
Bunga pun segera masuk kedalam kelas setelah pamit pada Roy yang ada tak jauh dari kelas.
Ia masuk kedalam kelas dengan buru-buru. Karna ia ingat ponsel nya ketinggalan di dalam tas. Saat ia masuk, dalam kelas hanya ada Maya sendirian.
Bunga mencoba senyum pada Maya, Maya pun membalas senyum Bunga tanpa ragu. Bunga mrnghampiri kursi nya, membuka tas dan mengambil ponsel dari dalam tas. Untung saja ponsel nya masih ada di sana.
Saat ia ingin keluar karna telah menemu kan barang yang ia cari. Maya memegang tangan Bunga.
"Tunggu, apa boleh kita berkenalan." kata Maya.
"Iya, kenapa ngak. Nama ku Bunga." kata Bunga mrngulur kan tangan nya.
"Kamu sudah tahu kan nama aku, tapi gak ada salah nya kalau aku perkenal kan sekali lagi. Salam kenal Bunga, nama ku Maya." kata Maya.
"Salam kenal kembali Maya, semoga kamu betah berada di kelas ini." kata Bunga.
Maya senyum sambil mengangguk kan kepala nya.
"Oh ya, boleh aku tahu apa hubungan mu dengan Kumbang, Bunga." kata Maya.
"Aku dengan Kumbang hanya sebatas teman Maya. Kamu ternyata kenal sama Kumbang juga ya." kata Bunga.
"Iya, aku mantan nya saat kami sama-sama sekolah smp. Hanya saja, aku dan Kumbang ada masalah." kata Maya.
Saat itu, Bunga baru ingat apa yang Ilham kata kan. Nama mantan pacar yang membuah hubungan Kumbang dan Ilham hancur itu kan Maya. Pantas saja Kumbang tidak ingin lama-lama di dalam kelas.
"Bunga, kamu gak papa kan. Apa yang kamu fikir kan sih sampai harus melamun." kata Maya menganget kan Bunga.
__ADS_1
"Gak papa Maya, aku hanya ingat sesuatu. Aku harus kembali kekantin, karna teman-teman ku sedang menunggu di sana." kata Bunga.
"Iya, baik lah Bunga." kata Maya.
Saat Bunga mau melangkah kan kaki nya menuju pintu kelas. Maya kembali memanggil nama nya.
"Bunga, bisa kah aku minta bantu sesuatu pada mu." kata Maya.
"Kamu minta bantu apa pada ku, kata kan saja. Kalau bisa aku bantu, maka akan aku bantu." kata Bunga.
"Aku lihat kamu dan Kumbang berteman dekat kan. Bisa kah kamu bantu aku dekat dengan Kumbang." kata Maya.
Bunga terlihat bingung mau menjawab apa pada Maya. Mau di jawab ia, hati nya tidak setuju. Mau di jawab ngak, apa yang akan Maya fikir kan tentang dia nanti nya.
"Aku usaha kan Maya, tapi aku gak janji bisa bantu kamu ya." kata Bunga pada akhir nya.
Bunga hanya menanggapi dengan senyum saja apa yang Maya kata kan. Juju, hati nya merasa aneh saat ia mengata kan mau membantu Maya dekat lagi sama Kumbang.
Tapi ia tidak ingin di bilang orang egois, apa lagi sama teman baru masuk seperti Maya. Bunga berjalan keluar kelas, melanjut kan langkah kaki nya kembali.
Ia sampai di kantin, Mia dan Kumbang sudah makan. Sedang kan makanan Bunga sudah ada di meja. Teman nya sudah memesan kan makanan nya.
"Kok lama banget sih kamu kekelas nya Bunga. Tuh kamu lihat, aku udah menghabis kan dua gelas jus mangga, tahu gak." kata Mia.
"Tumben kamu gak hemat hari ini Mia, biasa nya hitung-hitungan banget saat mau makan atau minum." kata Bunga.
"Yah, hari ini kan Kumbang yang traktir kita makan. Maka nya aku makan apa yang mau aku makan. Mumoung gratis kan." kata Mia sambil senyum.
__ADS_1
Memang biasa nya Mia selalu hitung-hitungan saat mau makan. Ia akan menghemat kan uang jajan nya. Karna sebagian uang jajan nya ia guna kan untuk nonton saat hari libur.
"Ya ampun Kumbang, kenapa kamu biar kan ini anak makan sesuka hati nya. Kamu bisa rugi besar kalo biar kan Mia makan sesuka hati." kata Bunga pada Kumbang.
"Biar kan saja, hari ini biar kan ia kenyang. Aku mau lihat, sebanyaj mana ia bisa makan." kata Kumbang santai.
"Mia, kamu jangan bikin malu dong. Masa makan nya gini amat." kata Bunga pada teman nya.
"Ya elah, kok malah kamu yang takut sih Bunga. Kumbang yang teraktir biasa aja." kata Mia.
"Serah kalian deh, pusing aku." kata Bunga pada akhir nya.
"Kamu kenapa Bunga, kayak bukan kamu aja yang ada di hadapan aku ini. Biasa nya teman ku gak kayak gini deh." kata Mia.
Iya ya, kenapa aku jadi banyak bicara kayak gini sih. Padahal yang belanja kan Kumbang, yang makan Mia. Kenapa aku jadi kayak orang gak benar gini. Kata Bunga dalam hati.
Sebenar nya, ia mengimbangi rasa hati nya yang tidak menentu. Efek nya, ia jadi banyak bicara saat sampai di kantin.
"Udah Bunga, kamu makan tuh bakso mu. Sudah hampir dingin karna kamu lama kekelas nya." kata Kumbang.
"Iya, maaf ya Mia. Aku jadi aneh jari ini, dan maaf Kumbang. Kalian udah nunggu aku lama sekali." kata Bunga dengan nada rendah nya.
"Kamu punya masalah Bunga, kalau kamu punya masalah. Kamu bisa cerita pada ku saat kita pulang nanti." kata Mia.
Mia sangat kenal siapa teman nya. Saat sifat Bunga berubah, itu tanda nya Bunga punya masalah dengan hati dan pikiran nya.
"Apa benar kamu punya masalah Bunga." kata Kumbang.
__ADS_1
"Gak kok, aku baik-baik aja dan gak ada masalah apa pun. Jangan dengar kan Mia, ia hanya suka menebak saja." kata Bunga.