
...~Happy Reading~...
Hari demi hari berganti minggu, bulan hingga tahun. Tanpa terasa usia baby Illona sudah memasuki tiga tahun, sedangkan Aca kini sudah mulai masuk sekolah dasar. Keseharian Khalifa semakin sibuk, setiap hari ia harus mengantarkan anak anak nya ke sekolah.
Karena melihat sang kakak yang bersekolah, Ilona pun merasa iri dan meminta untuk ikut sekolah. Maka dari itu, kini sejak beberapa bulan yang lalu bayi kecil itu sudah mulai bersekolah di tempat yang sama dengan kakak nya.
‘’Aca mau bekal apa Sayang ?” tanya Khalifa seperti biasa, rutinitas pagi nya yang terlihat sangat melelahkan.
Bagaimana tidak, anak anak dan suaminya sangat rewel. Sejak saat Khalifa sudah melepas asi untuk Ilona, Hilal dan Aca seolah membalas dendam dengan menolak semua masakan orang lain.
Ayah dan anak itu tidak akan mau makan kecuali masakan yang di buat oleh Khalifa. Karena selama Khalifa melahirkan dan mengurus baby Ilona, wanita itu tidak pernah memasak.
Bukan karena kemauan nya, tapi itu semua karena larangan dari Hilal sendiri yang tidak mau membuat istrinya lelah dan hanya boleh fokus pada bayi mereka.
Tapi sekarang, justru laki laki itu juga yang memberikan boomerang untuk Khalifa. Meskipun terkadang Hilal juga membantu bahkan tak jarang jika makan malam justru laki laki itu yang memasak. Tapi tetap saja, setiap pagi Khalifa yang di haruskan untuk memasak.
__ADS_1
Setiap habis sholat subuh, maka Wanita dari dua anak itu sudah siap bertempur dengan alat alat di dapur nya demi membuatkan menú spesial untuk keluarga tercinta.
“Bunda masak apa memang?” kata Aca menghampiri ibu nya setelah memakai sepatu.
“Ada nasi goreng sama roti, ada juga chiken katsu, kamu mau yang mana?”
“Yang mana aja, asal masakan Bunda pasti Aca makan,” jawab anak itu seketika membuat senyuman Khalifa semakin merekah.
Inilah yang Khalifa sukai dan selalu ia syukuri karena anak anak dan suaminya tidak pernah menuntut masakan nya harus enak atau mewah. Apapun yang ia masak pasti akan di makan tanpa banyak protes tanpa perduli bagaimana rasanya, terkecuali Ilona karena ia masih kecil masih terlalu jujur jadilah makan nya sedikit susah dan banyak mau.
Pernah waktu itu, Khalifa benar benar merasa lelah tapi juga lapar. Ia hanya memasak telur itupun terasa cukup asin bahkan ada yang hambar, akan tetapi suami dan anak nya tetap menikmati makanan itu dengan begitu lahap.
“Selamat pagi Sayang, cup, cup,’’ Hilal yang baru saja datang dan bergabung di meja makan langsung mencium pipi istri dan anak nya secara bergantian.
“Pagi Ayah ,.. “ jawab keduanya bersamaan.
__ADS_1
“Ilona mana?” tanya Hilal saat tidak menemukan keveradaan anak bungsu nya.
“Astagfirullah, dia pasti masih—“
“Ilo dicini Bunda, Ilo sudah pakai baju sendili loh!” dengan langkah kaki kecil nya, Ilona menuruni tangga dengan membawa beberapa barang nya yang membuat kedua orang tua serta kakak nya terdiam.
Bagaimana tidak, saat ini gadis kecil itu sudah Bersiap menggunakan seragam sekolah nya, tapi di tangan nya terlihat begitu penuh dengan tas, sepatu, tempat pensil, bando bahkan bantal kecil.
Sedangkan di belakang nya, seorang Wanita paruh baya yang selalu membantu gadis kecil itu untuk mandi dan bersiap tengah berjalan santai tanpa membawa apapun. Khalifa dan Hilal tidak menyalahkan nya, karena keduanya sudah cukup sangat paham akan watak dan tabiat anak bungsu nya.
Ilona memang tidak suka di bantu selama ia bisa melakukan nya sendiri. Apalagi jika orang itu lebih tua darinya, ia merasa sungkan dan kasihan, maka darii tu Ilona memilih untuk membawa barang barang nya sendiri walau dirinya juga merasa sangat sangat dan sangat kerepotan.
‘Astagfirullah, anak siapa ini?’ gumam Hilal seraya memijit pelipis nya.
...~To be continue …...
__ADS_1
...Berhubung, kalian gak mau kisah M2 sma arman, yaudah kita lanjut kisah tuyul tuyul nya Khalifa aja yaa ,… Kira2 mau nambah tuyul gak sih? Atau dua anak saja cukup?...
...Komennn …....