Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Mama kepo


__ADS_3

Setelah mandi dengan cepat, makan juga ala kadar nya saja. Bunga siap-siap mau kerumah sakit lagi bersama mama nya.


Mama membungkus kan makanan untuk di bawa kan kerumah sakit. Kebetulan, mama juga punya pekerjaan di rumah sakit malam ini.


Papa yang baru saja pulang, langsung duduk di meja. Ikut makan bersama, walau pun sudah telat untuk di kata kan makan bersama. Karna Bunga sudah selesai makan dan tidak ada di meja makan lagi.


"Mau di bawa kemana sih ma, makan sebanyak itu. Lagian bawa cemilan segala lagi, mama mau piknik di rumah sakit ya." kata papa.


"Apaan sih papa, mana ada orang kerja piknik. Lagian gak ada juga piknik malam-malam, di rumah sakit lagi." kata mama.


"Itu bawa makanan sebanyak itu, untuk apa coba. Mana bisa mama makan sebanyak itu sendirian." kata papa.


"Ini untuk teman Bunga yang ada di rumah sakit. Tadi ada yang kecelakaan, untung nya anak itu cepat nendorong Bunga, kalau ngak mama gak tahu deh apa yang terjadi." kata mama.


"Mendorong? Emang nya, apa yang terjadi." kata papa penasaran.


"Cerita nya panjang lah pa, nanti saja mama cerita kan. Lagian Bunga juga udah siap tu." kata mama.


"Lho, Bunga ikut sama mama juga ya." kata papa.


"Iya dong pa, Bunga jelas ikut lah sama mama. Kan teman nya ada di rumah sakit saat ini." kata mama.


"Ya udah, hati-hati aja. Jagain Bunga, jangan biar kan ia bebas ma." kata papa.


"Iya."


"Pa, Bunga pergi sama mama dulu ya." kata Bunga sambil melambai kan tangan nya.


"Iya, hati-hati kamu di sana. Jangan nakal dan jangan terlalu bebas di luar sana." kata papa.

__ADS_1


"Iya pa, gak akan nakal dan gak bebas juga. Lagian kan sama mama pergi nya pa, gak sendirian." kata Bunga.


Mama hanya menggelengkan kepala nya saja. Suami nya memang selalu begitu, selalu berfikiran yang negatif. Apa lagi pada putri nya, ia selalu mengkhawatir kan setiap gerak gerik anak sematawayang nya itu.


Mama dan Bunga pun berangkat dari rumah menuju rumah sakit. Kebiasaan mama tidak pernah mau punya supir, di keluarga nya yang punya supir hanya Bunga. Mama sama papa terbiasa bawa mobil sendiri.


***


Setelah melewati jalan yang tidak lurus yang pasti nya. Mereka pun sampai di rumah sakit tempat Ilham di rawat. Mama dan Bunga langsung saja menghampiri kamar rawat Ilham.


Setelah membuka pintu, terlihat Kumbang sedang duduk di samping Ilham. Karna di sana di sedia kan satu kursi untuk keluarga pasien.


"Mbang, sebaik nya kamu ganti baju dulu ya. Maaf aku agak lama sedikit, soal nya makan dan mandi dulu di rumah." kata Bunga.


"Iya nak, kamu bisa mandi juga kalo mau. Baju kamu nanti kasi kan sama Bunga aja. Biar Bunga bawa pulang, terus di cuci sama Bunga." kata mama.


"Gak usah tante, biar aku bawa pulang aja. Gak usah, aku gak mau ngerepotin Bunga dan tante terlalu banyak." kata Kumbang.


"Lagian kan, setahu mama bukan Bunga juga yang nyuci nya. Palingan bibik yang nyuci nanti nya baju kamu." kata mama.


"Iya, iya sih bibik yang nyuci baju nya, bukan aku kok." kata Bunga.


"Gak papa, gak usah lagi Bunga, tante. Kalian gak perlu repot-repot ya. Aku udah makasih banget sama kamu Bunga. Udah banyak bantu aku selama ini." kata Kumbang.


"Bantu kamu? Emang Bunga bantu kamu apa aja sih nak?" kata mama heboh.


"Gak ada kok ma, hanya bantu belajar bersama aja." kata Bunga.


Mama melihat kearah Bunga, ia tersenyum menggoda anak nya. Bunga tahu, hal itu pasti terjadi, jika mama tahu bahwa ia dan Kumbang juga sangat dekat saat di sekolah.

__ADS_1


"Ya udah Kumbang, sebaik nya kami ganti baju ya. Kemudian makan, tante bawa kan makanan juga untuk kamu." kata mama.


"Makasih tante, gak usah tepot-repot tante." kata Kumbang.


"Titip Ilham sebentar Bunga, aku mau ketoilet dulu ya." kata Kumbang lagi.


"Iya." kata Bunga singkat.


***


Kumbang akhir nya pergi meninggal kan kamar Ilham. Di sana, Ilham masih belum sadar kan diri juga.


"Ma, apa kah masih lama lagi untuk Ilham sadar." kata Bunga agak cemas.


"Kalau menurut prediksi dokter, mungkin akan sadar sebentar lagi. Tapi walau bagai mana pun, mama kan hanya dokter Bunga. Hanya bisa memprediksi saja, tidak bisa memasti kan." kata mama.


"Iya ma aku tahu, aku hanya cemas sama keadaan nya Ilham." kata Bunga.


"Kamu cemas kenapa Bunga. Apa yang perlu di cemas kan. Mama rasa tidak ada yang perlu kamu cemas kan nak." kata mama.


"Oh ya, mama lupa tanya pada kalian. Kok keluarga anak ini tidak ada yang datang sih, sudah hampir satu hari dia di sini. Apa mungkin orang tua nya tidak tahu ya." kata mama.


"Ilham jauh dari mama dan papa nya ma, ia datang kesini pun karna tahu teman nya bersekolah di sini. Maka nya, ia pindah sekolah sambil menyewa kos di kota ini." kata Bunga.


Tanpa mereka sadari, Kumbang sudah ada di balik kamar. Ia mendengar apa yang Bunga dan mama nya kata kan. Ia merasa bersalah sekali lagi pada Ilham teman nya.


Ternyata, Ilham pindah sendirian. Tidak bersama keluarga nya, hanya untuk dekat dengab Kumbang yang selama ini masih di angap teman oleh Ilham.


"Jadi, anak ini sendiri di kota ini. Pindah sendirian hanya untuk mencari teman nya. Mama masih bingun sama yang kamu sampai kan." kata mama.

__ADS_1


"Udah deh ma, jangan membahas itu lagi. Bunga juga kurang tahu tentang kehidupan Ilham. Hanya tahu apa yang Ilham kata kan saja. Selebih nya tidak tahu lagi Bunga ma." kata Bunga.


__ADS_2