Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Mama suka


__ADS_3

Bunga dan mama nya saling pandang, mereka juga merasa takut salah rumah soal nya.


"Maaf bik, apa ini rumah nya Kumbang?" kata Bunga.


"Iya, ini rumah nya den Kumbang. Tapi, sayang nya den Kumbang belum pulang kerumah. Ada perlu apa ya kalian mencari den Kumbang." kata bibik itu panjang kali lebar di tambah tinggi. (Itu nama nya rumus)


"Maaf ya bik, saja ini teman sekelas nya Kumbang. Sekarang Kumbang ada di rumah sakit... " belum juga Bunga selesai bicara, bibik itu sudah memotong saja pembicaraan Bunga.


"Apa?"


"Bagai mana kondisi den Kumbang sekarang. Apa dia baik-baik aja, kenapa bisa berada di rumah saki." kata bibik itu dengan kaget nya, ada wajah cemas sana.


"Maaf bik, Kumbang nya gak papa kok. Hanya saja, teman kami yang sedang berada di rumah sakit. Kumbang tidak bisa pulang karna menjaga teman kami disana, dan saya kesini untuk memgambil baju Kumbang." kata Bunga.


"Oh, saya kira den Kumbang nya yang kenapa-napa." kata bibik itu sambil mengelus dada nya.


Bunga tersenyum melihat tingkah bibik itu, ternyata bibik itu sangat perhatian sama Kumbang. Baru dengar kabar Kumbang ada di rumah sakit saja, sudah kelebakan gak jelas.


"Maaf ya non, saya jadi gak sopan sama teman nya den Kumbang. Ayo masuk non, buk." kata bibik itu.


"Gak papa bik, gak usah masuk lagi. Soal nya saya sama mama saya mau cepat pulang. Kemudian kami mau kembali kerumah sakit nanti nya." kata Bunga.


"Iya bik, kami harus pulang sekarang. Lain kali saja kami masuk nya ya." kata mama baru bisa bicara.


Mama melihat Bunga antusias bicara, maka nya, mama memilih diam saja di samping anak nya. Karna kan, selama ini Bunga itu jarang banyak bicara. Apa lagi sama orang yang tidak ia kenal sama sekali.


"Oh ya sudah, saya akan ambil kan dulu baju den Kumbang ya non, silakan duduk ya." kata bibik sambil mempersilakan duduk Bunga dan mama, di kursi yang ada di teras rumah.


"Iya, bik. Makasih banyak ya." kata Bunga.


Setelah bibik pergi, mama dan Bunga pun duduk di kursi rotan yang ada di sana. Mama melihat anak nya yang tidak biasa, bagai ada bunga yang baru mekar saja.

__ADS_1


"Bunga, tumben ya kamu banyak bicara."


"Apaan sih mama, aku kan bicara seada nya aja. Mana ada banyak bicara, mama tuh tumben gak banyak bicara." kata Bunga mengembali kan pada mama.


"Lah, kamu yang borong semua nya. Mana bisa mama bicara lagi, lagian kamu itu terus saja bicara kan. Gak biasa nya kamu itu rajin bicara sama orang asing." kata mama.


"Gak juga ma, Bunga kan hanya bicara seada nya saja. Mama aja gak lihat Bunga bicara sama teman-teman." kata mama.


"Sama teman-teman itu sama Kumbang ya nak." lagi-lagi mama membuat Bunga kesal.


"Udah ah, mama gitu melulu sama Bunga." kata Bunga.


Mama tersenyum, ternyata anak nya bisa berbeda juga sama suami nya. Ia tak ingin, jika Bunga itu sama kayak papa nya. Yang dingin, kaku dan tidak banyak bicara. Hanya bicara sama siapa yang ia ingin kan saja.


Tak lama, bibik itu pun datang. Ia membawa beberapa baju dan satu celana jins.


"Maaf ya non, ibuk. Saya sudah biat kalian menuggu lama tanpa kasih kalian minum lagi." kata bibik dengan ramah.


"Gak papa bik, kami kan juga lagi buru-buru." kata mama.


"Iya buk, hati-hati ya." kata bibik.


"E non, siapa nama nya non cantik." kata bibik saat Bunga dan mama membalik kan badan.


"Nama saya Bunga bik." kata Bunga singkat.


"Oh non Bunga, nama yang cantik. Sama kayak orang nya."


"Makasih banyak ya non." kata bibik itu lagi.


Bunga tidak tahu apa arti kata terima kasih dari bibik itu. Hanya saja, ia tidak punya banyak waktu untuk bertanya. Ia hanya membalas kata terima kasih bibik itu dengan senyuman saja.

__ADS_1


Lalu Bunga dan mama meninggal kan rumah Kumbang. Meninggal kan bibik yang masih berada di depan pintu rumah sambil tersenyum walau pun mama dan Bunga sudah masuk kedalam mobil.


"Ini kali pertama nya, setelah beberapa tahun berlalu. Den Kumbang punya teman lagi, cewek pula lagi." kata bibik sambil senyum bahagia.


Iya, sejak peghianatan Maya. Kumbang tidak pernah berteman lagi. Apa lagi sama perempuan, lebih tidak pernah dekat sama sekali. Dekat yang di maksud itu, punya pacar lagi.


Bibik merasa sangat bahagia, walau pun pertama tadi ia bersikap sangat tidak bersahabat dan seperti orang yang garang.


Tapi ternyata, bibik orang nya sangat baik. Jika gak baik, mana mungkin Kumbang bisa besar bersama nya selama ini.


Sedang kan mama terus saja menggoda Bunga di dalam mobil. Ia terus bicara masalah Kumbang dan segala tentang anak itu.


"Ma, udah deh ya. Jangan bahas masalah Kumbang melulu." kata Bunga.


"Apa salah nya, mama suka kok sama Kumbang. Walau kamu bilang dia anak nya nakal dan dingin." kata mama.


"Iya, mama suka sama Kumbang. Tapi, Kumbang nya suka gak sama mama. Lagian papa mau mama taruk di mana ma." kata Bunga.


"Dasar anak yang tidak benar kamu ya, masa mama yang di bilang mau sama Kumbang anak ingusan itu sih." kata mama marah.


"Ya kan, mama bilang suka tadi. Sekarang malam marah sama Bunga lagi." kata Bunga.


"Mama bilang suka itu, bukan bearti mama yang mahu. Mama kan mau nya Kumbang sama kamu." kata mama.


"Ya allah ma, aku baru kelas berapa sekarang. Masa mama udah mau jodohin aku aja sih." kata Bunga.


"Mama gak jodohin kamu kok, mama kan bilang mama suka sama Kumbang. Walau pun kamu bilang dingin dan gak bisa di atur." kata mama.


"Mama yakin deh Bunga, Kumbang itu sebenar nya anak yang baik. Hanya saja, masalalu nya yang buruk." kata mama lagi.


"Iya, Bunga juga thu kok kalo masalah itu. Udah ya ma. Gak usah bahas Kumbang lagi, dia memang anak yang baik." kata Bunga.

__ADS_1


"Itu kamu juga ikut muji Kumbang." kata mama.


Bunga tidak mampu berkata-kata lagi, mama terus saja memojok kan nya soal Kumbang. Walau pun dalam hati Bunga, ia selalu membenar kan apa yang mama nya kata kan.


__ADS_2