
Sudah tiga hari berlalu, Kumbang jarang masuk kelas. Posisi duduk mereka pun sudah bertukar. Kumbang duduk di samping Ilham, sedang kan Mia di minta sama Kumbang pindah ketempat duduk nya.
Bunga tidak bisa berkata apa pun, Kumbang telah menjauh dari nya. Kumbang bahkan sangat tidak suka sama Bunga. Kumbang akan menghindar dari Bunga.
Ia juga kembali kembali seperti dulu, sangat tidak bersahabat pada orang lain. Ia sering menyendiri, ia juga jarang masuk saat jam pelajaran. Kumbang kembali pada sifat awal nya. Bahkan lebih menakut kan lagi, ia lebih sering mencari masalah dengan siapa pun.
Saat ini, Bunga sedang berada dalam ruangan khusus bersama Roy. Roya juga tidak banyak berubah, ia tidak mencari kesempatan dari hubungan Kumbang dan Bunga yang berantakan.
Sedang kan Maya, hubungan nya dengan Roy agak kurang baik. Roy tidak suka sama Maya yang selalu mencari celah untuk dekat dengan Kumbang.
Roy tidak setuju dengan sifat dan niat yang Maya miliki. Walau pun Maya adalah sahabat nya, datang dari sekolah yang sama. Dan bagai kan saudara saat mereka berada jauh dari orang tua karna pertukaran siswa. Namun, ia tidak sependapat dengan Maya, yang meninggi kan ego dan merusak hubungan orang lain demi ingin memiliki apa yang ia ingin kan.
Bunga terlihat sangat tidak baik, belakangan ini ia sering termenung sendirian. Ia sering melamun dan tidak banyak bicara dengan siapa pun. Termasuk dengan Mia dan Ilham.
"Bunga, apa kamu baik-baik saja?" pertanyaan itu sering kali ia dengar dari Roy. Setiap kali ia bersama Roy, maka Roy akan menanya kan hal yang sama pada Bunga. "Apa kamu baik-baik saja" itu pertanyaan yang tidak pernah di lupa kan Roy saat bersama Bunga.
"Aku baik-baik saja Roy, maaf ya. Aku ada sedikit masalah soal nya." kata Bunga.
"Saran aku ya Bunga, lebih baik kamu bicara kan baik-baik apa yang kamu rasa dengan orang yang kamu anggap punya masalah yang sama." kata Roy.
"Maksud kamu?" kata Bunga tidak mengerti.
"Maksud ku, kamu bicara kan baik-baik apa yang jadi masalah kalian. Kalau kalian sama-sama diam, maka tidak akan selesai yang nama nya masalah." kata Roy.
"Aku tidak punya masalah sama orang kok Roy, aku hanya punya masalah dengan hati ku saja." kata Bunga.
__ADS_1
"Apa beda nya masalah sama orang atau dengan hati mu. Hati mu tidak baik pasti karna seseorang bukan?" kata Roy.
"kalau aku boleh saran, hadapi masalah yang kamu punya Bunga. Bukan menghindar dari masalah. Karna dengan menghindar tidak akan menyelesai kan masalah. Kamu malah menambah masalah mu semakin rumit." kata Roy lagi.
"Kamu benar Roy, masalah ini harus aku hadapi, bukan aku hindari." kata Bunga.
Belum sempat Roy menjawab apa yang Bunga kata kan. Mereka di kaget kan dengan ribut-ribut di samping kantor. Ntah siapa yang berkelahi sekarang.
"Ada apa sih, anak-anak pada ribut." kata Bunga.
"Aku rasa ada yang bertengkar, ayo Bunga kita lihat." kata Roy.
Bunga dan Roy pun berjalan cepat menuju samping kantor. Di sana banyak anak-anak yang berkerumunan. Ntah siapa yang berkelahi di sana.
Saat sampai di kerumunan, Roy kaget bukan kepalang. Ternayat yang bertengkar adalah Kumbang dan guru BK yang baru. Sedang kan Bunga masih belum tahu siapa yang sedang bertengkar karna ia di belakang Roy.
"Apa, beri aku jalan agar bisa lewat." kata Bunga.
Bunga pun bisa lewat, ia lepas kedepan saat melihat Kumbang dan guru BK mereka yang baru itu bertengkar. Bunga berusaha mencegah nya.
"Kumbang, henti kan Kumbang. Kamu tidak boleh bertengkar lagi." kata Bunga.
Sebenar nya bukan hanya Bunga yang berusaha mencegah. Guru-guru yang lain juga sudah berusaha. Namun kedau manusia itu bagai kan kemasukan jin. Mereka tidak mendengar kan apa yang orang lain kata kan. Apa lagi saat tidak ada guru lelaki di sana. Sedang kan kepala sekolah juga sesang tidaka ada. Kepala sekolah menghadiri rapat bersama dua orang guru laki-laki nya.
"Kumbang, berhenti Kumbang." kata Bunga.
__ADS_1
Baik Kumbang mau pun guru BK yang bernama pak Fendi itu tidak mendengar kan sama sekali. Bunga dengan berani nya merusaha mendekat. Namun, karna mereka memang sedang adu tenaga.
Tidak sengaja, tangan guru BK itu mendorong Bunga hingga jatuh. Naas nya, Bunga malah terjatuh di tembok dan terbentur tembok kepala nya.
Bunga pun jatuh ketanah, setelah kepala nya terbentur tembok dan dari kepala Bunga mengalir darah segar akibat brnturan itu.
Kumbang sangat panit, saat ia melihat Bunga jatuh tak sadar kan diri di tanah dengan kepala yang berlumuran darah.
"Bunga...." seketika, Kumbang dan pak Fendi menghentikan aksi brutal mereka.
Semua yang ada di sana kaget dan cemas saat melihat kondisi Bunga yang tidak sadar kan diri. Kumbang dan Roy bersamaan merebut tubuh Bunga yang tergeletak lemah itu.
"Bunga, ayo bangun Bunga." kata Kumbang.
"Bunga tidak akan bangun Kumbang, kita harus membawa nya kerumah sakit sekarang juga." kata Roy.
"Baik lah, aku akan bawa Bunga dengan mobil ku saja. Tapi kamu yang nyetir dan aku yang menjaga Bunga di belakang." kata Kumbang.
"Baik, mana kunci mobil nya." kata Roy.
"Aku lupa di mana kunci mobil ku." kata Kumbang.
Sangking panik nya, Kumbang lupa sama kunci mobil. Ia lupa ntah meletak kunci mobil nya di mana. Karna ia sudah merasa di saku nya, tidak ada kunci mobil di saku celana atau saku baju.
"Ya sudah, pakai mobil aku aja kalo gitu. Kebetulan, kunci mobil aku ada di saku ku." kata Roy.
__ADS_1
"Ibuk ikut kalian Kumbang." kata buk Mira.
"Iya buk." Roy yang menjawab itu, sedang kan Kumbang diam saja.