
Saat kedua gadis itu keluar dari dalam kelas. Tinggal lah Kumbang dan Ilham di dalam kelas, mereka hanya tinggal berdua.
Ilham menghampiri Kumbang, terlihat jelas di wajah Kumbang. Kalau Kumbang sangat benci sama Ilham.
"Apa kabar kamu Kumbang, kamu jauh berubah sekarang ya." kata Ilham.
"Jangan banyak bicara, aku tidak suka dekat sama kamu. Apa lagi bicara sama kamu." kata Kumbang.
"Kamu masih marah sama aku Kumbang, kamu hanya salah paham dan tidak mau mendengar kan kata-kata ku." kata Ilham.
"Diam.... Aku tidak mau mendengar kan apa pun dari mulut kamu." kata Kumbang sambil bangun dari duduk nya.
Kumbang ingin pergi dari sana, tapi tangan nya di tahan Ilham. Karna tangan nya di sentuh oleh Ilham, Kumbang sontak menarik kerah baju Ilham dan mengangkat tinju nya.
"Kumbang... " suara keras dari Bunga membuat pukulan itu tertahan.
Ternyata Bunga kembali kedalam kelas, entah apa yang membuat nya kembali masuk kedalam kelas. Tapi, itu adalah hal baik bagi Ilham. Karna jika Bunga tidak datang, mungkin wajah nya sudah dapat satu pukulan dari Kumbang.
"Kumbang, kamu apa-apaan sih. Main mau pukul aja anak orang, apa orang tua kamu gak ngajarin kamu jadi anak baik di rumah." kata Bunga.
"Diam... Jangan bawa-bawa orang tua, aku benci kata-kata itu." kata Kumbang dengan nada tinggi.
Bunga kaget mendengar apa yang Kumbang kata kan pada nya barusan, karna selama ini Kumbang tidak pernah membentak nya.
Kumbang menatap Bunga dengan tajam, ada rasa bersalah di hati nya pada Bunga. Karna telah membentak gadis itu, Bunga balas menatap Kumbang. Tidak ada kata-kata yang terucap untuk beberapa saat.
Tapi tak lama kemudian, Kumbang keluar meninggal kan kelas itu. Meninggal kan Bunga dan Ilham, juga ada Mia di sana menatap dengan tak percaya.
Kumbang terus menjauh, tak ada kata dari semua nya. Sesaat setelah Kumbang pergi, Mia mendekati Bunga.
__ADS_1
"Kamu gak papa Bunga, apa Kumbang bikin kamu sangat kaget ya. Kenapa dia kasar pada mu hari ini." kata Mia.
"Aku tidak tahu, tapi aku baik-baik saja." kata Bunga masih dalam keadaan kaget.
"Aku kan sudah bilang sama kamu Bunga, kamu gak boleh berteman sama anak yang badboy kayak Kumbang. Dia bikin kamu susah nanti nya." kata Mia.
Mia berpindah menghampiri Ilham yang masih terdiam di samping meja Kumbang. Ia melihat dan mendengar apa yang Mia kata kan.
"Kamu baik-baik aja kan Ham, apa Kumbang udah mukul kamu." kata Mia.
"Tidak, aku tidak di pukuli sama Kumbang. Aku baik-baik saja kok Mia, gak perlu cemas deh." kata Ilham.
"Kamu sih, gak usah bikin masalah sama Kumbang. Anak-anak di sini itu punya perinsip, lebih baik menghindar dari pada berhadapan sama Kumbang." kata Mia.
"Kenapa kalian sangat takut pada Kumbang. Apa kah dia seburuk dan semenakut kan itu bagi kalian." kata Ilham.
"Tapi aku lihat, Bunga dan Kumbang baik-baik saja tadi." kata Ilham.
"Yah, itu karna Bunga mencoba dekat sama Kumbang. Walau pun semua sudah bilang pada Bunga, jika Kumbang itu lelaki badboy dan gak bisa di jadi kan teman. Tapi Bunga tetap aja gak perduli." kata Mia.
