
Kumbang, tidak bicara apa pun. Saat mama melihat anak itu sedikit tenang. Mama duduk di samping Kumbang. Menepuk bahu Kumbang dan melihat nya sebagai anak dan ibu.
"Kumbang, tante tahu apa masalah kamu. Kamu pergi dari rumah karna mama mu datang kan." kata mama.
"Tante tahu dari mana kalau aku pergi dari rumah karna mama ku." kata Kumbang.
"Jangan tanya kan tante tahu dari mana. Tapi dengar apa yang tante kata kan nak. Kumbang, semarah apa pun kamu sama mama mu. Ingat lah, ia adalah orang yang paling berjasa buat hidup mu. Kamu tidak boleh membenci mama mu. Sayang, mama mu adalah orang yang melahir kan mu. Jika tidak ada mama, kamu gak akan lahir nak." kata mama.
"Mama telah menelantar kan Kumbang tante, mama benci Kumbang dari dulu. Kenapa mama baru datang sekarang. Kemarin-kemarin itu mama kemana aja." kata Kumbang.
"Nak, kamu tidak tahu apa yang orang tua mu hadapi kemarin-kemari. Maaf kan mereka jika mereka memang punya salah pada mu. Kamu tidak boleh keras hati. Karna kamu akan menyesal suatu saat nanti." kata mama.
Kumbang menangis di pelukan mama Bunga. Sedang kan Bunga hanya melihat saja, ia tahu mama selalu bisa meluluh kan hati siapa pun.
...
Kumbang pun bisa menerima apa yang mama kata kan. Ia mau saat mama ajak pulang, dan ia bersedia memaaf kan mama nya. Karna nasehat yang mama Bunga berikan.
Saat pintu rumah Kumbang terbuka, mama Kumbang sangat bahagia ketika anak nya ternyata kembali pulang.
"Kumbang, kamu pulang nak." kata mama.
"Maaf kan mama Kumbang, mama sangat menyesal sama apa yang mama lakukan dulu. Mama tahu, mama tidak bisa mengembali kan semua nya. Tapi mama berusaha memperbaiki semua nya nak." kata mama sambil memeluk Kumbang.
"Kumbang juga minta maaf sama mama. Kumbang telah egois, selama ini Kumbang tahu kalo mama sudah berusaha keras agar Kumbang bisa memaaf kan mama." kata Kumbang.
"Kamu tidak punya salah sama mama. Mama yang bersalah sama kamu, dan mama ingin kamu memaaf kan mama." kata mama.
"Kumbang sudah memaaf kan mama kok ma. Mama tidak perlu minta maaf sama Kumbang lagi. Kumbang sayang sama mama, Kumbang juga kangen sama mama." kata Kumbang.
"Raya, anak kamu sudah memaaf kan kamu tuh. Maka nya, kedepan nya jangan di bawa itu sifat egois." kata mama Bunga yang dari tadi ada di luar.
__ADS_1
Ia sengaja tidak masuk, bersama Kumbang. Mama memberi kan Kumbang waktu untuk bersama mama nya.
"Mita." kata mama Kumbang kaget.
Ia kenal betul siapa Mita itu, karna dulu nya. Mereka juga teman dekat, tapi berpisah saat menikah. Mereka ikut suami masing-masing.
"Masih ingat juga kamu sama aku ya Raya. Aku kira kamu udah lupa sama aku." kata mama Bunga.
Mama melepas kan pulukan nya dengan Kumbang, ia menghambur kepelukan mama Bunga pula.
"Aku rindu kamu Mita, kamu masih sama. Kamu masih tetap cerewet dan bawel, ternyata tidak berubah." kata mama Kumbang.
"Kamu juga masih sama, kamu masih saja egois dan keras kepala." kata mama Bunga.
"Aku tidak sama lagi, aku sudah berubah sekarang. Aku tahu sifat itu sangat salah, dan aku tidak akan menyimpan sifat itu lagi dalam diri ku." kata mama Kumbang.
Bunga dan Kumbang hanya melihat saja apa yang kedua mama itu laku kan. Ia tidak tahu kalo kedua mama itu ternyata adalah teman dari dulu. Sedang kan Ilham, ia tersenyum manis melihat kebahagiaan yang telah tercipta di keluarga Kumbang.
"Siapa ini Mita?" kata mama Kumbang.
"Dia putri ku, nama nya Bunga." kata mama.
"Cantik sekali, tak jauh beda dengan mu waktu muda dulu. Cocok lah, sama pangeran yang aku miliki." kata mama Kumbang.
"Aku suka pangeran tampan mu, walau pun agak keras. Tapi mirip kamu, penuh kasih sayang juga." kata mama Bunga.
"Lampu hijau buat hubungan kamu dan Bunga." kata Ilham berbisik dengan Kumbang.
"Diam kamu." kata Kumbang.
Dua mama melihat kearah Kumbang dan Ilham. Karna Kumbang mengatakan kata diam kamu.
__ADS_1
"Kamu minta siapa diam nak." kata mama.
"Eh, gak kok ma. Ini Ilham berisik sekali." kata Kumbang sambil salah tingkah.
Bunga yang masih kaget sama apa yang ia lihat, kemudian bersalaman dengan mama Kumbang. Lalu, mama Kumbang memeluk Bunga.
....
Dua mama duduk di sofa ruang tamu, sedang kan Kumbang, Bunga, dan Ilham sedang berada di dapur.
"Apa yang akan kita lakukan di sini?" kata Bunga tidak mengerti.
"Apa lagi kalo bukan masak, kita akan masak sekarang." kata Ilham.
"Masak?" kata Bunga kaget.
"Iya, masak. Apa kamu tidak bisa masak Bunga." kata Ilham.
"Bu... Bukan gitu, aku hanya kurang bisa saja." kata Bunga.
"Udah, kalo gak bisa bilang aja gak bisa. Kenapa harus bilang kurang bisa." kata Kumbang.
"Gak kok, aku bisa kok masak." kata Bunga.
"Masak apa yang kamu bisa?" kata Ilham.
"Masak air." kata Bunga jujur.
"Hahaha.. Klo masak air semua nya bisa Bunga gak kamu aja." kata Ilham.
"Hush, diam kamu." kata Kumbang.
__ADS_1
Seketika, Ilham langsung Bungkam. Walau pun ia tidak benar-benar bungkam. Ia masih cekikikan di belakang Kumbang.