Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Part 13


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sekali lagi, Hilal hanya bisa menghela napas nya dengan sangat berat kala mendengarkan cerita dan curhatan putri bungsu nya dengan begitu berlebihan atau bisa di katakan (Lebay).


Memang anak Hilal dan Khalifa ini sangatlah lebay dan paling pintar membuat drama. Sangat berbeda dengan sosok Aca, meskipun dulu gadis kecil itu juga cerewet dan pintar akan tetapi tidak separah Ilona.


Semakin besar, kini Aca tumbuh menjadi gadis yang lebih lembut namun tegas. Hatinya yang begitu baik dan lembut sangat mudah membuat nya tersentuh. Berbeda dengan Ilona, yang sepertinya mungkin akan mewarisi sikap tante nya, yang sangat bar bar, lebay dan tentu saja drama queen.


Terkadang, Khalifa sering berfikir, mencoba mengingat Kembali apakah dulu sewaktu dirinya ngidam, pernah membenci kakak nya.


Tapi, meskipun ia memang tak jarang bertengkar atau berdebat dengan sang kakak, tak pernah terbesit dalam hati Khalifa sedikit pun untuk meminta warisan sikap bar bar dari kakak nya itu. Lantas mengapa bisa putri nya memiliki sikap seperti Maira?


“Sayang, kakak itu memang benar! Ilo gak boleh gangguiin semut, kalau tidak mau di ganggu balik,” ujar Hilal dengan sangat hati hati.


“Kok ayah belain Olang itu sih!” seru Ilona langsung memanyunkan bibir sambil menyilangkan tangan di dada, “Olang itu nakal Ayah, dia omel omelin Aca. Sekalang ayah juga salahin aca, ihh aca sebelll sama Ayah!’’

__ADS_1


“Sayang, bukan begitu maksud Ayah!” Hilal memijit pelipis nya yang selalu di buat darting jika harus di hadapkan dengan putri bungsu nya, “Sini sama Ayah.”


“jangan gendong gendong Aca, Aca sebel sama Ayah!” tolak gadis kecil itu, Ketika Hilal hendak mengangkat dan mendudukkan nya ke pangkuan nya.


“Ya udah kalau gitu, Kakak aja yang di pangku Ayah!” Tiba tiba Aca dating dan mendudukkan diri di pangkuan sang ayah, membuat Ilona seketika langsung menoleh dan menatap kesal pada kakak serta ayah nya.


“Kakakkk jangan lebut lebut ayah na Ilo!” jerit nya seperti hndak menangis.


“Ihh ini juga ayah nya kakak wlee! Kan Ilo sendiri yang gak mau sama Ayah! Ya udah kakak aja!” kata Aca sengaja menggoda sang adik.


“Astagfriullah Mas! Bisa gak sih gak usah di ganggu anak nya!” Khalifa datang dengan nafas yang sedikit memburu sambil memegang sebuah spatula di tangan nya menatap tajam pada sang suami.


‘Aku lagi yang kena!’ gumam Hilal dalam hati.


Sementara itu, Aca yang melihat ayah nya terkena amukan darii bu nya hanya bisa terkekeh pelan, lalu Kembali melanjutkan memakan buah di tangan nya.

__ADS_1


“Ilona sudah cukup ya Nak, berhenti menangis! Atau Bunda gak akan jadi masak!” ucap Khalifa kini menatap putri bungsu nya.


Dan benar saja, melihat ibu nya yang hendak mengamuk, akhirnya Ilona diam. Namun lirikan nya begitu tajam Ketika melirik ke arah sang kakak yang masih stay di pangkuan ayah nya.


“Ayah, ceritain lagi dong kisah semut dan nabi Sulaiman. Aca pengen denger lagi,’’ ucap Aca ketika melihat ibu nya sudah pergi.


‘’Baiklah, sini duduk berdua. Ayah akan ceritakan tentang kisah Nabi Sulaiman dan semut. Biar, Ilo ngerti, dan gak nakal lagi sama semut nya, oke!”


Dan akhirnya, Hilal mengangkat tubuh Ilona dan mendudukkan nya di sisi sebelah kanan sedangkan Aca di sebelah kiri. Beruntung, kini kedua anak nya masih kecil, dan tidak terlalu berat. Jadilah Hilal masih kuat untuk menggendong kedua anak nya secara bersamaan.


Amarah Ilona tentang kebencian nya pada semut, seketika kini sirna kala mendengar dongeng dari ayah nya mengenai semut.


Gadis itu begitu memperhatikan bagaimana wajah ayah nya saat bercerita, begitu menghayati dan memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk nya.


“Ya sudah, besok Ilo minta maaf sama semut na,” ucap Ilona dengan begitu lirih setelah usai mendengarkan cerita dari ayah nya.

__ADS_1


...~To be continue …...


__ADS_2