"Aku bilang satu hal ya sama kamu Ham, Kumbang itu tidak punya kelebihan apa-apa selain wajah nya yang sangat tampan." kata Mia.
"Mia, jangan bilang orang lain kayak gitu. Kamu kan gak tahu bagai mana dia dan kehidupan nya." kata Bunga.
"Bunga, kamu masih belain anak itu. Kamu gak lihat barusan anak itu membentak kamu dengan nada yang sangat tinggi. Aku rasa di rumah mu tidak pernah di bentak seperti itu kan." kata Mia.
"Bunga benar Mia, kamu gak boleh bilang orang seperti itu. Karna kamu gak tahu kan apa yang terjadi dengan hidup nya. Dan jika kamu bilang kumbang tidak punya kelebihan selain wajah nya yang tampan, aku rasa kamu salah deh Mia. Kumbang itu anak yang sangat pintar, bahkan terlebih pintar malahan. Dia punya IQ melebihi orang biasa." kata Ilham.
Mia dan Bunga kaget dengan apa yang Ilham kata kan. Terlihat dari cara bicara nya Ilham, Ilham sudah kenal dengan Kumbang jauh sebelum Mia dan Bunga.
__ADS_1
Mia dan Bunga menatap Ilham dengan tatapan yang mengeri kan. Tatapan yang meminta penjelasan atas apa yang Ilham kata kan.
"Apa yang kamu kata kan tadi Ham, dan dari mana kamu tahu tentang Kumbang." kata Bunga penasaran.
Bunga berjalan mendekati kearah Ilahm yang sedang duduk di kursi teman nya. Ilham kaget dengan tatapan Bunga dan Mia, ia lupa jika anak di sana tidak tahu siapa dia, dan apa hubungan nya dengan Kumbang di masa lalu.
"Iya... Iya..memang Kumbang punya otak yang pintar dan lebih pintar dari orang biasa. Ia anak yang jenius sebenar nya." kata Ilham.
"Dari mana kamu tahu tentang Kumbang, kata kan saja apa hubungan mu dan Kumbang." kata Bunga.
"Kamu kok nanya nya gitu sih Bunga, ingin tahu banget kayak nya kamu tentang Kumbang. Apa kamu sudah jatuh hati sama Kumbang." kata Mia.
"Mia, jangan banyak bicara yang gak penting." kata Bunga menatap.
"Lama-lama kamu sama kayak Kumbang lho Bunga. Karna banyaj bergaul sama Kumbang sih. Kan jadi nya serem banget jika lihat orang." kata Mia.
"Aku ingin tahu Ham, dari mana kamu tahu tentang Kumbang." kata Bunga.
Bunga tidak menghirau kan apa yang Mia kata kan. Ia malah fokus pada apa yang ingin ia ketahui tentang kehidupan Kumbang. Karna saat ini, di depan mata nya telah ada orang yang mungkin berasal dari masa lalu Kumbang.
Karna terlihat dari tatapan mata dan cara bicara Ilham. Juga cara Kumbang menatap dan memperlaku kan Ilham. Kayak nya mereka sudah saling kenal antara satu sama lain.
Ilham baru saja ingin mengangkat mulut nya untuk menjawab apa yang Bunga tanya kan. Tapi sayang nya, bel tanda masuk pun telah berbunyi. Membuat Ilham harus membatak kan apa yang ingin ia kata kan.
Dan Bunga, ia harus menahan rasa penasaran nya pada Ilham. Karna bel telah melarang Ilham untuk bicara banyak saat ini.
Mereka pun membubar kan diri masing-masing. Bunga duduk di kursi nya, dan Ilham kembali ketempat duduk di ikuti Mia di belakang nya.
Semua nya masuk, hanya saja Kumbang tidak ikut masuk kedalam kelas. Sampai guru datang pun, Kumbang masih saja tidak terlihat. Bahkan sampai pelajaran di mulai, sama saja. Kumbang tidak menunjuk kan batang hidung nya sama sekali.
__ADS_1