Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Merusak


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Bunga berhasil menenag kan hati nya. Ia menyapu air mata yang ada di pipi nya. Ia berhenti menanagis sekarang.


"Bunga, ada apa sebenar nya. Kenapa kamu harus menangis." kata Roy.


"Aku tidak apa-apa Roy, aku hanya sedikit sedih saja. Tidak ada masalah apa-apa dengan aku." kata Bunga.


"Kamu yakin tidak mau cerita apa yang terjadi pada ku Bunga. Ya, aku memang tidak bisa membantu mu. Tapi setidak nya, beban mu akan berkurang kalau mau cerita sama aku." kata Roy.


"Makasih banyak Roy, tapi aku rasa tidak bisa berbagi dengan mu. Dan jangan cemas, aku sekarang baik-baik saja." kata Bunga.


"Baik lah, aku tidak akan memaksa kamu untuk cerita masalah pribadi mu pada ku. Tapu, aku harap kamu tidak sedih lagi." kata Roy.


"Iya aku baik-baik saja kok sekarang, gak perlu cemas pada ku ya." kata Bunga mencoba untuk senyum agar bisa meyakin kan Roy.


"Baik lah, kita lanjut kan besok saja latihan nya. Aku rasa kamu butuh istirahat untuk saat ini kan." kata Roy lagi.


"Tidak apa-apa, lanjut saja latihan kita. Aku tidak ingin kita menunda latihan hanya karna masalah pribadi yang aku miliki." kata Bunga.


"Kamu pintar Bunga, aku rasa tidak ada masalah nya kalau kita istirahat kan. Tidak akan ada pengaruh nya dengan lomba kita. Lagian aku juga merasa capek untuk lanjut." kata Roy.


Sebenar nya, Roy hanya ingin Bunga menenang kan diri. Karna apa yang baru saja terjadi ini terlihat sangat membuat Bunga terpukul. Istirahat mungkin bisa membuat Bunga semakin tenang untuk saat ini.


Akhir nya Bunga setuju juga untuk istirahat. Ia dan Roy meninggal kan ruangan khusus bersama-sama.


"Roy, terima kasih untuk air nya ya." kata Bunga saat mereka sedang berjalan bersama meninggal kan ruangan khusus.


"Sama-sama, tidak masalah." kata Roy.

__ADS_1


"Oh ya, apa kamu mau kekantin. Kita bisa makan dan minum jus dulu di kantin. Jam istirahat masih lama deh kayak nya." kata Roy lagi.


"Kamu bisa pergi kekantin sendirian, tapi maaf ya, aku gak ikut. Aku gak lapar dab gak haus juga." kata Bunga berusaha menolak secara halus.


"Yah, mana enak kalo kekantin sendirian. Enak nya itu berteman, kalo kamu gak ikut aku juga gak jadi kekantin. Padahal aku lapar banget deh, kayak nya nih cacing gak bisa di ajak bersahabat lagi." kata Roy.


"Baik lah, aku temani kamu kekantin ya." kata Bunga.


Saat mereka berjalan menuju kantin, Maya memanggil Roy. Maya terlihat sangat bahagia, ntah apa yang ia rasa kan. Yang jelas, ia sangat bahagia di sana.


"Roy, sini dulu dong. Aku mau bicara berduaan sama kamu." kata Maya.


Roy dan Bunga menghenti kan langkah mereka saat Maya memanggil nama Roy di sana. Roy melihat kearah Bunga, hati nya kesal karna Maya merusak rencana makan nya bersama Bunga.


"Gak papa Roy, kamu bisa bicara berdua sama Maya. Aku akan kekelas saja dulu, lain kali kita makan bersama." kata Bunga.


"Iya, aku janji." kata Bunga.


Roy senyum, mereka pun berpisah mengambil jalan masing-masing. Roy berjalan kearah Maya, sedang kan Bunga berjalan menuju kelas mereka.


"Ada apa sih May, kamu merusak rencana makan ku saja." kata Roy dengan wajah kesal nya.


"Ya elah, gitu aja kesal kamu. Kamu gak lihat nih aku bahagia banget saat ini." kata Maya.


"Apa yang buat kamu bahagia, kata kan saja sekarang." kata Roy dengan nada kesal nya.


"Lho kok kamu masih kesal aja, setelah ini kita makan deh. Aku yang traktir kamu makan." kata Maya.

__ADS_1


"Gak usah, aku gak laper lagi sekarang. Kamu merusak rencana aku makan sama Bunga aja." kata Roy tanpa sadar mengata kan hal itu.


"Kamu kesal banget karna gak jadi makan sama Bunga ya. Bukan karna kamu gak jadi makan aja." kata Maya baru mengerti.


"Udah deh, kata kan aja apa yang mau kamu kata kan sama aku." kata Roy.


"Roy, aku senang banget tahu gak. Akhir nya, Bunga dan Kumbang putus juga." kata Maya.


"Apa?" kata Roy sangat kaget.


"Jadi, tadi itu karna Kumbang." kata Roy lagi dengan nada rendah pula.


"Maksud kamu?" Maya tidak mengerti dengan apa yang Roy kata kan.


"Eh, gak ada papa kok. Jadi itu yang bikin kamu senang ternyata ya." kata Roy.


"Iya lah, apa lagi coba yang bikin aku senang." kata Maya.


"Kamu ternyata tipe orang yang senang di atas penderitaan orang juga ya." kata Roy.


"Lah apa salah nya aku senang, Kumbang itu awal nya kan memang punya aku. Aku juga gak niat kok tertawa atas penderitaan orang. Sebenar nya aku hanya bantu Kumbang dan Bunga saja." kata Maya.


"Bantu apaan kamu May, kamu itu sudah jadi perusak buat hubungan orang tahu gak. Kamu gak jauh sama pelakor, mungkin kamu sama aja sama yang nama nya pelakor." kata Roy marah.


"Lho, kok kamu malah marah sama aku sih. Mana kamu bilang aku pelakor lagi. Niat aku itu baik, tahu gak. Aku bantu mereka putus karna mereka tidak saling cinta." kata Maya.


"Tahu dari mana kamu mereka gak saling cinta. Tahu dari mana kamu bantuin mereka, kamu itu merusak, bukan nya bantuin." kata Roy.

__ADS_1


__ADS_2