Bunga Dan Kumbang

Bunga Dan Kumbang
Ilham terluka


__ADS_3

Bunga melihat wajah kesepian di balik wajah dingin yang selalu Kumbang tunjuk kan. Wajah yang galak dan tidak suka bergaul dengan siapa pun, ternyata di balik wajah itu tersimpan seribu kesedihan yang ia sembunyi kan.


"Kumbang, kamu tidak sendiri kok di sini. Ada aku dan ada teman kita yang lain nya." kata Bunga.


"Aku tidak punya teman Bunga, aku hanya sendiri di dunia ini." kata Kumbang.


"Tidak Kumbang, kamu punya teman. Aku adalah teman mu, kamu bisa anggap aku teman yang bisa kamu ajak curhat. Agar kamu tidak merasa sendirian." kata Bunga.


"Kamu juga akan sama seperti yang lain nya Bunga. Pada saat kalian pergi, maka kalian akan pergi meninggal kan aku." kata Kumbang.


"Aku akan berteman dengan mu selama nya, jika kamu mampu mengubah sikap dingin dan kasar mu pada orang lain. Maka kamu akan punya banyak teman, jangan bawa emosi untuk selesai kan masalah mu." kata Bunga.


"Apa kah kamu yakin Bunga, ingin berteman dengan aku untuk selama nya. Jika aku mampu mengubah sifat ku." kata Kumbang.


"Aku janji Kumbang, aku akan selalu ada untuk mu." kata Bunga.


"Baik lah, aku akan belajar berdamai dengan dunia ini. Dan aku akan menjadi teman terbaik yang kamu ingin kan. Karna selama ini, hanya kamu yang perduli dengan aku." kata Kumbang.


"Baik lah, kita saling berjanji ya." kata Bunga.


Kata Bunga mengagkat jari kelingking nya, Kumbang pun menyambut janji itu. Mereka saling mengait kan kelingking mereka.


Bunga tersenyum, begitu juga Kumbang. Ada rasa bahagia di hati Kumbang, selama ini rasa sepi di hati nya. Hanya Bunga yang mampu mengubah rasa sepi menjadi rasa bahagia.


****


Sedang kan di sisi lain, ada Ilham dan Mia yang masih berdiri matung. Ilham baru pertama kali melihat sahabat nya tersenyum sejak bertahun-tahun yang lalu. Tepat nya, sejak Kumbang di tinggal sendiri oleh orang tua nya.


"Kenapa kamu gak jadi kesana, kamu juga merasa takut saat melihat Kumbang ya." kata Mia.


"Tidak Mia, aku tidak takut sama Kumbang. Hanya aku merasa, Bunga adalah orang yang mampu membuat Kumbang tidak merasa sendiri." kata Ilham.


"Maksud kamu apa sih Ham, gak ngerti deh sama kamu." kata Mia.


"Udah, kamu gak akan ngerti." kata Ilham.

__ADS_1


"Mana bisa aku ngerti jika kamu tidak memberi kan aku pegertian." kata Mia.


"Aku beri pegertian juga kamu gak akan ngerti kali." kata Ilham.


"Dasar kamu norak Ham, ayo pergi dari sini. Aku gak ingin bikin Kumbang marah karna sudah menggangu waktu mereka." kata Mia.


"Tidak perlu takut gitu lah, segalak apa pun Kumbang. Dia gak akan makan manusia kan." kata Ilham.


"Iya gak di makan, tapi di gebukin tahu gak." kata Mia.


"Tenang aja, kamu gak akan di gebukin sama Kumbang. Kamu kan cewek, mana mau Kumbang melawan cewek." kata Ilham.


"Iya aku ngak, tapu kamu nya iya nanti." kata Mia.


"Dasar kamu penakut, ayo lah." kata Ilham.


Baru saja mereka mau pergi, tiba-tiba ada bunyi dahan yang patah dari pohon yang berada tak jauh dari tempat Kumbang dan Bunga duduk.


