Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Belakang sekolah


__ADS_3

Tak lama bel tanda masuk berbunyi, mana yang melaku kan ritual pagi nya nongkrong di kantin sekolah sebelum masuk. Membubar kan diri mereka, mereka semua masuk kekelas nya masing-masing.


Tak terkecuali Mia dan Bunga, yang baru selesai makan di kantin. Mereka berdua bergegas berjalan menuju kelas nya.


"Mia, di mana Kumbang ya. Kok gak masuk sih, ini kan udah jam masuk sekolah." kata Bunga.


"Mana aku tahu Bunga, aku kan di kantin bareng sama kamu." kata Mia.


"Dasar Mia, nyebelin aja kamu." kata Bunga.


"Lho, kok malah jadi marah sama aku. Benar dong Bunga, kita makan di kantin tadi. Lagian kamu aneh deh, akhir-akhir ini kok ngurusin Kumbang melulu aku lihat." kata Mia.


"Siapa yang ngurusin Kumbang, aku kan cuma nanya aja Mia. Kalo nanya bisa di bilang ngurusin ya." kata Bunga.


"Serah kamu lah Flower, apa yang mau kamu kata kan." kata Mia.


"Idih.... Nyebelin." kata Bunga.


Saat itu, ibuk guru yang ada mata pelajaran nya masuk kedalam kelas mereka. Jadi nya, mereka harus menghenti kan apa yang menjadi ritual para murid sebelum guru yang akan mengajar mereka masuk kedalam kelas.


"Selamat pagi anak-anak." kata buk Marni guru bahasa indonesia.


"Pagi buk... " kata semua murid serentak.


"Di mana Kumbang, gak masuk lagi hari ini." kata buk Marni.


Semua nya diam, tidak ada yang bicara. Tidak ada yang mau bicara kan di mana Kumbang sekarang.


"Baik lah, lupa kan saja Kumbang. Kita mulai pelajaran untuk hari ini." kata buk Marni.


Guru itu pun tidak mau membahas tentang Kumbang. Karna, selain tidak ada hasil nya. Akan lebih baik tidak ada Kumbang dalam kelas nya. Dari pada ada hanya membuat onar dan sakit hati.


....


Setelah bunyi bel tanda istirahat, anak-anak yang tadi nya tenang belajar. Sekarang jadi ribut dan berlomba-lomba untuk keluar dari kelas mereka.


"Mia, aku ada urusan sebentar ya. Kamu gak perlu ikut aku." kata Bunga pada Mia.

__ADS_1


"Kemana kamu Bunga, urusan penting ya sampai aku gak boleh ikut kamu." kata Mia.


"Ada deh, kamu gak perlu ikut pokok nya. Main sama Aziz aja di sini." kata Bunga.


Aziz yang di sebut nama nya senyum manis pada Bunga. Aziz anak yang tidak terlalu tampan, hanya manis saja kelebihan nya. Aziz sering mendekati Mia. Kata nya sih, Aziz berusaha untuk berteman baik dengan Mia. Hanya saja, Mia tidak suka pada Aziz.


"Apaan sih kamu Bunga, ogah banget ya aku main sama Aziz." kata Mia.


"Apa kurang aku Mia, kan gak jelek-jelek amat lah." kata Aziz.


"Yah nanya apa kurang mu lagi, banyak lah kurang nya kamu." kata Mia.


"Apa atuh Mia salah satu nya. Sebutin, biar aku perbaiki." kata Aziz.


"Kurang kamu itu salah satu nya, kurang putih tahu gak." kata Mia.


"Tega banget kamu Mia, kulit ku kan memang gini." kata Aziz.


Saat itu, Mia baru sadar bahwa Bunga sudah tidak ada di sana. Bunga sudah pergi keluar kelas entah sejak kapan. Sampai Mia tidak sadar jika Bunga sudah keluar.


"Bunga.... " kata Mia berteriak.


"Lah... Kok nyalahain aku sih, aku kan hanya bicara saja sama kamu gak melepas kan Bunga." kata Aziz.


