
Kembali kemasa sekarang....
***
Setelah bel berbunyi, Bunga dan Ilham berjalan meninggal kan taman. Mereka masih bercerita tentang apa yang baru saja Bunga tanya kan.
Sampai di kelas, Bunga melihat kearah bangku Kumbang. Di sana ada Kumbang yang melihat kearah mereka berdua yang berjalan bersama. Kumbang terlihat tidak suka melihat Bunga bersama Ilham.
Bunga tidak menghirau kan apa yang Kumbang lihat, ia terus saja berjalan mendekat kearah Kumbang.
"Bang, aku ingin kita bicara setelah jam istirahat nanti." kata Bunga.
Kumbang diam saja, ia tidak menjawab apa yang Bunga kata kan. Tapi Bunga tahu, Kumbang akan mendengar kan apa yang ia kata kan.
Karna ia sudah tahu, bagai mana kisah hidup Kumbang di masalalu. Ternyata cerita hidup Kumbang sangat menyedih kan. Pantas saja, ia sangat marah saat Bunga bilang orang tua.
Karna ia tidak suka sama orang tua nya, apa lagi orang tua nya tidak pernah perduli dengan kehidupan nya.
Pantas saja, setiap orang tua yang mengantar kan anak nya kesekolah. Kumbang melihat dengan tatapan yang sedih. Ternyata ia kehilangan kasih sayang orang tua nya selama ini.
***
Setelah bel berbunyi, Bunga mengikuti langkah kaki Kumbang. Walau pun, Kumbang tidak bicara apa pun pada Bunga. Tapi jika Kumbang tidak marah saat ia ikuti, itu tanda nya Kumbang tidak marah jika Bunga mengikuti nya.
"Mau kemana sih Bunga?" kata Ilham pada Mia.
"Palingan mau ikut Kumbang kebelakang sekolah." kata Mia sambil sibuk beres-beres buku nya.
"Belakang sekolah?" kata Ilham tak mengerti.
__ADS_1
"Iya, belakang sekolah kan ada hutan yang sengaja di biar kan lebat. Tapi, ada penjaga juga lho. Bukan hutan terbengkalai lho ya." kata Mia.
"Oh, jadi di sekolah ini ada hutan nya juga ya." kata Ilham.
"Iya, dulu nya sih ramai yang suka main kesana. Tapi sejak Kumbang melarang anak mana pun tidak boleh kehutan belakang. Jadi sekarang hutan belakang sekolah sepi deh." kata Mia.
"Apa segitu nya Kumbang di takuti di sini Mia." kata Ilham tak percaya.
"Iya begitulah, tidak ada yang berani bikin ulah pada nya. Tidak tahu apa yang anak-anak itu pikir kan. Yang jelas tidak ada yang mau bikin ulah aja sama Kumbang." kata Mia.
"Semua takut sama Kumbang, tapi kenapa Bunga tidak takut sama Kumbang." kata Ilham.
"Aku juga tidak tahu, dulu nya Bunga itu adalah orang yang tidak mau tahu sedikit pun tentang Kumbang. Tapi ntah kenapa, Bunga jadi berubah sangat perhatian sama Kumbang yang badboy itu. Aku juga tidak mengerti lah." kata Mia.
"Mia, apa kamu bisa bawa aku kehutan belakang sekolah." kata Ilham.
Mia kaget dengan apa yang Ilham kata kan. Mata nya melotot melihat kearah Ilham. Ia tak percaya jika Ilham mengata kan hal itu pada nya.
"Kamu bisa tunjuk kan jalan saja jika kamu takut sama Kumbang. Aku bisa pergi sendiri gak papa kok Mia." kata Ilham.
"Benar-benar sakit kamu ya Ham, kan masih banyak anak lain yang ingin kamu ajak berteman. Gak perlu kamu terus ingin Kumbang, kamu gak akan terkenal juga kok." kata Mia.
"Bukan masalah terkenal nya Mia, hanya saja kamu gak tahu apa-apa. Aku hanya ingin kamu tunjuk kan aku jalan saja kok." kata Ilham.
"Baik lah, aku akan tunjuk kan jalan pada mu." kata Mia pada akhir nya.
Mia dan Ilham pun berajak dari kelas, menuju belakang sekolah. Sedang kan di sana, Kumbang dan Bunga sudah sampai dan sudah duduk pula.
"Mbang, aku minta maaf ya atas apa yang terjadi kemarin. Aku gak maksud bilang gitu kok sama kamu." kata Bunga memulai pembicaraan.
__ADS_1
"Gak papa Bunga, aku yang salah. Aku yang tidak bisa mengontrol emosi. Aku orang yang tidak baik Bunga, tidak sama kayak Ilham dan yang lain nya." kata Kumbang.
"Kamu tidak buruk kok Mbag, hanya saja kamu terlalu terbawa suasana hati mu. Maka nya kamu cepat terbawa emosi." kata Bunga.
"Aku tidak bisa jadi anak baik Bunga, kamu lihat kan selama ini aku hanya sendiri." kata Kumbang.
"Sendiri bukan bearti kamu tidak di sukai Kumbang." kata Bunga.
"Dan maaf kan aku ya, aku mencari tahu tentang kamu dari Ilham, ternyata kamu dan Ilham sebenar nya adalah teman ya." kata Bunga lagi.
Kumbang memaling kan wajah nya kearah Bunga. Ia tidak menyangka jika Bunga tahu tentang itu.
"Tidak, aku dan Ilham tidak pernah berteman." kata Kumbang.
"Mbang, aku sudah tahu semua nya. Dan kamu tidak bisa terus larut dalam masalalu mu yang tidak bersahabat dengan mu." kata Bunga sambil memegang tangan Kumbang.
"Dan ingat lah satu hal, kamu tidak pernah sendiri Kumbang. Masih banyak orang yang peduli dengan mu, dan masih banyak hal yang perlu kamu ketahuai." kata Bunga lagi.
"Kamu tidak tahu rasa nya jadi aku Bunga, aku tidak sama seperti yang lain. Aku berbeda jauh dari kalian semua. Aku anak terbuang, semua nya benci aku." kata Kumbang.
"Tidak Kumbang, kamu salah. Semua nya tidak benci pada mu, mereka hanya takut sama kamu yang selalu tinggi emosi dan terlihat galak." kata Bunga.
"Aku tahu, karna itu lah aku di benci kan. Tidak ada yang suka pada ku, sedang kan mama dan papa ku saja membuang aku. Bagai mana orang lain mau suka sama aku." kata Kumbang.
"Kamu salah besar Mbang, orang tua mu pasti masih peduli sama kamu kan. Jika tidak, bagai mana kamu bisa tumbuh dan hidup mewah sampai saat ini." kata Bunga.
"Aku tidak hanya butuh harta Bunga, aku juga butuh kasih sayang dan cinta dari orang tua. Mereka hanya memberi aku harta, tapi tidak pernah datang untuk melihat aku." kata Kumbang.
Jauh di dalam hati Bunga, Bunga ikut merasa sedih saat Kumbang mengata kan hal itu. Kumbang benar, ia tidak hanya butuh harta saja. Ia juga butuh kasih sayang dan cinta dari orang tua nya.
__ADS_1
Tapi sayang nya, orang tua dari Kumbang seakan lupa dengan anak nya. Mungkin mereka pikir, anak hanya butuh uang untuk hidup.
Peran kedua orang tua sebenar nya sangat Kumbang butuh kan. Sehingga ia jadi anak yang bandel seperti saat ini. Itu karna ulah orang tua, saat peras itu hilang. Maka anak juga akan berubah jadi liar.