
Setelah Bunga dan mama tidak bicara tentang Ilham lagi. Kumbang baru masuk kedalam kamar rawat Ilham, berpura-pura tidak mendengar apa yang mama dan Bunga kata kan.
"Maaf ya Bunga, tante, aku agak lama ganti baju nya." kata Kumbang.
"Gak papa Mbang, ayo sini maka dulu kamu nak." kata mama.
"Iya tante, nanti aja lah. Kumbang masih belum lapar saat ini." kata Kumbang.
"Masa iya kamu belum lapar, dari tadi siang kan belum makan. Kamu harus paksa kan makan nya, karna kesehatan kamu juga penting lho nak." kata mama lagi.
"Iyw Kumbang, sebaik nya kamu makan ya. Nanti, kalau kamu sakit siapa yang mau merawat Ilham. Dia kan butuh teman di sini, sedang kan aku dan Mia tidak terlalu dekat dengan Ilham." kata Bunga juga ikut mujuk.
"Anak mama." kata mama sambil menyenggol Bunga.
"Mama apaan sih, Bunga kan benar bilang nya. Masa mama godain juga sih Bunga yang lagi serius." kata Bunga bisik-bisik sama mama.
"Mama gak godai kok, mama kan cuma bilang anak mama. Itu aja kan, gak lebih." kata mama menghindar.
Saat mereka bicara bisik-bisik, Kumbang tersenyum melihat ibu dan anak itu. Ia merasa lucu melihat Bunga dan mama nya. Masa hanya karna hal sepele, mereka bisa ribut, dan jadi adu mulut.
"Udah Bunga, tante. Aku makan sekarang aja deh, makasih banyak untuk makanan nya ya." kata Kumbang.
Saat itu, Mia baru saja sampai di pintu kamar. Karna letak rumah nya yang lumayan jauh dari rumah sakit, hasil nya ia pulang paling cepat, sampai paling lambat.
"Assalamualaikum, maaf ya aku agak lama Bunga." kata Mia saat membuka pintu kamar rawat Ilham.
"Gak papa kok, ayo makan sekalian Mia." kata Bunga.
"Gak usah, aku udah makan kok Bunga."
__ADS_1
"Malahan, aku bawa makanan untuk kalian berdua." kata Mia sambil mengangkat tas yang ia bawak.
"Untuk berdua aja Mia, gak ada untuk tante juga dong bearti." kata mama.
"Eh, tante. Ada kok tante, ada untuk tante yang spesial lho." kata Mia.
"Apa yang spesial untuk tante, kasih dong sekarang." kata mama.
"Sabar dong ma, Mia kan baru saja sampai. Masa udah di minta sekarang aja apa yang ia bawa." kata Bunga.
"Mama kirim keripik kentang buatan mama untuk tante." kata Mia sambil mengeluar kan isi tas nya.
Mama Mia dan mama Bunga juga berteman, mereka sudah kenal sejak zaman sekolah smp. Hanya saja, mereka berteman setelah duduk di bangku sma.
Karna sudah kenal sejak lama, maka nya Mia dan Bunga jadi ikut berteman dekat. Mama Mia paling tahu apa yang mama Bunga suka, keripik kentang buatan mama Mia adalah cemilan yang paling di suka oleh mama Bunga.
"Ya ampun, Asih masih ingat aja apa yang aku sukai ternyata." kata mama.
Kumbang tidak berkata apa-apa, ia hanya melihat apa yang terjadi di sana. Sambil terus makan, ia memperhati kan apa yang Mia dan mama Bunga bicara kan. Bagai mana kedekatan mama Bunga dengan Mia dan Bunga. Semua nya tak luput dari perhatian Kumbang.
"Sayang, mama harus keruangan mama dulu ya. Ada apa-apa, kamu bisa panggil mama langsung atau lewat telfon." kata mama sambil melangkah pergi dengab keripik kentang di tangan nya.
"Iya ma."
"Baik tante." kata Mia ikut menjawab.
Mama pun menghilang di balik pintu kamar yang tertutup rapat itu. Mia pun duduk di kursi samping Ilham. Sedang Bunga dan Kumbang duduk di sofa. Kumbang yang masih menikmati makan nya dengan tenang, sambil sesekali melihat kearah Bunga yang asik dengan ponsel nya.
Saat semua lagi asik dengan kesibukan masing-masing. Tanpa mereka sadari, Ilham mulai sadar dari pingsan nya.
__ADS_1
"Ilham." kata Kumbang yang pertama kali melihat sahabat nya membuka mata.
Sedang kan Mia yang ada di samping nya tidak sadar karna asik melihat ponsel yang ada di tangan nya.
Sontak, Mia langsung menoleh kearah Ilham yang terbaring di samping nya.
Benar saja, Ilham sudah sadar kan diri. Ia susah membuka mata, dan melihat sekeliling nya. Kumbang dan Bunga yang duduk di sofa pun bergegas menghampiri Ilham.
"Di mana aku?" kata Ilham dengan nada lemah nya. Dan berusaha ingin bangun.
"Kamu ada di rumah sakit Ham, dan jangan banyak gerak. Tangan mu sedang tidak sehat, jangan banyak kamu gerak kan." kata Bunga.
"Iya Ham, kamu sedang ada di rumah sakit. Maaf kan aku yang telah membuat mu terluka." kata Kumbang.
"Tidak, ini bukan salah kalian semua. Ini sudah takdir aku, jika tidak hari ini mungkin besok atau lusa. Nama kan nasib, kita tidak tahu kan." kata Ilham pada Kumbang dan yang lain nya.
Ilham tidak ingin teman nya merasa bersalah karna kecelakaan yang telah menimpa diri nya. Ia juga tidak mau, Kumbang terlihat sedih karna dia.
"Bisa kah aku bicara berdua saja sama Kumbang." kata Ilham pada Mia dan Bunga.
"Baik lah, kami akan keluar sebentar. Dan kalau kamu butuh dokter, kami akan panggil kan sekalian." kata Bunga.
"Gak usah, aku gak mau dokter lagi kok. Aku udah baik-baik aja, kalian semua gak perlu cemas. Aku hanya butuh bicara sama Kumbang saja saat ini." kata Ilham.
Mia dan Bunga pun paham dengan apa yang Ilham kata kan. Meski pun Mia tidak tahu menahu apa yang terjadi, namun ia tetap mengikuti apa yang Ilham kata kan.
Bunga dan Mia keluar dari kamar itu, mereka duduk di luar dulu. Saat sudah berada di luar, Mia penasaran sama kedekatan Ilham dan Kumbang. Ia pun mengintrogasi Bunga, ingin mengetahui apa yang terjadi antara Kumbang dan Ilham.
"Bunga, aku lihat Ilham dan Kumbang itu sangat dekat. Apa kah mereka telah saling kenal sebelum nya." kata Mia.
__ADS_1
"Kenapa kamu tanya kan hal itu pada ku, kenapa kamu gak tanya kan langsung saja sama Kumbang." kat Bunga.
"Gila kamu ya, mau bikin aku dapat masalah apa. Masa iya kamu suruh aku tanya langsung sama Kumbang. Yang ada bukan dapat jawaban, tapi malah dapat masalah." kata Mia kesal sama apa yang Bunga kata kan.