"Serah kamu, aku mau cari Bunga aja di luar. Kamu jangan coba-coba dekatin aku ya. Awas aja kalo berani dekat-dekat." kata Mia.


Mia keluar, meninggal kan Aziz sendiri di dalam kelas. Sedang kan Bunga, ia berjalan menuju halaman belakang sekolah. Di mana Kumbang membawa nya pertama kali ketempat itu. Dan Kumbang juga hari ini ingin Bunga datang ketempat itu.


Tak lama berjalan, Bunga sampai di halaman belakang sekolah. Di sana tidak ada Kumbang, di sekeliling halaman belakang sekolah juga tidak terlihat.


"Bunga... " kata suara dari atas pohon.


Bunga melihat keatas, ternyata Kumbang sedang bertengger di atas pohon itu.


"Lho,,, ngapain kamu di atas sana sih Kumbang." kata Bunga.


"Di atas sini rasa nya nyaman Bunga, aku bisa melihat luas nya halaman belakang sekolah dari atas sini." kata Kumbang.

__ADS_1


"Turun gak kamu sekarang juga. Aku kesini kan niat nya untuk belajar bersama. Bukan untuk melihat kamu di atas sana." kata Bunga.


"Kamu gak ingin mencoba naik keatas sini Bunga. Aku yakin kamu pasti akan suka." kata Kumbang.


"Kumbang, aku kesini itu bukan untuk main-main sama kamu. Aku kesini itu untuk belajar. Kamu ingat kan apa yang kita bicara kan semalam." kata Bunga.


Kumbang senyum, gadis yang bernama Bunga itu sangat tidak bisa di ajak bercanda. Dan saat ia kesal wajah nya akan berubah dengan cepat. Kumbang suka dengan perubahan wajah yang Bunga tunjuk kan.


"Kumbang, kamu mau turun atau aku akan pergi dari sini." kata Bunga lagi. Saat melihat Kumbang tidak turun juga. Malahan senyum sendiri di atas sana.


"Baik lah, jangan cemberut Bunga. Kamu cantik lho saat kamu lagi kesal, aku akan menggoda kamu jika kamu terlihat cantik." kata Kumbang.


"Jangan banyak bercanda dengan aku. Turun sekarang juga agar aku gak nunggu kamu terlalu lama di bawah sini." kata Bunga.


Akhir nya, Kumbang turun dari atas pohon yang rindang itu. Ia turun dengan cepat nya, langsung menghampiri Bunga.


"Cepat banget kamu turun nya Kumbang, gak takut jatuh ya kamu naik keatas tadi." kata Bunga penasaran.


Karna, jika menurut pemikiran nya. Mungkin Bunga gak akan bisa naik keatas. Karna pohon itu lumayan tinggi dan sangat rindang.


"Jangan banyak tanya, karna jika aku jelas kan kamu juga gak akan ngerti." kata Kumbang.


"Alah... Sok tahu kamu, mau jelas kan apa pada ku." kata Bunga.


"Ya cara manjat pohon lah Bunga, cara apa lagi. Kamu gak mikir aku menjelas kan cara matamatika kan pasa mu." kata Bunga.


"Ya ampun malah ngaur lagi. Ayo mulai belajar nya. Sebentar lagi waktu masuk, kita sedikit pun belum mulai belajar." kata Bunga.


"Di mana mau belajar Bunga, kursi untuk duduk aja gak ada." kata Kumbang.


"La terus gimana dong. Gak mungkin kita belajar sambil berdiri kan." kata Bunga.


Kumbang berniat membuka baju nya. Saat Kumbang mau melepas kan kancing baju nya. Bunga mencegah nya dengan cepat.


"Eh... Mau apa kamu?" kata Bunga kaget.


"Mau buka baju lah, apa lagi." kata Kumbang.

__ADS_1


"Ngapain kamu buka baju." kata Bunga.


Bersambung....


__ADS_2