
Bunga terlihat panik dan agak takut pada saat Kumbang mengata kan ingin buka baju.
"Kamu kok marah aku buka baju sih Bunga. Aku kan mau buka baju, agar kamu bisa duduk di atas baju ku. Aku punya baju dalam lho Bunga." kata Kumbang santai.
"Kamu gak mikir yang aneh-aneh kan Bunga." kata Kumbang lagi.
Perasaan Bunga jadi serba salah. Ia telah mikir yang macam-macam pada Kumbang. Padahal kan Kumbang berniat baik pada nya. Kumbang bahkan ingin membuka baju nya hanya karna ingin Bunga duduk di atas baju nya.
"Jangan Kumbang, kamu gak perlu buka baju mu hanya karna ingin memberi kan alas duduk untuk ku. Kita bisa duduk di atas rumput dan ranting-ranting ini." kata Bunga mencegah nya.
"Kamu yakin gak papa duduk di atas rumput, gak takut kotor ya Bunga." kata Kumbang.
Bunga tak menyangka, jika Kumbang anak yang baik dan hangat saat bersama. Kumbang juga sangat perduli pada Bunga.
"Gak papa Kumbang, aku gak takut kotor kok." kata Bunga langsung duduk di atas ranting kayu yang jatuh.
"Kumbang, kenapa tadi kamu gak masuk saat jam pelajaran." kata Bunga.
Mereka sudah duduk di atas ranting kayu masing-masing. Ranting kayu yang jatuh dari pohon nya.
"Aku malas untuk belajar Bunga, pikiran ku agak pusing." kata Kumbang.
"Jika kamu gak ingin belajar, kenapa kamu datang sekolah hari ini. Kan akan mubazir saja." kata Bunga dengan kesal nya.
"Aku suka sekolah Bunga, hanya saja aku gak suka belajar." kata Kumbang terus terang.
"Bagai mana aku bisa mengajari mu, jika kamu gak suka belajar Kumbang." kata Bunga lemah.
Bel berbunyi, waktu masuk pun telah tiba. Niat Bunga untuk mengajari Kumbang malah hanya bicara saja. Tidak ada satu buku pelajaran pun yang mereka buka di belakang sekolah.
"Yah.... Udah masuk kan sekarang. Kita sama sekali gak belajar apa pun, sedikit pun ngak." kata Bunga.
"Lain kali kan kita bisa belajar lagi Bunga. Masih banyak waktu lho buat belajar." kata Kumbang santai.
__ADS_1
"Hmmzzz dasar kamu ya. Bahagai baget saat aku gak ngajarin kamu satu hal pun." kata Bunga.
"Ya udah, aku mau masuk dulu." kat Bunga bangun dari duduk nya.
"Kamu gak ikut aku masuk Kumbang." kata Bunga saat melihat Kumbang terdiam saja di tempat duduk nya.
"Aku akan nyusul kamu nanti nya. Kamu pergi aja dulaun." kata Kumbang.
Bunga pun tanpa kata lagi, langsung berjalan meninggal kan Kumbang yang masih diam di tempat duduk nya tadi.
Kumbang menatap Bunga berjalan menjauh, hingga hilang di balik bangunan sekolah nya.
Bunga merasa, ada yang aneh dari Kumbang. Tingkah laku yang Kumbang tunjuk kan, sebenar nya sangat berbeda dengan apa yang Bunga rasa kan. Bunga merasa, jika Kumbang itu sebenar nya punya masalah yang di rahasia kan pada siapa pun.
Kumbang lebih suka menyendiri, di sekolah Kumbang tidak punya satu teman sama sekali. Bagai mana Bunga ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan kehidupan Kumbang sebenar nya.
Tapi, Bunga bertekat akan mencari tahu. Apa kah yang membuat Kumbang jadi seorang brandalan saat di sekolah.
Karna jika di lihat, Kumbang adalah cowok yang baik. Dan bukan seorang brandalan.
......
Beberapa hari telah berlalu, Bunga berusaha keras untuk memahami apa yang sebenar nya terjadi pada Kumbang.
Saat itu, mereka telah berada di belakang sekolah. Tempat favorit Bunga dan Kumbang sekarang.
"Kumbang, hari ini kita tidak akan belajar masalah pelajaran. Tapi hari ini aku hanya ingin menemani kamu duduk di sini." kata Bunga.
"Tumben banget buk Bunga gak bersikeras ingin aku belajar buk. Udah taubat mau ngajarin aku ya." kata Kumbang.
"Ih.. Apaan sih kamu Kumbang. Hari ini itu aku juga lagi malas belajar tahu gak. Maka nya aku mau duduk di sini aja." kata Bunga.
"Mimpi apa kamu semalam, ada malas belajar juga ya." kata Kumbang.
__ADS_1
"Udah deh ngeledek nya, aku juga manusia kale Kumbang. Punya rasa malas itu kan wajar." kata Bunga.
"Satu lagi, jangan panggil aku ibuk. Aku belum tuaan tahu gak." kata Bunga.
"Baik lah buk Bunga,, aku gak akan panggil kamu ibuk lagi. Tapi aku akan panggil kamu bu guru saja." kata Kumbang.
"Kumbang...... "Kata Bunga sambil ingin memukul Kumbang.
"Ampun bu guru.. Pr nya udah siap kok, aku gak nyontek juga." kata Kumbang lari.
"Dasar Kumbang nyebelin, awas kamu jika aku dapat nagkap kamu nanti." kata Bunga sambil mengejar Kumbang.
Mereka berkejar-kejaran, laksana anak kecil yang bermain ria dan bahagai. Saat itu, Kumbang terlihat sangat bahagai. Ia melepas kan tawa nya, itu tawa yang benar-benar tanpa beban bagi Kumbang.
Bunga diam di sana, ia tak menyangka bahwa Kumbang itu bisa seperti saat ini. Bisa tertawa lepas dan bermain bersama nya.
"Kamu kok diam sih Bunga. Gak mampu ngejar aku ya. Pakai jatoh segala lagi." kata Kumbang menghampiri Bunga.
"Kamu bisa tertawa lepas juga ya Kumbang. Aku kira kamu gak bisa tertawa tadi. Malah gak bantuai aku saat jatoh lagi." kata Bunga pura-pura ngambek.
Kumbang terdiam dengan apa yang Bunga kata kan. Saat bersama Bunga, ia merasa dunia nya indah.
"Kumbang, ada yang salah ya dengan apa yang aku kata kan." kata Bunga.
"Eh.. Gak kok, gak ada yang salah. Maaf ya gak bantui kamu bagun tadi saat jatuh. Aku malah tertawain kamu." kata Kumbang.
"Gak papa, orang aku jatuh nya di atas rumput. Jatuh gak kuat juga kok, gak ada yang lecet sama sekali." kata Bunga memutar tubuh nya.
Bel berbunyi, itu tanda mereka harus masuk kekelas nya lagi. Bunga dan Kumbang berjalan bersama untuk menuju kekelas.
Anak-anak yang sudah melihat ini, tidak mau banyak bicara lagi. Karna, Kumbang telah memperingati mereka, agar tidak bicara apa pun saat melihat ia dan Bunga.
Mereka sudah beberapa hari biasa berjalan bersama. Bahkan kadang, Kumbang menawar kan diri untuk antar Bunga pulang kerumah nya.
__ADS_1
Tapi, jarang Bunga terima. Karna supir nya sudah ada, dan gak mungkin ia menyusah kan Kumbang hanya untuk antar jemput diri nya.