Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Di mana Kumbang


__ADS_3

Sampai mereka pulang, Kumbang masih sama tidak terlihat. Dari jam masuk, istirahat dan masuk lagi. Kumbang tidak muncul setelah keluar dari kelas setelah membentak dan menatap Bunga dengan tatapan tajam nya.


Bunga terlihat bingun, apa kah ia harus bicara pada Kumbang atau membiar kan saja apa yang Kumbang laku kan.


"Bunga, kamu kok bingun banget sih. Ada apa emang nya, ada masalah." kata Mia saat mereka sama keluar dari kelas.


"Gak ada Mia, aku hanya mikir Kumbang sekarang di mana. Apa kah ia sudah pulang kerumah atau masih ada di sekitar sekolah." kata Bunga.


"Udah Bunga, kamu kan bukan siapa-siapa nya Kumbang. Jangan terlalu ikut campur urusan orang, apa lagi orang nya Kumbang." kata Mia.


"Kamu ini Mia, bicara seenak mu saja. Aku kan gak terlalu ikut campur, hanya saja aku agak cemas sama anak itu." kata Bunga.


"Iya, mau di cemas kan bagai mana pun tetap saja. Kamu itu cewek dan Kumbang itu cowok. Lagian kamu yang bilang pada ku kan, jangan terlalu ikut campur urusan orang." kata Mia.


"Iya aku tahu." kata Bunga pada akhir nya.


Semoga besok kamu sudah baik-baik saja sama aku Kumbang. Aku tidak ingin kamu bikin masalh lagi. Kata Bunga dalam hati, sambil melangkah kan kaki nya berjalan kearah mobil.


Di sana, Bunga melihat mobil Kumbang masih ada di parkiran. Bearti Kumbang masih ada di sekolah.


Tapi Bunga tahu, Kumbang pasti butuh waktu untuk sendiri dulu. Apa lagi saat ia menatap Bunga tadi, Kumbang terlihat sangat benci dengan apa yang Bunga kata kan.


Apa kah aku memang keterlaluan tadi ya, bicara pada Kumbang seperti itu. Kata Bunga dalam hati nya.


Bunga memutus kan untuk bicara pada Kumbang besok saja. Hari ini, ia harus membiar kan Kumbang sendiri dahulu. Agar Kumbang bisa tenang dan tidak marah lagi.

__ADS_1


Bunga masuk kedalam mobil nya, sopir nya sudah menunggu nya dari tadi. Maka saat Bunga masuk, langsung saja mobil itu di jalan kan oleh sopir Bunga.


....


Sedang kan Kumbang, ia memang masih ada di sekitar sekolah. Tepat nya di belakang sekolah tempat favorit Kumbang.


Ia terlihat sedih, sambil duduk di cabang pohon yang rindang. Ia melihat jauh keberbagai arah.


"Sial...." kata Kumbang sambil membanting cabang yang sudah mati kebawah.


"Kenapa kamu muncul lagi, dan malah sama kelas nya sama aku. Aku benci kamu, aku benci kalian." kata Kumbang sambil berteriak marah di atas pohon itu.


Dari tadi, hati nya tidak bisa tenang. Sejak keluar dari kelas sampai orang sudah pulang semua nya. Masih saja ia tidak bisa melupa kan apa yang terjadi di kelas tadi.


Sebenar nya, Bunga juga tidak bermaksud untuk bicara seperti itu pada Kumbang. Bunga hanya terlepas kata-kata saja pada Kumbang. Karna Kumbang membuat Bunga merasa kesal. Padahal kan Kumbang sudah berjanji pada Bunga, tidak akan jadi cowok yang nakal dan tidak bersahabat lagi.


.....


Bunga pun sampai di rumah nya, dengan wajah yang masih tidak enak untuk di pandang. Karna memikir kan Kumbang yang entah di mana dan juga rasa penasaran nya pada Ilham.


Saat masuk kedalam rumah, ternyata mama dan papa sudah ada di dalam rumah. Mama tersenyum melihat putri nya pulang. Tapi papa biasa saja, nama kan juga papa nya orang yang dingin.


"Sayang, muka nya kok kusut amat sih. Kayak baju yang belum di setrika deh." kata mama.


"Ada masalah apa di sekolah, kamu bertengkar dengan pacar mu ya." kata mama.

__ADS_1


"Mama apaan sih, mana Bunga punya pacar ma." kata Bunga.


"Iya, gak baik pacaran sekarang. Kamu kan anak sekolah, gak perlu memikir kan masalah pacaran." kata papa.


Bunga diam saja, papa Bunga kalau bicara sering tanpa ekspresi. Dan bicara tanpa lihat orang nya, bicara seada nya, tapi gak melihat kearah orang nya.


"Eh,, papa ni apaan sih. Bungan bukan anak kecil lagi lho pa, apa salah nya kalau di punya pacara. Orang udah sma juga kok, pacaran gak masalah." kata mama.


Papa tidak menjawab apa yang mama kata kan. Karna jika menjawab, maka mama akan balik menjawab apa yang papa kata kan.


"Udah ma, gak perlu deh membahas yang gak penting kayak gitu. Aku gak punya pacar juga kok di sekolah." kata Bunga.


"Bagus." kata papa singkat.


"Jangan dengarin papa mu, dan jangan juga dingin kayak papa ya Bunga." kata mama.


Bunga tidak menjawab, ia hanya senyum saja menanggapi apa yang mama nya kata kan. Bunga melihat kearah papa nya, papa juga tidak menaggapi apa yang mama kata kan.


"Ya udah ma, Bunga kekamar dulu ya. Capek banget soal nya, mau istirahat sebentar." kata Bunga.


"Iya deh sayang." kata mama sambil senyum khas nya.


Mama memang berbeda sama papa, hanya saja mereka saling melengkapi. Ntah bagai mana mula nya, tapi yang jelas mereka juga nikah di dasari atas nama cinta kok.


Memang sifat nya papa yang tidak suka banyak bicara, dan berjodoh sama mama yang paling suka bicara dan bercanda.

__ADS_1


__ADS_2