oleh anak itu, bahkan sampai hal yang tak terduga pun akan menjadi topik pembicaraan di meja makan bersama ibu nya. Seperti beberapa hari yang lalu, Ilona bercerita kalau dia suka mengupil disaat guru menyuruh nya membaca. Hal yang seharusnya tidak perlu diberitahukan kepada orang lain, tapi Ilona selalu jujur pada ibu nya.


Sempat terbesit di benak Khalifa dan Hilal, mungkin waktu di rumah sakit, bayi mereka tertukar karena jika di lihat dari sifat Hilal dan Khalifa, tidak ada yang sebar- bar Ilona. Akan tetapi, wajah Ilona yang sangat mirip bahkan benar benar duplikat Hilal sangat tidak memungkinkan jika bayi mereka benar tertukar.

__ADS_1


Tapi kenapa sifat nya sangat jauh bertolak belakang dari orang tua nya, bahkan saat Aca kecil pun tidak separah Ilona.


...~To be continue …...


__ADS_2