
...~Happy Reading~...
“Masyaallah, Hilal junior!”
“Kenapa bisa sangat mirip dengan mu, Hilal.”
“Masyaallah, sangat lucu.”
“Iya, sangat menggemaskan.”
“Dan ini memang wajah Hilal saat masih bayi.”
__ADS_1
“Sama sekali tidak terlewat sedikit pun.”
Mendengar berbagai pujian dari semua keluarga saat menjenguk nya, entah mengapa membuat Khalifa merasa sangat sedih. Matanya Kembali berkaca kaca, seolah sangat ingin meruntuhkan bendungan yang sejak tadi ia tahan.
“Maaf … “ Hilal menggenggam tangan istrinya dengan begitu lembut sambil berusaha menghapus air mata istri nya, “Nanti kita buat lagi yang mirip dengan mu, oke.”
Deg!
Seketika itu juga, Khalifa yang sedang menahan tangis karena kesal, langsung menoleh dan menatap tajam pada suami yang ada di sebelah nya. Belum ada dua puluh empat jam dirinya melahirkan, tapi sudah di ajak membuat bayi lagi. Entah dimana letak otak suami nya itu, mengapa bisa bermasalah sangat parah, batin Khalifa.
Wanita itu dari tiga anak itu, menggenggam tangan adik nya, ia sangat tahu apa yang kini di rasakan oleh Khalifa, “Kamu tahu Khal, konon katanya. Anak Perempuan memang lebih cenderung mirip dengan ayah nya, sedangkan laki laki akan lebih mirip ibu nya. Jadi—”
__ADS_1
“Nyatanya Aish mirip kakak!” potong Khalifa dengan cepat.
“Ya itu karena bayi Kakak ada tiga, Khal.” Maira menghela napas nya cukup berat, “Dua lawan satu, jadi ya pada akhirnya menang yang dua. Lagipula, kata ibu mertua Kakak, katanya kalau kaya gitu suami kita sangat sangat sangat dan sangat mencintai kita. Dan kakak juga sangat yakin akan itu, kakak tahu seberapa cinta nya Arga ke kakak. Jadi, kakak tidak mempermasalahkan mau mirip dengan siapa, yang jelas mereka sehat dan sempurna.”
Khalifa terdiam, ia sangat tahu bagaimana kondisi anak ketiga dari kakak nya. Yang begitu lemah dan sangat sulit untuk bisa menikmati udara di luar rumah. Maka dari itu, Khalifa kini sadar, seharusnya ia bisa lebih bersyukur, karena putri nya terlahir sangat sehat ya meskipun harus sangat mirip dengan ayah nya.
“Lagipula Khal, kamu baru melahirkan satu. Kalau kamu mau anak yang mirip dengan mu, kamu bisa membuat lagi, dan kalau bisa cowok, supaya dia bisa mirip dengan mu. Karena kebanyakan sih gitu, cowok ke ibu nya dan cewek ke ayah nya.”
Kini Khalifa yang menghela napas nya berat. Ia mengubah posisi tidur nya menjadi setengah duduk. Menatap pada wajah sang kakak dengan sedikit berdecak, “Khalifa tahu kalau kakak Cuma ingin menghibur Khalifa. Tapi, jangan mengatasnamakan kebanyakan. Kakak tahu sendiri, anak kakak lebih mirip ke kak Arga semua. Dan satu lagi, Abidzar juga cowok dan lebih ke kak Yusuf, mana ada muka Abi yang mirip kak Ele.”
“Nah itu kamu tahu!” balas Maira dengan cepat sambil menjentikkan jari nya di depan wajah Khalifa, “Dan itu menandakan betapa besar cinta kak Yusuf pada Ele. Jadi udah, berhenti menyalahkan Hilal,”
__ADS_1
“Kakak belain suami aku! Kakak masih suka sama dia!” seru Khalifa dengan nada tak suka, seketika membuat beberapa orang yang ada di ruangan itu kompak menoleh ke arah brankar, dimana ternyata Khalifa dan Maira sedang berbincang sedangkan Hilal Tengah memijit pelipis nya yang mendadak pusing Kembali.
...~To be continue …....