Kebetulan Ilham dan Mia mendengar kan nya, Ilham membatal kan niat nya untuk pergi dari sana. Ia malah memutar balik arah jalan nya, Ilham berlari kearah Kumbang dan Bunga secepat yang ia bisa.


Karna dorongan keras dari Ilham, Bunga dan Kumbang tidak tertimpa dahan. Sayang nya, Ilham yang malahan tertimpa dahan pohon yang lumayam besar itu.


"Ilham..." kata Kumbang sangat kaget.


Kumbang bangun dari duduk nya, Kumbang dengan cepat menyingkir kan dahan pohon itu dari Ilham.


Sedang kan Mia, ia baru bisa memghampiri Bunga setelah kaget nya agak sedikit reda.


"Ilham, kamu gak papa kan." kata Kumbang.


Sayang nya, yang di tanya tidak bisa menjawab. Ilham mungkin pingsan karna tak kuat menahan berat nya dahan pohon yang menimpa tubuh nya.


Apa lagi, ada darah segar yang keluar dari kepala nya. Itu tambah membuat Kumbang kaget lagi.


"Ham, bangun dong. Kamu gak boleh gini sama aku." kata Kumbang.

__ADS_1


Bunga dan Mia menghampiri Kumbang yang masih memeluk Ilham. Baju putih Kumbang sekarang ada bercak merah nya, karna darah dari kepala Ilham.


"Bagai mana ini Bunga, bagai mana keadaan Ilham." kata Mia panik bukan main.


"Jangan panik Mia, ayo cepat panggil ambulance. Aku yakin jika Ilham hanya pingsan." kata Bunga.


Mia dengan tangan yang gemetaran, langsung mengambil hp dari saku rok nya. Mia pun menelfon rumah sakit.


"Tidak perli Mia, kita bawa langsung aja pakai mobil aku." kata Kumbang.


Mia membatal kan niat nya untuk menelfon, Kumbang tanpa bicara lagi langsung mengangkat tubuh teman nya.


Ia membawa Ilham keluar dari hutan belakang sekolah dengan langkah yang cepat. Tubuh Ilham bagai kan terasa ringan bagi Kumbang, karna rasa panik dan bersalah nya pada Ilham.


Mereka di sibuk di lihat oleh anak-anak yang lain saat lewat di depan sekolah untuk menuju parkiran.


Mereka heboh saat melihat anak baru yang bernama Ilham sedang ada dalam gendongan Kumbang. Mereka sibuk menerka-nerka apa yang baru saja terjadi, sehingga anak baru itu terluka.


Semua itu tidak di hirau kan oleh Kumbang, ia terus saja membawa Ilham sampai parkiran. Bunga dengan cepat membuka pintu mobil.


Sedang kan Mia susah masuk duluan agar bisa memangku kepala Ilham saat di dalam mobil.


Mereka dengan cepat meninggal kan sekolah. Saat guru-guru baru keluar dari kantor, mobil Kumbang sudah keluar dari gerbang sekolah.


"Ada apa sih anak-anak, kenapa kalian bisa heboh banget." kata buk Mira.


"Itu lho buk, tadi Kumbang mungkin bertengkar sama anak baru. Sampai anak baru itu pingsan dan kepala nya berdarah." kata salah satu murid.


"Ah yang benar saja kalian. Masa Kumbang sudah bikin masalah saja sama anak baru." kata buk Mira tak percaya.


"Benar buk, kami lihat sendiri. Kumbang sedang nenggendong anak baru itu masuk mobil." kata anak yang lain.


"Di mana mereka sekarang, apa ada di uks saat ini." kata buk Mira.


"Tidak buk, mereka sudah pergi dengan mobil Kumbang. Di temani Mia dan Bunga." kata anak itu.

__ADS_1


"Bagai mana bisa Mia dan Bunga ikut jadi liar kayak Kumbang sih." kata buk Mira.


__ADS_2