
...~Happy Reading~...
Plaakkk!
Sebuah tamparan yang begitu keras kini berhasil mendarat dengan sangat sempurna di wajah seorang gadis yang baru saja menyelesaikan sholat nya. Bukan hal baru ia mendapatkan perlakuan seperti itu, akan tetapi, gadis itu sama sekali tidak pernah merasa marah atau dendam sama sekali.
Dengan bibir tersenyum, gadis itu menegakkan kepala dan menatap wanita di depan nya yang sedang di landa amarah besar.
“Lancang kamu Mel! Kenapa kamu bisa lakuin ini ke kakak hah!” sentak nya terdengar begitu marah besar kepada adik nya.
Adik yang selama ini ia asuh dan besarkan, kini tak sudah tak menganggap nya sebagai kakak lagi. Semua perkataan dan perintah nya tak lagi di dengarkan, bahkan apa yang ia lakukan seolah justru malah di salahkan.
__ADS_1
“Kak, istighfar!” Melly menarik napas nya cukup Panjang lalu menghembuskan nya perlahan. Ia membuka mukena nya dan ia letakkan perlahan di atas meja kecil yang baru saja ia gunakan untuk mengajari kedua keponakan nya mengaji beberapa saat yang lalu.
“Chandra dan Daffa itu sudah besar Kak. Mereka tahu apa yang ingin mereka lakukan. Melly hanya mengawasi mereka dan melindungi mereka dari kejauhan. Mereka bukan anak kecil lagi yang bisa Melly gendong Ketika tidak mau menuruti perkataan Melly.”
“Bahkan tubuh mereka lebih besar dari Melly, jadi bagaimana cara Melly menggendong paksa mereka agar nurut?” Gadis itu menatap kakak nya dengan begitu lekat, “Mereka yang ingin dating sendiri ke Pondok. Mereka ingin mencari mas Arman, dan setelah mereka tahu apa yang di cari tidak ada, toh mereka akan pulang sendiri.”
“Jangan terlalu mengekang anak anak, Kak. Jangan sampai keegoisan Kakak, membuat kakak menyesal lebih dalam lagi,” imbuh Melly panjang lebar.
Bukan sadar, justru amarah Milla semakin memuncak, “Tahu apa kamu soal anak anak? Mereka itu anak ku!”
“Jika memang kakak mau bercerai dengan mas Arman, ya sudah bercerai saja, kenapa harus menjadikan anak anak sebagai alat! Ingat kak, ada mantan suami atau istri, tapi tidak ada yang namanya mantan anak.”
__ADS_1
Plaakkk!
Untuk kedua kalinya dalam waktu yang bersamaan, Melly kembali mendapatkan tamparan yang cukup panas dari kakak nya. Ia tidak marah, gadis itu selalu diam dan pasrah setiap Kali mendapatkan perlakuan seperti itu.
Selama ini, ia selalu berusaha menutupi sikap arogan kakak nya dari semua orang, bahkan dari kakak ipar nya sendiri. Merasa menjadi beban karena menumpang hidup dengan kakak nya, membuat Melly hanya bisa pasrah dan menurut.
Tidak ada yang tahu jelas bagaimana sikap Milla, bahkan suami dan para mertua nya hanya tahu dia sosok wanita lembut, sabar dan penuh kasih sayang karena memiliki gelar seorang psikolog.
Tanpa mereka tahu, bagaimana sifat asli Milla jika sedang marah atau kesal, Melly lah yang akan selalu menjadi pelampiasan amarah nya.
“Kamu gak akan ngerti, kamu itu masih kecil dan kamu gak tahu apa yang kakak alami! Harusnya kamu sadar diri, kakak melakukan ini semua juga untuk kamu!” Milla menunjuk tegas wajah Melly, “Kalau saja kamu berhasil menikah dengan Hilal, tentu semua ini gak akan terjadi. Kakak gak akan bercerai dengan mas Arman.” Imbuh Milla lalu ia segera pergi begitu saja dari kamar adik nya.
__ADS_1
‘Mau sampai kakak sadar? Melly sayang sama kakak, tolong jangan membuat diri kakak semakin sulit.’ Gadis itu hanya bisa bergumam sambil meneteskan air mata saat melihat kepergiaan kakak nya yang semakin tak terlihat di balik pintu.
...~To be continue …...