Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Lamaran tertutup


__ADS_3

Ternyata Kumbang sangat jago masak, Ilham juga tak kalah pintar nya. Sedang kan Bunga, tidak ada yang bisa ia lakukan. Ia tidak bisa masak, ia hanya bisa membantu mengulur kan apa yang kedua lelaki itu butuh kan.


Makanan telah terhidang di meja, bibik hanya membantu menghidang kan saja. Sedang kan yang masak murni Kumbang dan Ilham.


Mereka makan bersama di meja makan rumah Kumbang.


"Enak banget masakan kalian." kata mama.


Mereka hanya senyum saja, tidak ada yang bicara. Sedang kan Bunga hanya diam saja, ia tidak merasa mendapat pujian itu. Karna ia tidak bisa masak.


"Kumbang, mama mau tanya sama kamu. Apa kamu tertarik sama seseorang. Kalo iya, sebelum mama pulang kekota kita, mama akan lamar kan." kata mama.


"Mama apaan sih, Kumbang belum tamat sekolah. Anak orang mau di kasih makan apa ma." kata Kumbang.


"Alah, bilang aja ada. Kalo ada kan mama ikat sekarang, selesai sekolah bisa kamu nikah kan." kata mama.


Kumbang diam, ia sebenar nya sangat ingin bilang iya sama mama. Tapi ia belum siap kalo di tolak. Karna ia masih sekolah.

__ADS_1


"Bilang aja ada, bilang aja iya kan gampang." kata mama Bunga.


"Lagian kalo kamu gak mau, selesai sekolah. Tante akan kirim Bunga keAmerika buat kuliah." kata mama.


"Mama, kok malah aku yang kena sih. Aku kan gak ikut, ikutan." kata Bunga.


"Kok gak ikut-ikutan sih, bukan nya gadis yang kita bicara kan adalah kamu nak." kata mama Kumbang.


"Aku tante?" kata Bunga pura-pura kaget.


"Iya kamu, apa kamu siap kalo Kumbang mengikat kamu dengan lamaran dan menikah setelah tamat. Tante, tahu kalian saling suka bukan." kata mama Kumbang.


"Kumbang, lampu hijau dari Bunga." kata mama Bunga.


Kumbang tersenyum, ia juga mau sebenar nya. Hanya saja takut di tolak sama Bunga. Atau yang jelas, takut mama Bunga yang menolak nya karna ia belum punya penghasilan apa-apa.


Makan malam selesai dengan cepat, karna tidak terasa saat makan di penuhi dengan obrolan dan candaan dari mama. Apa lagi mama Bunga yang hobi nya bercanda.

__ADS_1


...


Tiga hari kemudian, acara lamaran yang bersifat tertutup itu pun lancar di jalan kan. Papa ternyata menerima dengan senang hati saat Bunga di lamar oleh Kumbang.


Lamaran itu sangat bersifat tertutup, yang tahu hanya lah orang-orang yang serumah saja. Mia saja tidak tahu acara lamaran itu, sedang kan Ilham tidak bicara sama siapa pun.


Hubungan Bunga dan Kumbang di sekolah biasa saja. Tidak ada yang berubah walau pun mereka sudah tunagan. Mereka mampu bersikap layak nya saat mereka masih berteman. Tidak ada yang spesial di antara mereka.


Kumbang pun tidak membatasi Bunga mau bergaul dengan siapa saja. Bunga sibuk berduaan dengan Roy karna persiapan lomba nya pun Kumbang tidak masalah.


....


Lomba mereka telah lewat, dan berhasil memenang kan juara umum sekota Belitung. Ucapan selamat pun membanjiri Bunga dan Roy. Bukan hanya datang dari teman-teman, juga datang dari guru-guru yang merasa bahagia dengan apa yang di capai oleh Bunga dan Roy.


"Selamat ya yank, kalian hebat banget deh." kata Kumbang pada Bunga.


"Tunggu, ada kata yang aneh di sana. Coba kamu ulangi lagi kata-kata yang kamu ucap kan tadi Kumbang." kata Roy.

__ADS_1


"Tidak ada kata ulang, kamu salah dengar. Tidak ada yang aneh dengan kata-kata ku." kata Kumbang.


Roy tersenyum, ia tahu kalo Kumbang dan Bunga bukan hanya sekedar berteman. Roy yakin, ada hubungan yang spesial antara Kumbang dan Bunga. Hanya saja, kedua makhluk itu sangat pinta menutupi apa yang mereka sembunyi kan.


__ADS_2