
Bunga dan Kumbang pun melangkah masuk kedalam kelas nya. Tidak ada yang berbeda di kelas itu, walau pun kemaren Kumbang dan Bunga tidak masuk. Tidak ada yang berani menanya kan perihal kejadian kemaren.
Sampai bu guru masuk kedalam kelas bersama seorang siswa baru. Siswa baru yang tidak asing lagi bagi Kumbang.
"Selamat pagi semua nya." kata bu guru.
"Pagi buk....." kata anak-anak serentak.
"Sebelum kita mulai belajar, ibuk mau memperkenal kan satu lagi siswa baru yang akan bergabung dengan kelas kita untuk sementara waktu." kata bu guru.
"Nama nya adalah Maya Herika, siswa pertukaran pelajar dari sekolah sma Tanjung Setangkai. Dia akan belajar dibsekolah kita selama beberapa bulan." kata bu guru.
"Maya, silakan kamu perkenal kan diri mu pada teman-teman mu." kata bu guru.
"Terima kasih buk." kata Maya.
"Hai semua, nama saya Maya Herika. Kalian bisa panggil saya Maya saja sudah cukup." kata Maya.
"Hai Maya..." kata semua nya, kecuali Kumbang.
Mata Maya menatap lurus kearah Kumbang. Lelaki yang pernah ia tinggal kan dulu. Karna mama dan papa tidak mengizin kan ia pacaran. Apa lagi sama Kumbang anak orang yang punya riwayat keluarga yang buruk.
"Maya, silakan duduk di bangku yang kosong itu." kata bu guru.
"Terima kasih buk."
Maya pun berjalan mendekati bangku yang kosong di depan Kumbang dan Bunga. Maya sempat melihat kearah Kumbang sebelum ia duduk di kursi kosong itu.
****
Akhir ya, bel berbunyi juga. Bel yang menanda kan pelajaran telah usai. Dan membebas kan anak-anak dari tawanan pelajaran di dalam kelas.
Setelah semua nya keluar, yang tinggal di dalam kelas hanya lah Bunga, Kumbang, Mia, dan Maya anak baru itu.
__ADS_1
"Hai Kumbang, apa kamu masih ingat aku." kata Maya tanpa memperduli kan Bunga yang ada di samping Kumbang.
"Bunga, apa kamu mau kekantin sekarang." kata Kumbang malah bertanya pada Bunga dan mengabai kan Maya.
Bunga hanya melihat apa yang baru saja terjadi. Maya terlihat sangat kenal dengan Kumbang. Namun, Kumbang tidak menaggapi apa yang Maya kata kan.
"Bunga, kamu kok malahan yang bengong sih. Aku kan tanya kamu mau kekantin gak sekarang." kata Kumbang lagi.
"Iya, aku mau kekantin sekarang." kata Bunga tak mengerti.
"Ayo kekantin sekarang, aku juga mau makan di kantin. Aku sudah sangat lapar sekarang ini." kata Kumbang sambil memegang tangan Bunga.
"Kamu yakin mau makan di kantin hari ini Kumbang. Apa gak aku beli kan saja, kemudian kita makan di kelas." kata Bunga masih tak percaya.
"Aku rasa lebih baik kita makan di kantin saja, aku tidak ingin di kelas." kata Kumbang sambil menarik tangan Bunga.
Bunga pun tidak bisa bicara apa-apa lagi. Ia hanya bingung dengan tingkah Kumbang hari ini. Yang mengabai kan anak baru dan mengajak nya makan di kantin.
"Eh mau kemana, aku ikut juga dong." kata Mia.
"Asik, makan geratis hari ini cerita nya nih." kata Mia sambil mengikuti Kumbang dan Bunga dari belakang.
"Aduh, kamu aneh banget deh hari ini Mbang. Kamu gak lagi salah minum obat kan." kata Bunga tak percaya.
"Gak lah, enak aja bilang aku salah minum obat. Kamu pikir aku sakit ya, aku gak sakit tahu aku baik-baik aja." kata Kumbang.
"Tadi aja suruh aku berubah, ya sekaranf aku berubah kamu bilang aneh." kata Kumbang lagi.
***
Maya merasa sakit hati di dalam kelas itu. Ia belum pernah merasa di cuekin sama seorang cowok. Dulu aja ya, Kumbang sangat manis saat bersama nya. Tapi sekarang, Kumbang tidaj mengagap nya ada. Ia bagai kan lalat yang sedang lewat saja di mata Kumbang.
"Apa kamu sangat benci aku Mbang. Aku dulu tidak bermaksud bikin hati mu sakit. Itu juga karna ulah mu yang berubah jadi brandalan sekolah." kata Maya bicara sendiri.
__ADS_1
"Hey, kok bicara sendiri sih kamu." kata seseorang yang tiba-tiba datang.
"Habis bicara sama siapa lagi Roy, kamu gak lihat gak ada orang di kelas ini. Kamu nya kan kelas lain, mana bisa di ajak ngobrol." kata Maya.
Roy adalah teman Maya dari sekolah yang sama. Mereka berdua di kirim kan untuk pertukaran pelajar di sekolah ini. Namun mereka berbeda kelas nya.
"Iya sih, masa kamu gak punya teman sama sekali sih di sini. Kamu kan anak yang terkenal di sekolah kita." kata Roy.
"Roy, sekolah kita dengan sekolah baru jelas berbeda lah. Jangan kamu sama kan, sekolah kita yang sudah kenal dengan aku sama sekolah baru ini." kata Maya.
"Ya aku tahu sih, tapi kayak nya ini kamu nya yang ngak bisa menarik perhatian." kata Roy.
"Serah kamu mau bilang apa, aku gak perduli. Orang kita gak akan lama juga di sekolah ini kan." kata Maya.
Saat mereka bicara, Bunga masuk kedalam kelas. Karna Bunga gak hati-hati ia hampir saja jatuh. Untung Roy dengan sigap menangkap tubuh mungil Bunga.
Ya ampun cantik nya, bagai kan bulan purnama yang bersinar terang. Kata Roy dalam hati saat mata nya dan mata Bunga saling tatap.
"Eh maaf, aku udah gak papa lagi kok. Bisa tolong lepas kan aku gak." kata Bunag.
"Oh, iya ya maaf." kata Roy sambil melepas kan Bunga pelan-pelan.
"Makasih banyak ya, tapi kayak nya aku belum pernah melihat mu." kata Bunga.
"Aku anak pindahan, sama kayak Maya yanga baru saja masuk kelas ini tadi pagi. Hanya saja aku dan Maya beda kelas." kata Roy.
"Oh gitu, pantas saja aku tidak pernah melihat kamu." kata Bunga.
"Iya, nama ku Roy. Nama kamu?" kata Roya sambil menggulur kan tangan nya.
"Aku Bunga." kata Bunga menyambut salam Roy.
"Salam kenal Bunga, nama dan wajah mu sama-sama cantik." kata Roy memuji Bunga.
__ADS_1
"Makasih, tapi aku rasa biasa saja." kata Bunga.